Tren Wellness Tourism, Liburan Sambil Olahraga yang Bikin Tubuh dan Pikiran Sehat

Wellness tourism jadi salah satu tren wisata yang sedang naik daun.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 19:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wellness tourism menjadi tren perjalanan bagi wisatawan yang ingin memadukan liburan dengan aktivitas untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran. Pengalaman ini dapat berupa kegiatan fisik, menikmati alam, atau aktivitas relaksasi selama bepergian.

Melansir National Geographic, Jumat (23/10/2026), tren wisata kebugaran pada 2026 semakin mengarah pada pengalaman yang dekat dengan alam, kegiatan luar ruang, dan cara baru untuk merawat diri. Wisatawan tidak hanya mempertimbangkan tempat yang ingin dikunjungi, tetapi juga pengalaman yang ingin diperoleh selama perjalanan.

Global Wellness Institute mendefinisikan wellness tourism sebagai perjalanan yang berkaitan dengan upaya mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pribadi. Konsep ini berbeda dari wisata medis, yang berfokus pada perawatan atau penanganan kondisi kesehatan.

Dalam wellness tourism, aktivitas dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup yang mendukung kesejahteraan, bukan sebagai pengganti layanan medis. Perjalanan ini tidak harus sepenuhnya berfokus pada kesehatan.

Wisatawan juga dapat menyisipkan kegiatan yang mendukung kebugaran ketika melakukan perjalanan untuk keperluan lain, termasuk liburan biasa atau perjalanan bisnis. Pasarnya juga bernilai besar.

Global Wellness Institute mencatat pengeluaran wellness tourism global mencapai USD 894 miliar pada 2024, atau setara sekitar Rp 16 triliun. Perhitungan ini mencakup pengeluaran wisatawan untuk akomodasi, makanan dan minuman, aktivitas, belanja, serta transportasi selama perjalanan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa wisata kebugaran bukan hanya pilihan bagi wisatawan tertentu, melainkan sektor yang melibatkan banyak bagian industri pariwisata.

Olahraga Jadi Tujuan Liburan

Olahraga kini dapat menjadi alasan utama seseorang bepergian ke luar kota atau negeri. Salah satu bentuknya adalah athleisure tourism, yakni perjalanan yang berpusat pada kegiatan olahraga dan kebugaran.

Wisatawan mendatangi destinasi tertentu untuk mengikuti maraton, triatlon, atau kompetisi kebugaran seperti Hyrox, yang menggabungkan lari dengan latihan fungsional. Tren ini didorong oleh meningkatnya minat terhadap lari rekreasional dan acara olahraga yang melibatkan banyak peserta.

Sejumlah maraton besar di Tokyo, Boston, Berlin, dan London, misalnya, menarik pelari dari berbagai negara. Laporan Priority Pass yang diberitakan Sports Tourism News pada Februari 2026 mencatat 20 persen responden bepergian terutama untuk berolahraga.

Sebanyak 46 persen wisatawan olahraga juga tertarik menjelajahi kota baru melalui perjalanan terkait olahraga. Bagi peserta, perlombaan menjadi tujuan perjalanan sekaligus cara merasakan kota melalui rute dan suasana acara.

Menikmati Kebugaran di Alam

Wisatawan dapat menikmati pengalaman kebugaran di alam melalui aktivitas yang memanfaatkan kondisi khas destinasi. Tren pada 2026 mencakup berendam di sumber air panas alami, menikmati kolam geotermal, hingga mencoba air dingin yang berasal dari kawasan gletser.

Islandia menjadi salah satu tujuan yang menawarkan pengalaman tersebut. Negara ini memiliki Blue Lagoon dan sejumlah pemandian air panas yang berada di tengah lanskap vulkanik. Perpaduan air hangat dan pemandangan alam menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin bersantai.

Pengalaman ini juga memperlihatkan bagaimana sumber daya alam membentuk karakter wisata di suatu wilayah. Sumber air panas, mineral, dan bentang alam dapat menjadi daya tarik khas yang tidak tersedia di semua destinasi.

Sebelum mencoba aktivitas tersebut, wisatawan tetap perlu mengikuti arahan pengelola serta memperhatikan kondisi tubuh, terutama saat berhadapan dengan suhu air yang ekstrem.

Menginap Dekat Alam untuk Beristirahat

Akomodasi yang dekat dengan alam menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin beristirahat jauh dari suasana perkotaan. Bentuknya beragam, mulai dari kabin di antara pepohonan, yurt, hingga pondok di tepi danau. Penginapan seperti ini menawarkan pengalaman menginap yang menempatkan suasana sekitar sebagai bagian utama perjalanan.

Sebagian akomodasi juga sengaja menyediakan akses internet terbatas agar tamu dapat mengurangi penggunaan perangkat digital. Di Inggris, penyedia kabin Unplugged melaporkan kenaikan pemesanan sebesar 25 persen pada 2025 dan menambah 20 kabin untuk memenuhi permintaan.

Konsep tersebut memberi kesempatan bagi tamu untuk mengambil jeda dari pekerjaan dan notifikasi harian. Wisatawan bisa membaca, menikmati pemandangan, atau beristirahat tanpa harus terus memeriksa layar.

Teknologi tidak harus ditinggalkan sepenuhnya. Memilih tempat tenang dan mengatur waktu penggunaan gawai juga dapat membantu menciptakan waktu rehat.