5 Tipe Mobil Murah untuk Dukung Frugal Living Kaum Tengah

Simak 5 tipe mobil murah yang bisa mendukung frugal living kaum tengah tanpa mengabaikan kebutuhan.

Diterbitkan 28 Oktober 2026, 15:38 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Frugal living bukan berarti berhenti membeli barang, melainkan lebih cermat dalam menentukan prioritas dan mengelola pengeluaran. Prinsip ini juga bisa diterapkan saat membeli mobil dengan mempertimbangkan harga, biaya operasional, dan kebutuhan sehari-hari.

Dalam artikel Journal Liputan6.com berjudul Frugal Living: Dulu Gaya Hidup, Kini Cara Bertahan Hidup, yang terbit pada 26 Oktober 2026, dibahas bagaimana masyarakat semakin berhati-hati dalam menggunakan uang di tengah meningkatnya kebutuhan hidup.

Pengelolaan keuangan yang terukur menjadi penting agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa mengorbankan tabungan dan dana darurat.

Kepemilikan mobil pun perlu diperhitungkan dengan cermat. Selain harga beli, pemilik harus menyiapkan anggaran untuk bahan bakar atau listrik, perawatan berkala, pajak tahunan, asuransi, parkir, hingga tol.

Karena itu, memilih mobil untuk mendukung gaya hidup frugal living tidak cukup hanya dengan mencari kendaraan berharga murah. Konsumen juga perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan mobilitas, jumlah anggota keluarga, jarak perjalanan, dan kemampuan finansial.

Berikut lima pilihan mobil yang bisa dipertimbangkan untuk mendukung gaya hidup hemat, mulai dari mobil listrik hingga kendaraan keluarga bekas.

1. Wuling Air ev

Mobil listrik bisa menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengendalikan biaya energi untuk perjalanan sehari-hari. Salah satu opsi di pasar Indonesia adalah Wuling Air ev, mobil listrik berukuran kompak yang cocok untuk mobilitas perkotaan.

Mengacu pada informasi harga per Oktober 2026, Wuling Air ev dipasarkan dengan harga Rp 155 juta untuk varian Standard Range dan Rp 175 juta untuk Long Range, berdasarkan harga on the road (OTR) Jakarta. Harga dapat berubah sesuai kebijakan dan program penjualan.

Varian Standard Range menggunakan baterai berkapasitas 16,2 kWh dengan jarak tempuh hingga 205 kilometer. Sementara itu, varian Long Range dibekali baterai 25,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 301 kilometer. Kedua angka jarak tempuh tersebut mengacu pada standar pengujian CLTC.

Keunggulan mobil listrik terletak pada potensi biaya energi yang lebih rendah. Pengisian baterai di rumah dapat menjadi pilihan ekonomis dibandingkan penggunaan bensin, terutama bagi pemilik yang rutin menggunakan mobil untuk perjalanan harian.

Wuling memperkirakan biaya energi Air ev sekitar Rp 151 per kilometer berdasarkan perhitungan pabrikan. Namun, biaya aktual bergantung pada tarif listrik, pola berkendara, penggunaan pendingin udara, dan kondisi jalan.

Meski demikian, mobil listrik tidak otomatis menjadi pilihan paling hemat bagi semua orang. Calon pembeli perlu mempertimbangkan akses pengisian daya, harga kendaraan, biaya pemasangan perangkat pengisian daya jika diperlukan, serta potensi penyusutan nilai mobil.

Wuling Air ev layak dipertimbangkan oleh pengguna dengan pola perjalanan harian yang relatif teratur dan akses pengisian daya yang memadai. Dengan perhitungan biaya secara menyeluruh, mobil ini berpotensi membantu mengendalikan pengeluaran transportasi dalam jangka panjang.

2. Suzuki S-Presso

Suzuki S-Presso dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang membutuhkan mobil berukuran kecil untuk aktivitas sehari-hari.

Mobil ini memiliki dimensi kompak sehingga lebih mudah digunakan untuk bermanuver di jalan perkotaan dan mencari ruang parkir. Karakter tersebut cocok untuk pekerja yang menggunakan mobil untuk pergi ke kantor, berbelanja kebutuhan rumah tangga, atau melakukan perjalanan jarak pendek.

Suzuki S-Presso dibekali mesin bensin 998 cc tiga silinder. Model ini tersedia dengan transmisi manual lima percepatan dan AGS atau Auto Gear Shift, yang menawarkan pengoperasian seperti transmisi otomatis.

Berdasarkan daftar harga OTR Jakarta per Oktober 2026, Suzuki S-Presso tipe manual dipasarkan Rp 178,1 juta, sedangkan tipe AGS dibanderol Rp 189,6 juta.

Bagi konsumen yang menerapkan frugal living, pilihan transmisi perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Tipe manual memiliki harga pembelian lebih rendah, sedangkan AGS bisa dipertimbangkan oleh pengguna yang mengutamakan kemudahan berkendara di tengah lalu lintas padat.

Jika ingin menekan anggaran pembelian, unit bekas juga bisa menjadi pilihan.

Berdasarkan pantauan iklan mobil bekas per 12 Oktober 2026, Suzuki S-Presso produksi 2022 ditawarkan sekitar Rp 111 juta hingga Rp 134 juta.

Untuk tahun 2023, kisarannya Rp 115 juta hingga Rp 129 juta. Sementara itu, unit produksi 2024 ditawarkan sekitar Rp 125 juta hingga Rp 155 juta.

Harga tersebut merupakan gambaran dari iklan yang tersedia, bukan jaminan harga transaksi. Kondisi kendaraan, jarak tempuh, tipe transmisi, riwayat perawatan, dan kelengkapan dokumen akan memengaruhi harga akhir.

Sebelum membeli, calon konsumen juga perlu mengevaluasi kebutuhan kapasitas penumpang. S-Presso lebih sesuai bagi pengguna yang mengutamakan mobilitas pribadi atau keluarga kecil, bukan mereka yang rutin membawa banyak penumpang dan barang.

3. Daihatsu Sigra Matik

Bagi keluarga yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas lebih besar, Daihatsu Sigra bisa menjadi pilihan yang rasional.

Mobil yang masuk kategori Low Cost Green Car (LCGC) ini memiliki konfigurasi tujuh penumpang. Keunggulan tersebut membuat Sigra dapat digunakan untuk aktivitas harian keluarga, mulai dari mengantar anak sekolah hingga perjalanan bersama anggota keluarga lainnya.

Daihatsu Sigra tersedia dengan pilihan mesin 1,0 liter dan 1,2 liter, serta transmisi manual dan otomatis empat percepatan. Untuk pengguna yang sering menghadapi kemacetan, varian matik dapat menawarkan kenyamanan lebih karena tidak perlu mengoperasikan pedal kopling.

Berdasarkan daftar harga OTR Jakarta per Oktober 2026, Sigra 1.2 X AT dibanderol Rp 177,8 juta. Sementara itu, Sigra 1.2 R AT memiliki harga Rp 186 juta. Untuk varian 1.2 R AT Deluxe, harganya mencapai Rp 189,8 juta pada daftar harga dealer yang menjadi acuan.

Dari sisi frugal living, Sigra menawarkan keunggulan berupa kapasitas penumpang yang besar dengan harga pembelian relatif terjangkau.

Apabila digunakan untuk kebutuhan keluarga, biaya perjalanan juga dapat dibagi untuk beberapa orang sekaligus. Namun, hal tersebut tidak berarti konsumsi bahan bakar akan selalu lebih rendah dibandingkan mobil yang lebih kecil karena pemakaian tetap dipengaruhi jumlah penumpang, kondisi lalu lintas, dan gaya berkendara.

Konsumen sebaiknya tidak langsung memilih tipe tertinggi hanya karena memiliki lebih banyak aksesori. Pilih varian yang memenuhi kebutuhan utama, terutama dari sisi kenyamanan, keselamatan, dan kemudahan penggunaan.

Apabila anggaran pembelian terbatas, Sigra bekas juga layak masuk daftar pertimbangan. Namun, kondisi transmisi otomatis, mesin, kaki-kaki, sistem pendingin udara, dan riwayat servis harus diperiksa sebelum transaksi.

Dengan kapasitas tujuh penumpang dan harga yang relatif terjangkau, Sigra matik cocok bagi keluarga yang ingin memiliki mobil tanpa langsung mengalokasikan anggaran besar untuk kendaraan.

4. Toyota Avanza Bekas Tahun Muda

 

Toyota Avanza bekas keluaran tahun muda dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan kapasitas tujuh penumpang, tetapi tidak ingin membeli unit baru.

Keuntungan membeli mobil bekas adalah konsumen dapat memperoleh kendaraan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga mobil baru, tergantung tahun produksi, tipe, dan kondisi unit.

Avanza generasi terbaru menawarkan konfigurasi tujuh penumpang dan dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan keluarga maupun perjalanan antarkota. Di pasar mobil bekas, tersedia pilihan dari beberapa tahun produksi sehingga calon pembeli dapat menyesuaikan anggaran.

Berdasarkan gambaran pasar mobil bekas pada September hingga Oktober 2026, Toyota Avanza produksi 2022–2023 ditawarkan sekitar Rp 189 juta hingga Rp 245 juta untuk sejumlah tipe dan kondisi. Harga bisa lebih tinggi atau lebih rendah bergantung pada varian, jarak tempuh, kelengkapan dokumen, serta riwayat perawatan.

Untuk memberikan gambaran, berikut perkiraan anggaran yang bisa disiapkan:

Toyota Avanza 2022: sekitar Rp 190 juta hingga Rp 245 juta.

Toyota Avanza 2023: sekitar Rp 200 juta hingga Rp 245 juta.

Rentang tersebut merupakan perkiraan untuk membantu perencanaan anggaran, bukan daftar harga baku seluruh unit di pasar.

Bagi penganut frugal living, membeli Avanza bekas tahun muda bisa masuk akal apabila kendaraan akan digunakan untuk jangka panjang dan kapasitasnya benar-benar dibutuhkan.

Namun, konsumen perlu membandingkan harga unit bekas dengan harga mobil baru.

Jika selisihnya terlalu tipis, membeli mobil bekas dengan kondisi yang belum terjamin belum tentu menjadi keputusan paling ekonomis.

Pemeriksaan sebelum membeli juga tidak boleh dilewatkan. Pastikan mesin dan transmisi berfungsi normal, kaki-kaki tidak bermasalah, serta kendaraan tidak memiliki riwayat kecelakaan berat atau terendam banjir.

Riwayat servis yang lengkap dapat menjadi nilai tambah. Sebaiknya, calon pembeli juga melakukan inspeksi independen untuk mengetahui kemungkinan perbaikan yang harus dilakukan setelah kendaraan berpindah tangan.

Dengan pertimbangan tersebut, Avanza bekas tahun muda cocok bagi keluarga yang membutuhkan ruang kabin memadai dan ingin menekan harga pembelian awal tanpa harus memilih kendaraan yang terlalu tua.

 

5. Suzuki XL7 Bekas

Pilihan terakhir adalah Suzuki XL7 bekas, terutama bagi konsumen yang menginginkan kendaraan berkarakter SUV dengan kapasitas tujuh penumpang.

Suzuki XL7 menawarkan posisi duduk yang relatif tinggi dan desain bergaya SUV. Karakter tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi keluarga yang menginginkan kendaraan serbaguna untuk penggunaan harian maupun perjalanan bersama keluarga.

Dibandingkan membeli unit baru, XL7 bekas dapat memberikan kesempatan untuk memperoleh kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Konsumen juga bisa memilih tahun produksi dan varian sesuai kebutuhan.

Berdasarkan data pasar mobil bekas per Oktober 2026, Suzuki XL7 produksi 2022 memiliki harga rata-rata iklan sekitar Rp 201 juta.

Sementara itu, unit produksi 2023 memiliki harga rata-rata sekitar Rp 210 juta. Harga penawaran pada masing-masing tahun bervariasi sesuai kondisi dan tipe kendaraan.

Sebagai gambaran anggaran, calon pembeli dapat mempertimbangkan:

Suzuki XL7 2022: sekitar Rp 180 juta hingga Rp 220 juta untuk unit yang sesuai dengan kondisi dan tipe tertentu.

Suzuki XL7 2023: sekitar Rp 200 juta hingga Rp 230 juta untuk sejumlah unit di pasar.

Kisaran tersebut merupakan estimasi untuk perencanaan belanja. Unit dengan kondisi istimewa, varian tertentu, atau jarak tempuh rendah dapat ditawarkan dengan harga lebih tinggi.

Salah satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah pilihan mesin dan transmisinya. Selain XL7 bermesin bensin, terdapat varian berteknologi hybrid pada tahun produksi tertentu.

Konsumen sebaiknya memastikan spesifikasi unit yang akan dibeli agar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran perawatan.

Jangan hanya berpatokan pada tampilan eksterior atau kelengkapan aksesori. Periksa kondisi mesin, transmisi, suspensi, ban, sistem pendingin udara, serta riwayat servis.

Bagi konsumen yang membutuhkan mobil keluarga dengan tampilan SUV, XL7 bekas dapat menjadi pilihan menarik selama harga pembelian dan biaya perawatannya tetap sesuai kemampuan finansial.

 

Tips Memilih Mobil untuk Mendukung Frugal Living

Lima mobil tersebut menawarkan keunggulan yang berbeda. Namun, prinsip utama frugal living tetap sama: membeli kendaraan berdasarkan kebutuhan, bukan semata-mata keinginan atau gengsi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan.

Pertama, hitung total biaya kepemilikan. Harga pembelian hanyalah salah satu komponen pengeluaran. Perhitungkan pula biaya bahan bakar atau listrik, servis berkala, pajak, asuransi, parkir, tol, dan kemungkinan perbaikan.

Kedua, sesuaikan kapasitas kendaraan dengan kebutuhan. Pengguna yang bepergian sendiri atau bersama keluarga kecil mungkin cukup menggunakan mobil kompak. Sebaliknya, keluarga dengan banyak anggota membutuhkan kendaraan berkapasitas lebih besar.

Ketiga, jangan memaksakan cicilan. Angsuran kendaraan sebaiknya tidak mengganggu kebutuhan pokok, biaya pendidikan, tabungan, dan dana darurat. Uang muka besar juga perlu dipertimbangkan secara hati-hati agar tidak menghabiskan seluruh simpanan.

Keempat, pertimbangkan mobil bekas secara menyeluruh. Harga murah belum tentu berarti hemat apabila kendaraan membutuhkan banyak perbaikan. Pemeriksaan independen dan riwayat servis dapat membantu mengurangi risiko pengeluaran tak terduga.

Kelima, bandingkan beberapa pilihan sebelum membeli. Jika kebutuhan utama hanya untuk perjalanan sehari-hari di perkotaan, mobil listrik atau city car bisa dipertimbangkan. Sementara itu, MPV atau SUV lebih relevan apabila kapasitas penumpang dan fleksibilitas perjalanan menjadi prioritas.

Pada akhirnya, mobil yang cocok untuk kaum frugal living bukan selalu kendaraan dengan harga paling murah. Pilihan terbaik adalah mobil yang memenuhi kebutuhan, memberikan manfaat sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, dan tidak mengganggu kestabilan keuangan keluarga.

Dengan pendekatan tersebut, kepemilikan mobil dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan yang rasional, bukan sekadar simbol status sosial.