Liputan6.com, Jakarta Cara membuat mainan kucing sendiri cukup sederhana. Kamu bisa memakai barang bekas seperti kaus kaki, kardus, atau gulungan tisu, lalu membentuknya jadi benda yang bisa dikejar, diterkam, dan digigit.
Kuncinya ada dua: mainan harus bisa meniru gerakan mangsa, dan harus aman untuk mulut kucing. Kalau kamu menerapkan cara membuat mainan kucing sendiri dengan benar, biayanya jadi lebih hemat dan mainannya bisa disesuaikan dengan selera anabul di rumah.
Mainan seperti ini bukan cuma hiburan. Dilansir dari American Animal Hospital Association (AAHA), banyak kucing, terutama yang tinggal di dalam rumah, bisa jadi kurang bergerak sehingga berisiko obesitas serta masalah kesehatan terkait seperti diabetes dan gangguan sendi. Mainan pengayaan, terutama yang mendorong kucing mengejar dan memanjat, membantu mereka berolahraga dan menjaga berat badan serta otot tetap sehat.
Advertisement
1. Cara Membuat Mainan Tikus dari Kaus Kaki Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3165010/original/006443400_1593405095-KAUS_KAKI.jpg)
Kalau kamu baru mau mencoba cara membuat mainan kucing sendiri, kaus kaki bekas adalah bahan paling gampang untuk mulai. Bahannya lembut, mudah dijahit, dan bisa diisi kapas atau catnip (daun kering tanaman Nepeta cataria) supaya aromanya lebih menarik. Contoh sederhananya, bayangkan kaus kaki yang tinggal sebelah karena pasangannya hilang. Daripada dibuang, kaus kaki itu bisa diubah jadi "tikus" yang siap diterkam.
Satu hal yang perlu kamu perhatikan sejak awal adalah isian mainan. Untuk mainan boneka, hindari isian seperti butiran polistirena, kulit kacang, atau biji-bijian.
1. Siapkan bahan:
Kamu butuh sebelah kaus kaki bekas yang bersih, kapas atau dakron, catnip kering (opsional), gunting, jarum, dan benang yang kuat. Kalau tidak punya catnip, kapas saja sudah cukup karena banyak kucing tetap senang mengejar benda berbentuk mangsa meski tanpa aroma khusus.Â
2. Pakai kaus kaki sebentar sebelum dipotong:
Ini langkah opsional, tapi lumayan berguna. Kaus kaki yang membawa aroma tubuhmu bisa membuat kucing mengasosiasikan bau pemiliknya dengan waktu bermain yang menyenangkan, terutama kucing yang baru diadopsi.
3. Gunting bagian tumit:
Potong kaus kaki di bagian tumit sampai yang tersisa berbentuk kantung. Kantung ini jadi badan tikus. Jangan buang potongan tumitnya karena masih dipakai untuk membuat telinga.Â
4. Isi kantung dengan kapas dan catnip:
Masukkan kapas sampai padat dan berbentuk lonjong seperti badan tikus. Kalau memakai catnip, campurkan sejumput di tengah kapas. Perlu kamu tahu, tidak semua kucing bereaksi terhadap catnip. Umumnya hanya sebagian kucing yang tertarik dengan senyawa nepetalactone di dalamnya.
5. Jahit lubangnya sampai rapat:
Jahit bagian yang terbuka dengan jahitan rapat dan simpul mati. Jangan cuma diikat atau direkatkan selotip, karena selotip dan isian yang keluar bisa tertelan saat kucing menggigit mainan.Â
6. Buat telinga dari sisa tumit:
Gunting dua lingkaran kecil dari potongan tumit, lalu jahit di bagian depan badan tikus. Di tahap ini, bentuk mainan mulai terlihat seperti tikus kecil.Â
7. Tambahkan ekor yang aman:
Ekor bisa dibuat dari pilinan sisa kaus kaki atau potongan kain elastis yang dijahit kuat. Buat ekornya pendek dan tebal, bukan benang tipis yang panjang, supaya tidak mudah putus dan tertelan.
8. Berikan dan periksa secara berkala:
Lempar tikus kaus kaki ke lantai dan biarkan kucing menerkamnya. Cek jahitannya seminggu sekali. Kalau ada yang robek atau isinya mulai keluar, segera jahit ulang atau ganti dengan mainan baru. Variasi lain yang tidak kalah praktis adalah "kaus kaki berhadiah". Masukkan catnip ke ujung kaus kaki, ikat, lalu lilitkan lagi beberapa lapis kaus kaki di luarnya. Kucing akan berusaha "membongkar" lapisan itu untuk mencapai aromanya, dan aktivitas ini menyalurkan insting berburunya. Kalau tidak mau repot sama sekali, gulungan kaus kaki biasa yang dilempar ke lantai pun sering sudah cukup menghibur.
Advertisement
2. Cara Membuat Tongkat Pancing Berbulu untuk Main Interaktif
Tongkat pancing atau wand toy adalah mainan yang paling sering dipakai untuk bermain bersama. Dalam praktiknya, cara membuat mainan kucing sendiri jenis ini cukup sederhana karena hanya butuh tongkat, tali, dan umpan di ujungnya. Mainan ini membuat kucing merasa sedang berburu, sementara tanganmu tetap aman dari cakaran.
1. Pilih tongkat yang cukup panjang:
Gunakan tongkat kayu, bambu kecil, atau batang dowel. Makin panjang tongkatnya, makin baik, karena kucing bisa mencakar dan menerjang umpan tanpa mengenai tangan atau lenganmu.
2. Tumpulkan dan haluskan ujung tongkat:
Amplas bagian yang kasar supaya tidak ada serpihan. Kalau perlu, bungkus ujung tongkat dengan kain tebal. Jangan pernah menyodok kucing dengan tongkat karena bisa menyebabkan cedera.Â
3. Siapkan tali yang kuat:
Pilih tali katun tebal atau tali kur, jangan benang jahit tipis atau karet. Panjangnya cukup sekitar 60-90 cm supaya kamu leluasa membuat gerakan melompat dan bergetar seperti mangsa.Â
4. Buat umpan di ujung tali:
Umpan bisa berupa tikus kaus kaki dari cara pertama, gulungan kain perca, pita kain lebar, atau pom pom dari sisa benang wol. Bulu-bulu juga menarik karena menyerupai burung, tapi pastikan dijahit sangat kuat dan hanya dipakai saat kamu ikut bermain.Â
5. Ikat dengan simpul mati:
Ikat tali ke ujung tongkat, lalu lilit beberapa kali dan kunci dengan simpul mati. Hindari lem yang tidak aman untuk hewan, karena kucing yang mengunyah perekat bisa sakit.
5. Gerakkan umpan menjauh, bukan mendekat:
Ini bagian yang sering terlewat. Menurut panduan Modern Cat, kamu sebaiknya tidak menggoyangkan mainan di depan wajah kucing atau mengarahkannya ke kucing, karena itu tidak masuk akal bagi kucing dan bisa membuatnya takut. Mangsa sungguhan bergerak menjauh dan bersembunyi.
6. Variasikan tempo gerakan:
Seret umpan pelan-pelan di lantai, sembunyikan sebentar di balik kursi, lalu buat gerakan cepat dan tiba-tiba. Pola berhenti-bergerak seperti ini membuat kucing mengintai dulu sebelum menerkam.Â
7. Biarkan kucing menangkap umpan:
Sesi bermain sebaiknya mengikuti urutan berburu kucing. Mengacu pada panduan Operation Kindness, urutan ini meliputi berburu, menangkap, "membunuh", makan, merawat diri, lalu tidur. Jadi, menjelang akhir sesi, biarkan kucing benar-benar menangkap dan menggigit umpannya.
8. Akhiri dengan camilan atau jam makan:
Setelah kucing "berhasil berburu", berikan sedikit camilan atau jadwalkan sesi bermain sebelum waktu makan. Cara ini menutup siklus berburu sehingga kucing lebih tenang setelahnya.Â
9. Simpan tongkat setelah dipakai:
Jangan tinggalkan mainan bertali di lantai saat kamu tidak mengawasi. Simpan di lemari atau laci tertutup supaya kucing tidak mengunyah tali atau terlilit.Â
Tips singkat: kalau kamu juga memakai senter atau laser, jangan akhiri permainan hanya dengan titik cahaya. Arahkan cahaya ke umpan fisik atau mainan boneka di akhir sesi supaya kucing tetap bisa "menangkap" sesuatu dan tidak frustrasi. Cara ini juga berguna untuk mengatasi kucing berisik di malam hari yang energinya belum tersalurkan.
3. Cara Membuat Mainan Puzzle dari Gulungan Tisu dan Kardus Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5308834/original/036678100_1754556535-pexels-dmitry-demidov-515774-3852577.jpg)
Selain mainan untuk dikejar, kucing juga butuh mainan yang membuatnya berpikir. Mainan puzzle bisa jadi pilihan cara membuat mainan kucing sendiri yang paling murah, karena bahannya biasanya sudah ada di tempat sampah daur ulang rumahmu. Manfaat utamanya bagi pengguna: kucing tetap sibuk mencari camilan meskipun kamu sedang bekerja atau beraktivitas lain.Â
Banyak kucing menyukai mainan buatan rumah dari bahan yang aman, misalnya kardus berlubang untuk mengintip dan menerkam, kantong kertas tanpa tali pegangan, gulungan tisu berisi kibble atau camilan, serta kaus kaki yang digulung.
1. Kumpulkan bahan bekas:
Siapkan beberapa gulungan tisu toilet, satu kardus bekas paket berukuran sedang, gunting atau cutter, bola pingpong, dan camilan kering kucing. Pastikan kardus bersih dan bebas selotip plastik atau staples.Â
2. Buat gulungan tisu berisi camilan:
Masukkan 3-5 butir camilan ke dalam gulungan tisu, lalu tekuk kedua ujungnya ke dalam sampai tertutup. Kucing harus menggulingkan, mencakar, atau menggigit gulungan itu untuk mengeluarkan camilannya.
3. Buat versi "bergerigi" untuk digigit:
Untuk anak kucing, gunting beberapa potongan memanjang di salah satu ujung gulungan tisu sehingga membentuk rumbai kertas. Bagian ini enak dicakar dan digigit tanpa perlu bahan tambahan.Â
4. Lubangi bagian atas kardus:
Buat beberapa lubang bulat ditutup dan sisi kardus. Ukurannya cukup untuk kaki depan kucing masuk, tapi tidak sampai kepalanya bisa terjepit.
5. Haluskan tepi lubang:
Rapikan sisi potongan dengan gunting atau lipat ke dalam supaya tidak tajam. Langkah kecil ini mencegah telapak kaki kucing tergores saat ia meraih isi kardus.Â
6. Isi kardus dengan "hadiah":
Masukkan bola pingpong, gulungan tisu berisi camilan, atau tikus kaus kaki dari cara pertama. Pastikan semua isi lebih besar dari mulut kucing supaya tidak tertelan.
7. Kenalkan pelan-pelan:
Di awal, taburkan sedikit camilan di dekat lubang agar kucing paham ada sesuatu di dalam. Setelah terbiasa, letakkan camilan makin jauh dari lubang untuk menambah tantangan.Â
8. Ganti kalau sudah rusak:
Kardus dan gulungan tisu memang tidak awet. Kalau sudah basah karena air liur, sobek besar, atau mulai hancur jadi serpihan, buang dan buat yang baru. Kalau suka proyek yang lebih besar, kardus bekas juga bisa disusun jadi benteng atau labirin bertingkat. Ide-ide lain soal tempat bermain kucing dari barang bekas bisa kamu jadikan inspirasi untuk mengembangkan mainan puzzle ini jadi area bermain yang lebih lengkap.Â
Satu variasi lagi yang praktis adalah bola gemerincing. Isi wadah plastik kecil yang kuat dengan beberapa biji jagung kering atau lonceng kecil, lalu tutup sangat rapat. Bunyinya bisa menarik perhatian kucing, termasuk kucing yang penglihatannya terbatas. Namun, karena isinya kecil dan berbahaya kalau wadahnya terbuka, mainan ini sebaiknya hanya dimainkan saat kamu mengawasi.
Advertisement
Tips Aman Agar Mainan Kucing Buatan Sendiri Tidak Membahayakan Anabul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333589/original/053206300_1787797786-5.jpg)
Mainan buatan sendiri memang hemat, tapi risikonya juga perlu kamu pahami. Kucing suka mengunyah, menarik, dan mencabik mainannya, jadi bahan yang kelihatan sepele bisa berubah jadi bahaya kalau tertelan.Â
Langkah pertama memahami keamanan mainan kucing adalah mengenali bahan apa saja yang aman dan mana yang sebaiknya dihindari. Ikat rambut, karet gelang, dan semua jenis tali, dari benang gigi hingga tali dapur, bisa tertelan dengan akibat fatal.
1. Hindari bahan kecil dan bertali tipis:
Berdasarkan daftar yang disusun McPaw, kamu sebaiknya tidak memakai karet gelang, ikat rambut, kawat pengikat, benang wol, benang jahit, rumbai hiasan, benang gigi, kancing kecil, manik-manik, atau benda apa pun yang muat di dalam gulungan tisu. Tali panjang jenis apa pun adalah bahaya terbesar dan menjadi penyebab banyak kunjungan darurat ke dokter hewan setiap tahun.
2. Jangan pakai kantong plastik:
Gunakan kantong kertas sebagai pengganti. Kantong plastik bisa membuat kucing terbelit atau tercekik. Kalau memakai kantong kertas, gunting dulu tali pegangannya supaya kepala kucing tidak tersangkut.Â
3. Pastikan semua bagian terpasang kuat:
Mata boneka, lonceng, dan hiasan kecil lain sebaiknya dijahit, bukan ditempel. Kalau ragu, lebih baik tidak dipasang sama sekali karena kucing tetap mau bermain dengan mainan polos.
4. Pilih perekat yang aman:
Kalau memang harus memakai lem, pastikan jenisnya aman untuk hewan dan sudah benar-benar kering sebelum mainan diberikan. Untuk mainan yang sering digigit, jahitan tetap lebih aman daripada lem.Â
5. Bedakan mainan untuk main sendiri dan main bersama:
Tidak semua mainan buatan rumah aman ditinggal. Mainan bertali, bulu, dan wadah berisi biji-bijian sebaiknya hanya dikeluarkan saat kamu ikut bermain, lalu disimpan lagi.
6. Periksa dan pensiunkan mainan rusak:
Sebagaimana dikutip dari American Cat Company, University of Wisconsin School of Veterinary Medicine menyarankan agar pemilik memastikan tidak ada hiasan yang longgar, memotong lingkaran atau label yang menjuntai, dan segera membuang potongan yang tergigit lepas.
7. Rotasi mainan agar tidak bosan:
Simpan sebagian mainan dan keluarkan bergantian setiap beberapa hari. Kucing cepat bosan dengan mainan yang sama, jadi rotasi membuat mainan lama terasa baru lagi.
8. Jangan jadikan tangan atau kaki sebagai mainan:
Mungkin terlihat lucu saat anak kucing menggigit jarimu, tapi kebiasaan ini bisa terbawa sampai dewasa ketika gigi dan cakarnya sudah tajam. Alihkan gigitannya ke tikus kaus kaki atau tongkat pancing.Â
9. Sesuaikan dengan usia kucing:
Anak kucing biasanya mau bermain dengan hampir semua benda, sementara kucing dewasa cenderung lebih pilih-pilih. Coba beberapa jenis mainan lalu perhatikan mana yang paling sering ia mainkan. Supaya lebih mudah, kamu bisa pakai tabel berikut sebagai panduan cepat. Merujuk panduan keamanan dari PrettyLitter, tidak semua mainan buatan rumah aman dimainkan kucing sendirian, karena sebagian membutuhkan pengawasan langsung untuk mencegah kecelakaan.   Â
| Jenis Mainan | Aman Dimainkan Sendiri? | Catatan Penggunaan |
|---|---|---|
| Tikus kaus kaki (dijahit rapat) | Ya | Cek jahitan seminggu sekali |
| Gulungan tisu berisi camilan | Ya | Ganti jika basah atau sobek |
| Kardus puzzle berlubang | Ya | Haluskan tepi lubang, buang jika hancur |
| Kantong kertas | Ya | Gunting tali pegangan, jangan pakai plastik |
| Tongkat pancing/tali berbulu | Tidak | Selalu diawasi, simpan setelah bermain |
| Wadah berisi biji/lonceng kecil | Tidak | Pastikan tertutup rapat, hanya saat diawasi |
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Mainan Kucing
Bahan apa yang paling aman untuk membuat mainan kucing sendiri?
Bahan yang paling aman antara lain kaus kaki katun, kain perca tebal, kapas, kardus, gulungan tisu, dan kantong kertas. Hindari karet gelang, benang tipis, manik-manik, kantong plastik, serta isian berupa biji-bijian atau butiran plastik. Prinsipnya, makin sederhana dan makin sedikit bagian kecil yang bisa lepas, makin aman mainan itu.
Apakah semua kucing suka mainan berisi catnip?
Tidak semua kucing bereaksi terhadap catnip. Sebagian kucing jadi sangat aktif atau tenang setelah menciumnya, sebagian lain tidak menunjukkan reaksi apa pun. Kalau kucingmu tidak tertarik, mainan tanpa catnip tetap bisa menarik baginya selama bentuk dan gerakannya menyerupai mangsa.
Berapa lama mainan buatan sendiri bisa dipakai?
Umur pakainya tergantung bahan dan seberapa sering kucing menggigitnya. Mainan dari kardus dan gulungan tisu biasanya cepat rusak, sedangkan mainan kaus kaki yang dijahit rapat bisa bertahan lebih lama. Periksa mainan secara rutin dan segera ganti jika jahitannya robek, isinya keluar, atau mulai hancur jadi serpihan kecil.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4976748/original/009737400_1729605432-WISUDA_AKBAR_TAHFIDZ_QURAN_PELAJAR_TANGERANG_MENGAJI_-PJ_WALIKOTA_11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377113/original/037024400_1792405855-01M59S1BV7YAYZ1A0RGRFY301F.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379573/original/017422100_1792639063-f7fbcd2d-9449-4478-9870-c6892970c0ad.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379054/original/098267200_1792573104-mel-elias-2_KjpNXFl5M-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315870/original/049043400_1785900014-20260805_101903.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291739/original/068539700_1783575979-COver.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153865/original/001824700_1592288896-pexels-photo-1543793.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499639/original/041314900_1770791571-unnamed__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373998/original/046315700_1792029255-3ce29b47-c007-4a20-96d2-43e9e35b95df.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371964/original/052876500_1791860193-pexels-udoka-gabriel-1914060-20131038.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9370720/original/039441000_1791685168-tempat_berteduh_1.jpg)