7 Tanda Ada Sarang Nyamuk di Area Rumah yang Jarang Diperiksa, Picu Wabah Demam Berdarah saat Musim Hujan

Kenali 7 tanda sarang nyamuk di rumah saat musim hujan dan cara memeriksa tempat berkembang biaknya.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sarang nyamuk bisa muncul di sudut-sudut rumah, terutama yang jarang terjamah. Biasanya, area gelap atau yang tergenang air menjadi tempat favorit bagi serangga kecil terbang tersebut.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) turut mengimbau masyarakat melalui edukasi pemberantasan sarang dan pentingnya gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta melakukan upaya pencegahan lainnya.

Untuk itu, pemeriksaan rumah secara berkala menjadi salah satu cara untuk menemukan tempat perkembangbiakan nyamuk sebelum jumlahnya bertambah, sekaligus melengkapi program pemberantasan nyamuk yang dijalankan pemerintah. Berikut 7 hal yang perlu diperiksa untuk mencegah munculnya sarang nyamuk dan menghindari wabah demam berdarah jelang musim hujan, Rabu (21/10).

1. Nyamuk Sering Terlihat di Dalam Rumah

Nyamuk yang sering terlihat di dalam rumah bisa menjadi petunjuk bahwa ada tempat perkembangbiakan di sekitar bangunan. Periksa area bawah meja, belakang lemari, kolong tempat tidur, dan sudut ruangan yang jarang dibersihkan.

Nyamuk dewasa juga bisa masuk dari luar rumah untuk beristirahat di tempat yang terlindung. Karena itu, temuan nyamuk di dalam ruangan perlu diikuti pemeriksaan area sekitar, terutama wadah yang menampung air.

Bersihkan tempat yang menjadi lokasi nyamuk bersembunyi dan periksa kemungkinan adanya genangan. Langkah ini membantu menemukan sumber masalah tanpa hanya mengandalkan obat antinyamuk.

2. Ada Jentik Bergerak di Tempat Penampungan Air

Jentik yang bergerak di dalam air merupakan tanda langsung bahwa nyamuk sedang berkembang biak. Periksa bak mandi, ember, tempat minum hewan, vas bunga, dan wadah lain yang menampung air di rumah.

Jentik biasanya terlihat bergerak ketika permukaan air diamati dari dekat. Namun, tidak semua genangan berisi jentik, sehingga pemeriksaan tetap perlu dilakukan meskipun belum ditemukan tanda tersebut.

Kosongkan wadah yang tidak digunakan dan sikat bagian dalamnya untuk membersihkan telur yang menempel. Telur nyamuk Aedes bisa melekat pada dinding wadah di atas permukaan air dan menetas ketika kembali terendam.

3. Talang Atap Menampung Air Hujan

Talang atap sering luput dari pemeriksaan karena posisinya berada di atas rumah. Daun kering, tanah, dan sampah yang menumpuk bisa menghambat aliran air hingga membentuk genangan setelah hujan.

Periksa talang dan saluran pembuangan air secara berkala, terutama setelah hujan turun. Jika ditemukan air yang tidak mengalir, cari penyebab sumbatan dan bersihkan bagian tersebut dengan memperhatikan keselamatan saat bekerja di ketinggian.

Pastikan air bisa mengalir menuju saluran pembuangan tanpa tertahan. Talang yang berfungsi dengan baik membantu mengurangi tempat penampungan air yang bisa dimanfaatkan nyamuk untuk bertelur.

4. Ada Barang Bekas yang Menampung Air

Kaleng, botol, ban bekas, dan wadah plastik yang diletakkan di halaman bisa menampung air hujan. Barang-barang tersebut sering tersimpan di belakang rumah, dekat pagar, atau di sudut gudang sehingga jarang diperiksa.

Perhatikan barang yang bagian dalamnya bisa menahan air meskipun jumlahnya sedikit. Nyamuk tidak membutuhkan genangan dalam jumlah besar untuk bertelur, sehingga wadah kecil pun perlu diperiksa setelah hujan.

Buang barang yang tidak digunakan atau simpan dalam posisi terbalik dan terlindung dari hujan. Jika wadah masih diperlukan, kosongkan air dan bersihkan secara berkala agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

5. Tatakan Pot dan Vas Bunga Berisi Air

Tatakan pot tanaman bisa menampung air dari penyiraman atau hujan. Begitu pula vas bunga yang airnya jarang diganti. Kedua tempat ini perlu diperiksa karena sering berada di teras, ruang tamu, atau dekat jendela.

Angkat pot untuk memeriksa tatakannya, lalu buang air yang menggenang. Perhatikan juga wadah tanaman yang berada di sudut halaman atau di bawah atap karena air bisa tertahan tanpa terlihat dari kejauhan.

Untuk vas bunga, ganti air secara berkala dan bersihkan bagian dalam wadah. Pastikan tidak ada air yang tertinggal di tatakan pot setelah penyiraman agar sarang nyamuk tidak terbentuk di sekitar tanaman.

6. Saluran Air dan Sudut Halaman Tergenang

Saluran air yang tersumbat sampah dapat membuat air tertahan setelah hujan. Periksa selokan, lubang pembuangan, bagian bawah keran luar, serta permukaan halaman yang memiliki cekungan.

Genangan yang bertahan perlu diperhatikan, terlebih jika berada di dekat tempat tinggal dan tidak terkena aliran air. Meski begitu, keberadaan genangan saja tidak memastikan adanya nyamuk pembawa virus dengue.

Singkirkan sampah yang menghambat aliran air dan perbaiki bagian halaman yang membuat air tertahan jika memungkinkan. Untuk saluran yang sulit dijangkau atau memerlukan penanganan khusus, mintalah bantuan petugas terkait agar pemeriksaan bisa dilakukan dengan aman.

7. Nyamuk dan Telurnya Ditemukan di Wadah Tersembunyi

Telur nyamuk Aedes bisa menempel pada dinding bagian dalam wadah yang pernah terisi air. Telur tersebut sulit dikenali karena ukurannya kecil, sehingga pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada air yang terlihat.

Periksa ember yang disimpan, wadah di gudang, penampungan air cadangan, dan barang yang lama tidak digunakan. Jika airnya sudah mengering, telur yang menempel masih bisa bertahan dan menetas ketika wadah kembali terisi air.

Kosongkan wadah, sikat dinding bagian dalam, kemudian tutup atau simpan di tempat terlindung. Lakukan pemeriksaan setidaknya sekali seminggu sebagai bagian dari gerakan 3M Plus untuk mengurangi tempat berkembang biak nyamuk.

Pertanyaan dan Jawaban Tanda Ada Sarang Nyamuk di Area Rumah yang Jarang Diperiksa

1. Di mana sarang nyamuk DBD biasanya ditemukan?

Sarang nyamuk DBD umumnya ditemukan pada wadah berisi air, seperti bak mandi, ember, vas bunga, tatakan pot, ban bekas, dan barang lain yang menampung air hujan.

2. Apakah nyamuk DBD berkembang biak di air bersih?

Ya. Nyamuk Aedes aegypti bisa bertelur di wadah yang berisi air bersih, termasuk tempat penampungan air rumah tangga.

3. Bagaimana cara mengetahui ada jentik nyamuk?

Amati air dalam wadah dan perhatikan gerakan kecil di dalamnya. Periksa pula dinding bagian dalam wadah karena telur nyamuk bisa menempel di atas permukaan air.

4. Seberapa sering rumah perlu diperiksa untuk mencegah DBD?

Lakukan pemeriksaan setidaknya sekali seminggu, termasuk pada wadah air, talang, saluran pembuangan, dan barang bekas yang berada di halaman.

5. Bagaimana cara mencegah sarang nyamuk saat musim hujan?

Terapkan 3M Plus dengan menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, mendaur ulang barang bekas, dan melakukan tindakan pencegahan lain sesuai kebutuhan.

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6