Gaya Hidup Mewah Tanpa Boros, Begini Cara Menyeimbangkan Flexing dan Tabungan

Tekanan mengikuti tren dan gaya hidup mewah di media sosial bisa memicu belanja impulsif. Kenali cara mengatur keuangan agar kebutuhan masa depan tetap aman.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 20:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gaya hidup mewah kerap identik dengan barang bermerek, liburan mahal, restoran eksklusif, serta pengalaman istimewa yang dibagikan di media sosial. Di tengah tren flexing, pengeluaran tak lagi sekadar untuk memenuhi kebutuhan atau menikmati hasil kerja, tapi juga menjadi cara menunjukkan pencapaian dan status sosial.

Menikmati hidup tidak harus selalu menguras dompet. Membeli barang yang disukai, mencoba pengalaman baru, atau sesekali memanjakan diri tetap bisa dilakukan tanpa mengorbankan tabungan. Kuncinya adalah memahami perbedaan antara pengeluaran yang memberi kepuasan dan pembelian impulsif akibat keinginan sesaat.

Melansir Northwestern, Jumat (23/10/2026), Survei Sentimen Konsumen 2025 menunjukkan bahwa banyak keluarga berupaya lebih bijak dalam membelanjakan uang sekaligus mempersiapkan keuangan untuk masa depan.

Survei yang melibatkan 2.511 orang dewasa di Amerika Serikat pada November 2025 itu juga menyoroti pentingnya menghindari pembelian impulsif tanpa menghilangkan anggaran untuk menikmati hal-hal istimewa yang sudah direncanakan.

Kesadaran finansial semakin penting ketika media sosial menghadirkan gambaran kehidupan serba mewah yang mudah memicu keinginan untuk mengikuti tren. Tanpa batas pengeluaran yang jelas, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain dapat mendorong belanja di luar kemampuan.

Di sisi lain, terlalu membatasi pengeluaran untuk kesenangan juga bisa membuat pengelolaan keuangan terasa berat. Menyisihkan anggaran khusus untuk hiburan dan kebutuhan pribadi membantu menjaga keseimbangan antara menikmati hasil kerja, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan membangun tabungan secara konsisten.

Tentukan Tujuan Keuangan

Menyeimbangkan kebiasaan menabung dan gaya hidup konsumtif dapat dimulai dengan menentukan prioritas keuangan. Mengutip Uba Group, tujuan finansial yang jelas membantu seseorang menyusun anggaran realistis sekaligus membangun kebiasaan menabung secara konsisten.

Tetapkan sasaran sesuai kebutuhan, mulai dari menyiapkan dana darurat, merencanakan liburan impian, hingga membeli barang mewah. Dengan begitu, pengeluaran untuk kesenangan tetap terarah dan tidak mengganggu kebutuhan utama.

Selanjutnya, pantau arus kas dengan mencatat biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, tagihan, serta pengeluaran tambahan untuk hiburan dan belanja. Anda bisa menggunakan aplikasi keuangan, spreadsheet, atau catatan sederhana untuk mengevaluasi kebiasaan belanja.

Perhatikan pula pengaruh media sosial terhadap keputusan membeli. Saat melihat teman atau influencer memamerkan barang mahal, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau sekadar memicu keinginan mengikuti tren.

Langkah ini membantu menjaga anggaran tetap terkendali tanpa harus menghilangkan kesenangan pribadi.

Belanja Mewah Boleh Saja, Asalkan Punya Batas

Menikmati hasil kerja melalui pembelian barang berkualitas, menginap di tempat nyaman, atau mencoba pengalaman baru bisa menjadi bentuk apresiasi terhadap diri sendiri. Hal terpenting bukanlah harga yang dibayar, melainkan kesesuaian pengeluaran dengan kemampuan finansial dan kepuasan yang diperoleh.

Sebanyak 79 persen responden menyatakan bersedia menunda pengeluaran kecil untuk kesenangan sesaat demi menabung untuk acara dan pengalaman yang lebih berkesan.

Sementara itu, Business Insider melalui tulisan Ramit Sethi, pakar keuangan asal Amerika Serikat, menyoroti bahwa membelanjakan uang untuk hal yang benar-benar disukai tidak selalu berarti pemborosan.

Agar tetap bijak, pertimbangkan manfaat sebelum melakukan pembelian. Pastikan barang atau pengalaman tersebut memang diinginkan dan biayanya tidak mengganggu anggaran. Jika masih ragu, tunda transaksi untuk menghindari keputusan impulsif yang berujung penyesalan.

Utamakan Tabungan

Prinsip menabung terlebih dahulu sebelum menikmati kesenangan dapat membantu menjaga kesehatan keuangan. Setelah menerima penghasilan, sisihkan dana untuk kebutuhan rutin, tabungan, dan tujuan jangka panjang agar tidak hanya mengandalkan sisa uang di akhir bulan.

Prioritaskan pula dana darurat untuk menghadapi pengeluaran tak terduga tanpa harus berutang. Setelah kebutuhan utama terpenuhi, tentukan anggaran khusus untuk belanja tambahan atau pengalaman istimewa.

Saat merencanakan liburan, bandingkan destinasi yang menawarkan pengalaman serupa dengan biaya lebih terjangkau. Manfaatkan program loyalitas perjalanan, hadiah, atau diskon untuk menekan pengeluaran tanpa mengurangi kenyamanan.

Anda juga bisa memilih aktivitas lokal, mengunjungi tempat wisata gratis, atau mencoba destinasi berbiaya rendah. Dengan perencanaan yang tepat, anggaran liburan tetap terkendali, sementara kesempatan menikmati pengalaman baru tidak harus dikorbankan.