10 Makanan Terpedas di Dunia Versi PepperScale, Ada Kari hingga Mi Kuah Korea

10 Makanan Terpedas di Dunia Versi PepperScale ini siap menguji nyali pencinta pedas! Ada kari phaal yang ekstrem, mi kuah Korea, hingga ayam bakar khas Jamaika

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 08:30 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Makanan pedas selalu punya tempat tersendiri di hati pencinta kuliner. Sensasi panas di lidah, aroma rempah yang kuat, hingga rasa gurih yang membuat ingin terus menyuap sering kali menjadi daya tarik tersendiri. Namun, di berbagai negara, ada hidangan yang menawarkan pengalaman pedas jauh lebih menantang daripada sekadar menambahkan sambal ke dalam makanan.

PepperScale, situs yang membahas cabai dan kuliner pedas, merangkum 10 makanan terpedas di dunia yang layak dikenal para pencinta sensasi membakar lidah. Daftarnya mencakup kari phaal yang terkenal ekstrem, vindaloo khas India, mi kuah Korea, hingga hidangan daging dari Jamaika dan Haiti. Setiap makanan memiliki karakter pedas, bahan, serta latar belakang kuliner yang berbeda.

Menariknya, daftar tersebut tidak sekadar mengumpulkan makanan yang diberi tambahan cabai superpedas. PepperScale berfokus pada hidangan utuh yang memang memiliki reputasi pedas. Jadi, daya tariknya bukan hanya tingkat panasnya, melainkan juga perpaduan rempah dan tradisi memasak dari negara asalnya. Lantas apa saja makanan terpedas di dunia versi PepperScale? Melansir dari PepperScale, Selasa (20/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Phaal, kari dengan reputasi pedas ekstrem

Phaal atau phall dikenal sebagai salah satu kari paling pedas yang bisa ditemukan di restoran kari Inggris. Menurut PepperScale, hidangan ini merupakan kreasi Inggris-India yang populer karena tingkat kepedasannya yang ekstrem. Berbeda dari kari biasa yang menonjolkan keseimbangan rempah, phaal kerap dibuat untuk memberikan tantangan tersendiri bagi orang yang berani mencobanya.

Phaal umumnya memiliki kuah kental berbahan dasar tomat yang dipadukan dengan cabai berlevel pedas tinggi. Beberapa jenis cabai yang dapat digunakan antara lain Scotch bonnet, ghost pepper, dan habanero. Bahan lain seperti jahe dan fenugreek turut memberikan karakter rempah yang khas.

Karena rasa pedasnya bisa sangat intens, phaal terkadang disajikan bersama yoghurt untuk membantu meredakan sensasi panas. Hidangan ini juga dikenal sebagai menu tantangan di sejumlah tempat makan. Meski begitu, tingkat kepedasan dapat berbeda tergantung resep dan jumlah cabai yang digunakan.

2. Goan vindaloo, kari India dengan pengaruh Portugis

Goan vindaloo berasal dari Goa, wilayah di India yang memiliki sejarah panjang hubungan dengan Portugis. Hidangan ini berakar dari masakan Portugis bernama carne de vinho d’alhos, yakni daging yang dimarinasi dengan anggur, cuka, dan bawang putih. Setelah berkembang di India, resepnya beradaptasi dengan bahan dan selera setempat.

Salah satu ciri vindaloo adalah penggunaan rempah dan cabai yang menghasilkan rasa kuat. Dalam perkembangannya, asam jawa dapat digunakan sebagai pengganti cuka untuk memberikan rasa asam. Cabai yang dibawa dari benua Amerika oleh bangsa Portugis turut memengaruhi perkembangan masakan Goa dan kemudian menjadi bagian penting dalam berbagai hidangan India.

Vindaloo tradisional Goa juga memiliki keunikan pada penggunaan daging babi, yang relatif tidak umum di banyak wilayah India lainnya. Namun, bahan dan tingkat kepedasannya dapat bervariasi menurut resep. Hidangan ini cocok dikenali oleh pencinta kari yang ingin menikmati perpaduan rasa pedas, asam, gurih, dan kaya rempah.

3. Jjambbong, mi kuah Korea yang kaya cabai

Pencinta kuliner Korea mungkin sudah tidak asing dengan jjambbong, yang juga ditulis jjamppong. Hidangan ini berupa mi berkuah dengan rasa gurih dan pedas, biasanya dilengkapi aneka makanan laut, sayuran, serta kaldu yang kaya rasa. PepperScale menyebut bubuk cabai Korea atau gochugaru sebagai salah satu sumber kepedasan utamanya.

Kuah jjambbong dapat dibuat menggunakan kaldu babi, sementara beberapa versi menambahkan ayam, ikan teri kering, atau rumput laut untuk memperkuat rasa umami. Isian seperti cumi-cumi, kerang, udang, jamur shiitake, bawang bombai, dan kol membuat hidangan ini terasa semakin beragam.

Jjambbong juga memiliki latar belakang kuliner yang menarik. Hidangan tersebut berkembang melalui pengaruh kuliner Tiongkok dan Jepang di Korea. Perpaduan mi, kuah berbumbu, cabai, serta makanan laut menjadikannya pilihan bagi pencinta mi pedas yang menginginkan lebih dari sekadar rasa panas di lidah.

4. Sichuan hotpot, kuah pedas untuk disantap bersama

Sichuan hotpot merupakan hidangan khas wilayah Sichuan di Tiongkok yang juga erat kaitannya dengan kuliner Chongqing. Cara menikmatinya cukup unik: panci berisi kuah panas diletakkan di tengah meja, lalu orang-orang memasak berbagai bahan langsung di dalamnya. Daging, makanan laut, sayuran, dan mi dapat dicelupkan ke dalam kuah sebelum disantap.

Ciri utama hotpot ini terletak pada kombinasi cabai dan Sichuan peppercorn. Keduanya tidak sama. Cabai memberikan sensasi pedas, sedangkan Sichuan peppercorn terkenal dengan sensasi getir, kesemutan, atau kebas ringan yang khas di mulut. Perpaduan tersebut membuat pengalaman menyantapnya berbeda dari makanan pedas yang hanya mengandalkan cabai.

Sichuan hotpot bukan hanya soal rasa, tetapi juga kebersamaan. Hidangan ini biasa dinikmati sambil mengobrol, dengan setiap orang memilih dan memasak bahan sesuai selera. Bagi pencinta makanan pedas, hotpot ini menawarkan pengalaman yang bisa disesuaikan, meski kuahnya dapat terasa sangat kuat apabila menggunakan banyak cabai dan rempah.

5. Jamaican jerk chicken, ayam bakar pedas dari Karibia

Asal: Jamaika

Jamaican jerk chicken merupakan hidangan ayam panggang khas Jamaika yang terkenal dengan bumbu marinasi kaya rempah. Ayam biasanya dimasak di atas bara arang, sehingga menghasilkan aroma panggang yang khas. Namun, bukan hanya aroma yang menjadi daya tariknya. Cabai Scotch bonnet memberikan sensasi pedas yang menjadi salah satu ciri penting masakan ini.

Selain cabai, bumbu jerk menggunakan daun bawang, bawang putih, dan allspice. Rempah terakhir ini memberikan karakter aroma yang kompleks dan berbeda dari bumbu ayam bakar pada umumnya. Proses marinasi yang lama juga berperan penting agar bumbu meresap ke dalam daging. Beberapa resep bahkan membiarkan ayam terendam bumbu selama 24 jam atau lebih.

Keunikan jerk chicken terletak pada keseimbangan rasa pedas, gurih, aromatik, dan sedikit manis dari rempah. Hidangan ini menunjukkan bahwa makanan pedas tidak selalu harus berbentuk sup atau kari. Ayam panggang dengan bumbu yang tepat pun bisa menawarkan sensasi pedas yang kuat sekaligus menggugah selera.

6. Kimchi jjigae, sup Korea dengan rasa asam dan pedas

Kimchi jjigae merupakan hidangan berkuah khas Korea yang menggunakan kimchi sebagai bahan utama. Kimchi sendiri adalah sayuran fermentasi yang umumnya dibuat dari sawi putih dan dibumbui cabai. Ketika dimasak menjadi jjigae, kimchi menghasilkan kuah dengan perpaduan rasa asam, gurih, dan pedas yang cocok disantap bersama nasi hangat.

Sumber kepedasannya berasal dari gochugaru yang digunakan dalam kimchi serta gochujang, pasta cabai Korea yang sering ditambahkan ke dalam masakan. Kimchi jjigae biasanya dilengkapi protein, seperti daging babi berlemak atau perut babi. Ada pula variasi yang menggunakan daging sapi, ayam, maupun tahu untuk pilihan yang berbeda.

Menariknya, kimchi jjigae tidak selalu memiliki tingkat kepedasan yang sama. Jumlah cabai, jenis kimchi, lama memasak, dan komposisi bumbu dapat memengaruhi rasa akhirnya. Hidangan ini cocok bagi pencinta kuliner Korea yang ingin merasakan kuah pedas dengan karakter fermentasi yang khas, bukan sekadar rasa cabai yang menyengat.

7. Papas a la Huancaína, hidangan kentang khas Peru

Papas a la Huancaína merupakan hidangan kentang dari Peru yang memiliki tampilan kuning cerah. Warnanya mungkin tidak langsung mengingatkan orang pada makanan superpedas, tetapi sausnya menggunakan ají amarillo, yaitu cabai kuning khas Peru yang memberikan rasa pedas sekaligus karakter buah yang khas.

Saus tradisionalnya dibuat dari keju queso fresco, ají amarillo, sedikit minyak, dan susu. Biskuit asin dapat ditambahkan untuk membantu mengentalkan saus sekaligus memberikan tekstur. Dalam pengolahan modern, bahan-bahan tersebut biasanya diblender hingga halus, sedangkan cara tradisional menggunakan alat penumbuk.

Berbeda dari banyak makanan pedas yang disajikan mengepul panas, papas a la Huancaína umumnya dihidangkan pada suhu ruang. Saus berwarna kuning yang melapisi kentang membuatnya tampak lembut dan menggugah selera. Hidangan ini memperlihatkan bahwa sensasi pedas dapat hadir dalam bentuk saus yang creamy, tidak melulu berupa kuah merah atau bumbu berminyak.

8. Sik sik wat, semur daging pedas dari Ethiopia

Sik sik wat adalah hidangan semur daging sapi dari Ethiopia yang terkenal dengan bumbu berempah dan rasa pedasnya. Dalam tradisi kuliner Ethiopia, istilah wat merujuk pada hidangan semur atau masakan berkuah kental. Sik sik wat memperoleh sebagian besar karakter pedasnya dari berbere, campuran rempah yang digunakan dalam berbagai masakan negara tersebut.

Berbere memiliki komposisi yang dapat berbeda menurut resep. Campurannya bisa mencakup cabai, kayu manis, fenugreek, dan ketumbar. Pada sik sik wat, penggunaan cabai dalam bumbu berbere menjadi salah satu faktor yang menghasilkan rasa pedas kuat. Hidangan ini juga dapat menggunakan pure tomat, anggur, serta niter kibbeh, yaitu mentega yang dijernihkan dan diberi rempah.

Sik sik wat biasanya disantap bersama injera, roti pipih khas Ethiopia yang dibuat dari tepung teff, atau nasi. Kombinasi daging yang dimasak hingga berbumbu, saus kental, dan rempah yang kompleks membuatnya menarik bagi pencinta masakan berempah. Ini juga menjadi contoh bagaimana tradisi kuliner Afrika menawarkan karakter pedas yang berbeda dari kari Asia.

9. Spicy wings, sayap ayam dengan tingkat pedas yang terus berkembang

Spicy wings atau sayap ayam pedas merupakan hidangan yang populer di Amerika Serikat dan kemudian dikenal luas di berbagai negara. Salah satu versi yang paling terkenal adalah Buffalo wings. Hidangan ini berkembang menjadi beragam kreasi dengan saus dan bumbu yang tingkat kepedasannya semakin tinggi.

Menurut PepperScale, Buffalo wings yang dikenal pada masa awal kemunculannya relatif tidak terlalu pedas jika dibandingkan dengan variasi ekstrem yang tersedia saat ini. Seiring berkembangnya tren tantangan makanan pedas, sejumlah restoran mulai menawarkan sayap ayam dengan tambahan cabai superpedas, termasuk ghost pepper dan Carolina Reaper.

Daya tarik spicy wings terletak pada perpaduan kulit ayam yang gurih, tekstur renyah, dan lapisan saus pedas. Namun, tidak semua sayap ayam pedas memiliki tingkat panas yang sama. Ada versi dengan rasa pedas ringan yang masih seimbang dengan rasa gurih, sementara versi ekstrem sengaja dibuat untuk orang yang ingin menguji toleransi terhadap cabai.

10. Griot, daging babi goreng khas Haiti

Griot merupakan salah satu hidangan utama dalam kuliner Haiti. Makanan ini dibuat dari potongan bahu babi yang dibumbui, dimasak hingga empuk, lalu digoreng sampai bagian luarnya terasa renyah. Keistimewaannya terletak pada bumbu epis, campuran aromatik yang menggunakan bahan seperti air jeruk, bawang putih, daun bawang, dan cabai Scotch bonnet.

Sebelum dimasak, daging biasanya dibersihkan dengan air jeruk dan dimarinasi menggunakan epis. Daging kemudian direbus atau dimasak perlahan sebelum digoreng. Proses tersebut membantu menghasilkan tekstur yang kontras: bagian luar renyah, sedangkan bagian dalam tetap terasa lebih lembut.

Griot secara tradisional disajikan bersama pikliz, yakni acar sayuran khas Haiti yang bercita rasa asam dan pedas. Kombinasi daging berbumbu, tekstur renyah, serta pelengkap yang segar membuat hidangan ini memiliki karakter kuat. Meski tidak berbentuk kari atau sup, griot masuk daftar PepperScale karena penggunaan cabai dalam bumbunya.

Pertanyaan & Jawaban Seputar Makanan Terpedas di Dunia

1. Apa makanan terpedas di dunia versi PepperScale?

Phaal berada di urutan pertama dalam daftar 10 makanan terpedas yang dibahas PepperScale. Kari ini terkenal dengan penggunaan cabai berlevel pedas tinggi, seperti Scotch bonnet, ghost pepper, dan habanero.

2. Apakah makanan terpedas di dunia semuanya berasal dari Asia?

Tidak. Daftar PepperScale mencakup hidangan dari berbagai wilayah, termasuk Asia, Karibia, Afrika, dan Amerika. Contohnya adalah Sichuan hotpot dari Tiongkok, jerk chicken dari Jamaika, sik sik wat dari Ethiopia, dan griot dari Haiti.

3. Apa perbedaan phaal dan vindaloo?

Keduanya merupakan hidangan kari yang terkenal pedas. Phaal merupakan kreasi Inggris-India yang kerap dibuat menggunakan cabai superpedas, sedangkan vindaloo berasal dari Goa, India, dengan akar resep Portugis dan perpaduan rempah khas India.

4. Apakah jjambbong sama dengan mi instan Korea superpedas?

Tidak. Jjambbong merupakan hidangan mi berkuah yang biasanya menggunakan kaldu, sayuran, dan makanan laut. Mi instan superpedas merupakan produk berbeda, meskipun keduanya dapat menggunakan cabai Korea untuk menghasilkan rasa pedas.

5. Apa makanan pedas khas Korea selain jjambbong?

Kimchi jjigae juga dikenal sebagai hidangan pedas khas Korea. Sup atau semur ini menggunakan kimchi dan dapat dilengkapi daging maupun tahu, tergantung resepnya.