Liputan6.com, Jakarta - Jas hujan menjadi perlengkapan penting bagi pengendara sepeda motor, terutama saat musim hujan. Setelah digunakan, jas hujan sering langsung dilipat dan dimasukkan ke dalam tas atau bagasi motor agar mudah dibawa. Namun, kebiasaan ini ternyata menimbulkan masalah dan berujung rusak.
Jas hujan yang tidak dirawat dengan baik bisa mengeluarkan bau apek, terasa lengket, atau mengalami kerusakan pada lapisan bahannya. Kondisi ini bisa dipengaruhi oleh sisa air, kotoran, paparan panas, dan cara penyimpanan yang kurang sesuai.
Untuk menjaga jas hujan tetap bersih dan nyaman digunakan, ada beberapa cara penyimpanan yang perlu diperhatikan. Mari simak selengkapnya, dihadirkan Liputan6.com pada Kamis (22/10).
Advertisement
1. Keringkan Jas Hujan Sebelum Disimpan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4236992/original/054103800_1669200214-20221123-Cuaca-Ekstrem-Jakarta-Faizal-5.jpg)
Pastikan jas hujan benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Air yang tertinggal pada permukaan atau bagian lipatan bisa membuat jas hujan lembap dalam waktu lama, terutama jika langsung dimasukkan ke dalam bagasi motor yang minim sirkulasi udara.
Bentangkan jas hujan di tempat yang memiliki aliran udara baik. Gantung bagian jaket dan celana secara terpisah agar air lebih mudah menguap, termasuk pada bagian lengan, kerah, dan pinggang.
Jika sedang bepergian, simpan jas hujan basah untuk sementara di tempat terpisah dari barang lain. Setelah tiba di rumah, segera keluarkan dan keringkan hingga tidak ada bagian yang masih lembap.
Advertisement
2. Bersihkan Jas Hujan dari Kotoran
Periksa permukaan jas hujan setelah digunakan untuk memastikan tidak ada lumpur, debu, atau kotoran jalanan yang menempel. Kotoran yang dibiarkan bisa menimbulkan noda dan membuat jas hujan kurang nyaman ketika digunakan kembali.
Jika jas hujan kotor, bersihkan menggunakan air dan sabun lembut sesuai petunjuk perawatan produk. Gunakan kain halus atau spons untuk mengusap bagian yang terkena noda tanpa menggosoknya terlalu keras.
Bilas hingga tidak ada sisa sabun, kemudian keringkan secara menyeluruh. Hindari penggunaan deterjen keras, pemutih, atau bahan kimia yang berpotensi merusak lapisan pelindung air pada jas hujan.
3. Hindari Menjemur Jas Hujan di Bawah Matahari Terik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3357745/original/024831700_1611469061-20210124-Puncak_Musim_Hujan_Tiba-2.jpg)
Paparan panas berlebih bisa mempercepat kerusakan bahan tertentu, terutama jas hujan yang menggunakan lapisan plastik atau pelapis antiair. Jika berlangsung terus-menerus, panas bisa membuat material berubah bentuk, menjadi kaku, atau mengalami kerusakan pada permukaannya.
Sebaiknya keringkan jas hujan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik. Cara ini membantu menguapkan sisa air tanpa membuat material terpapar panas matahari secara langsung dalam waktu lama.
Hindari pula mengeringkan jas hujan menggunakan setrika, pengering bersuhu tinggi, atau alat pemanas. Jika produsen memberikan petunjuk pengeringan khusus, ikuti anjuran tersebut agar bahan tetap terjaga.
Advertisement
4. Lipat Jas Hujan Setelah Benar-Benar Kering
Melipat jas hujan dalam keadaan kering membantu mencegah kelembapan terperangkap di antara lapisan bahan. Sebelum melipatnya, periksa bagian yang sering menyimpan air, seperti jahitan, saku, kerah, dan lipatan celana.
Lipat jas hujan secara longgar mengikuti bentuk pakaian. Hindari menekan atau menggulungnya terlalu kuat karena tekanan berkepanjangan bisa membuat lipatan sulit dirapikan dan berpotensi mempercepat kerusakan pada bahan tertentu.
Jika jas hujan terdiri dari jaket dan celana, lipat keduanya secara terpisah. Cara ini membantu mengurangi ketebalan lipatan sekaligus memudahkan kamu mengambil bagian yang diperlukan saat hujan turun.
5. Simpan di Tempat Kering dan Memiliki Sirkulasi Udara
Pilih tempat penyimpanan yang tidak lembap dan tidak terkena panas berlebih. Lemari kering atau rak khusus perlengkapan berkendara bisa menjadi pilihan selama jas hujan tidak terhimpit barang lain.
Jika memungkinkan, gunakan kantong penyimpanan berbahan kain yang memungkinkan udara bersirkulasi. Hindari memasukkan jas hujan yang baru digunakan ke dalam kantong plastik tertutup karena kelembapan bisa terperangkap di dalamnya.
Periksa kondisi tempat penyimpanan secara berkala, terutama saat musim hujan. Jika muncul bau apek, keluarkan jas hujan, periksa kondisinya, lalu bersihkan dan keringkan kembali sebelum disimpan.
Advertisement
6. Jangan Menyimpan Jas Hujan Terlalu Lama di Bagasi Motor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4282759/original/029724800_1672917977-Jawa_dan_Bali_Masuki_Puncak_Musim_Hujan-IQBAL_2.jpg)
Bagasi motor menjadi tempat praktis untuk membawa jas hujan. Namun, ruang tertutup dan paparan panas dari lingkungan bisa membuat kondisi penyimpanan kurang ideal, terutama jika jas hujan dimasukkan ketika masih basah.
Setelah sampai di rumah, keluarkan jas hujan dari bagasi dan gantung hingga kering. Jangan membiarkannya terlipat di dalam bagasi semalaman setelah digunakan saat hujan deras.
Jika jas hujan perlu dibawa setiap hari, pastikan kondisinya kering sebelum dimasukkan kembali. Bersihkan juga bagian dalam bagasi secara berkala agar tidak ada air atau kotoran yang ikut membuat jas hujan lembap.
7. Hindari Menumpuk Jas Hujan dengan Barang Berat
Jas hujan sebaiknya disimpan tanpa tekanan berlebihan dari benda lain. Tumpukan barang berat bisa membuat jas hujan terlipat terlalu rapat dan menyulitkan proses pengeringan apabila masih ada sedikit kelembapan yang tertinggal.
Pisahkan jas hujan dari benda tajam, peralatan berminyak, atau barang yang permukaannya kasar. Benda-benda tersebut berisiko menyebabkan goresan, noda, atau kerusakan pada lapisan bahan.
Jika jas hujan disimpan bersama perlengkapan berkendara lainnya, sediakan ruang khusus agar tidak terhimpit. Penataan ini juga memudahkan kamu menemukan jas hujan ketika dibutuhkan.
Advertisement
8 Tips Merawat Jas Hujan agar Awet
Selain memperhatikan cara penyimpanan, perawatan rutin juga membantu menjaga jas hujan agar tetap berfungsi dengan baik. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan:
Bersihkan setelah terkena lumpur.
- Jangan biarkan kotoran mengering terlalu lama pada permukaan jas hujan karena bisa meninggalkan noda.
Gunakan sabun yang sesuai.
- Pilih pembersih lembut dan ikuti petunjuk pada label produk agar lapisan pelindung air tidak mudah rusak.
Jauhkan dari benda tajam.
- Simpan jas hujan terpisah dari kunci, obeng, atau perlengkapan lain yang berisiko merobek bahan.
Hindari penggunaan pewangi berlebihan.
- Parfum tidak menghilangkan sumber bau dan bisa meninggalkan residu pada permukaan jas hujan.
Periksa jahitan dan ritsleting.
- Pastikan tidak ada bagian yang terbuka atau rusak sehingga air tidak mudah masuk saat jas hujan digunakan.
Jangan menggunakan bahan kimia sembarangan.
- Pelarut, pemutih, dan cairan pembersih keras bisa merusak material tertentu.
Keringkan sebelum disimpan kembali.
- Pastikan seluruh bagian jas hujan tidak lembap, termasuk lipatan dan bagian dalamnya.
Ikuti petunjuk produsen.
- Setiap jenis bahan, seperti PVC dan poliester berlapis, bisa memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Jas Hujan
1. Mengapa jas hujan menjadi lengket saat disimpan?
Jas hujan bisa terasa lengket akibat penuaan material, paparan panas, atau kerusakan lapisan permukaan. Penyebabnya bergantung pada jenis bahan dan kondisi penyimpanan.
2. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada jas hujan?
Bersihkan jas hujan sesuai petunjuk produk, bilas jika diperlukan, lalu keringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik sampai benar-benar kering.
3. Apakah jas hujan boleh disimpan di bagasi motor?
Boleh untuk penyimpanan sementara jika kondisinya kering. Setelah digunakan saat hujan, sebaiknya keluarkan dan keringkan sebelum dimasukkan kembali.
4. Apakah jas hujan harus dicuci setiap kali digunakan?
Tidak selalu. Jika hanya terkena air hujan yang relatif bersih, jas hujan bisa langsung dikeringkan. Namun, jika terkena lumpur atau kotoran, bersihkan sesuai petunjuk perawatan.
5. Bolehkah jas hujan diberi bedak agar tidak lengket?
Sebaiknya hindari cara tersebut jika tidak dianjurkan oleh produsen. Bedak bisa meninggalkan residu dan belum tentu cocok untuk semua jenis bahan jas hujan.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5575077/original/000838500_1778037454-cropped-7894866c-6285-459e-ac0d-506ae5844cd4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426236/original/065809800_1764297967-unnamed_-_2025-11-28T093857.845.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345335/original/042700600_1789029306-c14a7bac-04fc-4308-b88d-0a1785ec71d9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375295/original/028166300_1792138140-Gemini_Generated_Image_libaollibaolliba.jpg)