6 Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Orang yang Berniat Buruk, Simak Waktu Terbaik agar Makbul

Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari kezaliman.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 09:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kehidupan, niat buruk dapat muncul di balik hubungan sosial, transaksi, lingkungan kerja, maupun pergaulan. Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari kezaliman, tipu daya, hasad, dan berbagai bentuk keburukan yang dilakukan orang lain.

Doa memohon perlindungan dari kejahatan orang yang berniat buruk menjadi salah satu bentuk ikhtiar batin ketika menghadapi situasi yang tidak dapat sepenuhnya dikendalikan. Al-Qur'an mengajarkan umat Islam untuk berlindung kepada Allah dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk bisikan yang menyesatkan dan gangguan manusia.

Prinsip tersebut antara lain tercermin dalam Surah An-Nas serta Surah Ali 'Imran ayat 173 yang mengajarkan sikap berserah diri dan bertawakal kepada Allah ketika menghadapi ancaman.

Syaikh Abdurrazzaq al-Badr melalui Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah menempatkan doa sebagai sarana seorang hamba mendekatkan diri dan meminta pertolongan kepada Allah. Terdapat berbagai zikir perlindungan dari keburukan diri, setan dan gangguan lainnya.

Pembahasan mengenai doa perlindungan juga ditemukan dalam Koleksi Doa dan Zikir karya Ustaz Salehuddin bin Abu Samah. Doa dan zikir perlindungan ditempatkan sebagai amalan yang dapat dibaca pada pagi dan petang untuk memohon penjagaan Allah dari berbagai gangguan, baik yang bersumber dari manusia maupun setan.

Doa-Doa Memohon Perlindungan dari Kejahatan Orang yang Berniat Buruk

Doa menjadi bentuk pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Pada saat yang sama, doa perlu disertai ikhtiar nyata, seperti menjaga batas pergaulan, berhati-hati dalam bertransaksi, menghindari situasi berbahaya, serta berani mengambil langkah yang diperlukan ketika menghadapi tindakan zalim.

1. Doa Agar Disembunyikan dari Pandangan Orang Hasad dan Zalim

Arab: اللَّهُمَّ يَا مَنْ نُورُهُ فِي سِرِّهِ وَسِرُّهُ فِي خَلْقِهِ أَخْفِنِي عَنْ أَعْيُنِ النَّاظِرِينَ وَقُلُوبِ الْحَاسِدِينَ وَالْبَاغِينَ كَمَا أَخْفَيْتَ الرُّوحَ فِي الْجَسَدِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Allaahumma yaa man nuuruhu fii sirrihii wa sirruhu fii khalqihii, akhfinii ‘an a‘yunin naazhiriina wa quluubil haasidiina wal baaghina kamaa akhfaitar ruuha fil jasadi innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Artinya: “Ya Allah, Tuhan yang cahaya-Nya berada dalam rahasia-Nya dan rahasia-Nya berada dalam makhluk-Nya, lindungilah aku dari pandangan orang-orang yang hasad dan orang-orang yang zalim, sebagaimana Engkau melindungi ruh dalam tubuh. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa ini berdumber dari Abwab al-Faraj karya Muhammad bin ‘Alawi al-Maliki. Doa ini memohon agar Allah menutupi hamba dari mata orang yang berniat jahat, sehingga niat buruk mereka tidak menemukan sasaran.

2. Doa Berlindung dari Kejahatan Manusia secara Menyeluruh

Arab: اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ وَنَدْرَأُ بِكَ فِي نُحُورِهِمْ

Latin: Allaahumma innaa na‘uudzu bika min syuruurihim wa nadra’u bika fii nuhuurihim.

Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka, dan kami memohon kepada-Mu agar Engkau menolak keburukan mereka dari hadapan kami.”

Doa ini berdumber dari Hadis riwayat Abu Dawud dalam Al-Adab. Doa ini dibaca Nabi ketika beliau merasa waspada terhadap suatu kaum. Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar membolehkan doa seperti ini ketika ada kekhawatiran terhadap kejahatan seseorang.

3. Doa Hasbunallah wa Ni‘mal Wakil

Arab: حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Latin: Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil.

Artinya: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.”

Doa ini berdumber dari QS Ali ‘Imran: 173. Dalam Tafsir As-Sa’di, ayat ini turun saat umat Islam menghadapi ancaman setelah Perang Uhud, dan kalimat ini justru menambah iman serta keberanian mereka. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menganjurkan membacanya saat menghadapi urusan besar.

4. Doa Agar Tidak Dizalimi dan Tidak Menzalimi

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, serta berbuat bodoh atau diperbodohi.”

Doa ini berdumber dari HR Abu Dawud dan Tirmidzi. Doa ini mencakup perlindungan dua arah, agar tidak menjadi pelaku kejahatan dan agar tidak menjadi korban kejahatan.

5. Doa Berlindung dari Kejahatan Diri dan Setan

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ

Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min syarri nafsii wa min syarrish syaithaani wa syirkih.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan setan serta kesyirikannya.”

Doa ini berdumber dari Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani; HR Abu Dawud dan Ibnu Majah. Doa ini dibaca pagi dan petang sebagai benteng dari bisikan yang berasal dari dalam diri maupun dari setan. Ibnu Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan menegaskan bahwa setan masuk melalui pintu syubhat dan syahwat, sehingga zikir dan doa menjadi penawarnya.

6. Doa dengan Nama Allah yang Tidak Mudarat

Arab: بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Latin: Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma‘asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas samii‘ul ‘aliim.

Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak pula di langit; Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini berdumber dari HR Tirmidzi dari Utsman bin Affan. Doa ini dibaca tiga kali pada pagi dan sore; barangsiapa membacanya, tidak ada sesuatu pun yang mampu membahayakannya.

Waktu Terbaik Membaca Doa Perlindungan dari Kejahatan Orang Berniat Buruk

1. Pagi dan sore

Membaca doa perlindungan pada pagi dan sore sebanyak tiga kali, terutama doa Bismillahillazi la yadhurru. Waktu ini menjadi benteng awal dan akhir hari.

2. Setelah shalat Maghrib dan Subuh

Doa perlindungan dibaca setelah shalat Maghrib dan Subuh masing-masing tujuh kali. Waktu ini termasuk waktu pergantian siang dan malam yang rawan gangguan.

3. Saat merasa terancam atau terdesak

Doa perlindungan dapat dibaca saat terdesak, misalnya ketika menghadapi orang yang berniat jahat. Doa menjadi respons pertama, bukan panik atau balas dendam.

4. Sebelum Keluar Rumah atau Bepergian

Doa keluar rumah dan doa naik kendaraan membantu menghadapi interaksi dengan orang yang mungkin berniat buruk di jalan atau tempat tujuan.

5. Saat Menghadapi Konflik atau Orang yang Menzalimi

Doa Hasbunallah wa ni‘mal wakil dan doa Allahumma inna na‘udzu bika min syururihim relevan dibaca ketika menghadapi tekanan, ancaman, atau kezaliman.

6. Setelah Shalat Fardhu

Doa setelah shalat fardhu memiliki peluang besar untuk dikabulkan, sebagaimana disebut dalam berbagai riwayat tentang waktu mustajab.

 

Pertanyaan Seputar Doa Melindungi Diri

1. Apa doa paling singkat untuk melindungi diri dari orang yang berniat buruk? “Hasbunallaahu wa ni‘mal wakiil” dan “Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma‘asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas samii‘ul ‘aliim” dapat dibaca sebagai doa ringkas saat merasa terancam.

2. Kapan doa perlindungan dari kejahatan orang sebaiknya dibaca?

Pagi dan sore, setelah shalat Maghrib dan Subuh, saat merasa terancam, sebelum keluar rumah, dan saat menghadapi konflik atau kezaliman.

3. Bolehkah membaca doa perlindungan dengan bahasa sendiri?

Boleh, tetapi doa yang diajarkan Nabi dan para ulama lebih utama karena maknanya lengkap. Jika berdoa dengan bahasa sendiri, jagalah adab dan jangan memohon hal yang bertentangan dengan syariat.

4. Apa tanda doa perlindungan mulai berdampak?

Hati lebih tenang, tidak mudah panik, mampu menahan amarah, dan merasa cukup dengan pertolongan Allah.

5. Apakah doa saja cukup tanpa usaha menjaga diri?

Tidak. Doa harus disertai ikhtiar: berhati-hati dalam pergaulan, menjaga batas komunikasi, memperkuat keamanan, dan tidak memancing permusuhan.