Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 18

Al-Baqarah Ayat 18

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

صُمٌّ ۢ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَۙ

Ṣummum bukmun ‘umyun fahum lā yarji‘ūn(a).

Arti

Mereka tuli, bisu dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Mereka seperti orang tuli, sebab mereka telah kehilangan fungsi pendengaran dengan tidak mengikuti kebenaran yang didengar. Mereka juga seperti orang bisu karena tidak mengucapkan kebenaran oleh sebab hati mereka tertutup, sehingga tidak tergerak melakukan itu. Dan mereka juga seperti orang buta, karena kehilangan fungsi penglihatan, baik melalui mata kepala (basar) ataupun mata hati (basirah), dengan tidak mengambil pelajaran dari hal-hal yang mereka lihat, sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat kembali dari kesesatan itu kepada kebenaran yang telah mereka jual dan tinggalkan.

Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan orang-orang munafik itu tidak hanya seperti orang yang kehilangan cahaya terang, tetapi juga seperti orang yang kehilangan beberapa indra yang pokok. Tidak dapat mendengar, bicara dan melihat. Orang yang seperti ini tentu akhirnya mengalami kebinasaan.

Mereka dikatakan tuli karena tidak mendengarkan nasihat dan petunjuk bahkan mereka tidak paham, meskipun mendengar. Dikatakan bisu, karena mereka tidak mau menanyakan hal-hal yang kabur bagi mereka, tidak meminta penjelasan dan petunjuk sehingga mereka kehilangan kesempatan untuk mengambil manfaat dari segala pelajaran dan ilmu pengetahuan yang dikemukakan rasul. Dikatakan buta, karena mereka kehilangan manfaat pengamatan dan manfaat pelajaran. Mereka tidak dapat mengambil pelajaran dari segala kejadian yang mereka alami, dan pengalaman bangsa-bangsa lain.

Mereka tidak dapat kembali ke jalan yang benar, karena sifat-sifat tersebut di atas dan mereka tetap membeku di tempatnya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang munafik diibaratkan tuli karena tidak mengikuti kebenaran dan petunjuk yang didengar, bahkan tidak memahaminya.
  • Mereka diibaratkan bisu karena tidak mengucapkan kebenaran dan tidak mau menanyakan hal-hal yang kabur, sehingga kehilangan kesempatan mengambil manfaat dari ilmu.
  • Mereka diibaratkan buta karena tidak mengambil pelajaran dari apa yang dilihat, baik melalui mata kepala maupun mata hati.
  • Akibat sifat-sifat tersebut, mereka tidak dapat kembali dari kesesatan menuju jalan yang benar.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 18?

Ayat ini menjelaskan kondisi orang-orang yang digambarkan seperti tuli, bisu, dan buta secara spiritual. Mereka telah kehilangan fungsi pendengaran, ucapan, dan penglihatan terhadap kebenaran, sehingga pada akhirnya mereka tidak dapat kembali dari kesesatan.

Apa makna dari gambaran 'tuli, bisu, dan buta' dalam Surat Al-Baqarah ayat 18?

Gambaran 'tuli' berarti mereka tidak mendengarkan atau memahami nasihat dan petunjuk kebenaran. 'Bisu' berarti mereka tidak mengucapkan kebenaran dan tidak mau bertanya untuk mencari penjelasan. 'Buta' berarti mereka kehilangan fungsi penglihatan, baik mata fisik maupun hati, sehingga tidak mengambil pelajaran dari apa yang mereka lihat atau alami.

Mengapa mereka tidak dapat kembali ke jalan yang benar?

Mereka tidak dapat kembali ke jalan yang benar karena sifat-sifat spiritual tuli, bisu, dan buta yang telah melekat pada mereka. Kondisi ini menyebabkan mereka tetap membeku dalam kesesatan dan tidak dapat mengambil manfaat dari pelajaran.