Viral Menantu Pamer Kekayaan, Anggota DPRD Lampung Tengah Buka Suara

Dhea pamer barang-barang bermerek hingga bukti pembayaran operasi plastik aRp 67,7 juta.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 05:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Dhea Adita Aprilia menjadi sorotan publik setelah sejumlah tangkapan layar unggahan lamanya kembali viral di media sosial. Dalam unggahan tersebut, Dhea terlihat memamerkan barang-barang bermerek, mulai dari tas mewah, perhiasan, hingga bukti pembayaran operasi plastik senilai sekitar Rp 67,7 juta.

Unggahan itu memancing beragam reaksi warganet. Selain invoice operasi plastik bernilai puluhan juta rupiah, sejumlah foto memperlihatkan kotak belanja dari merek-merek ternama semakin memicu perbincangan mengenai gaya hidup Dhea.

Di tengah ramainya perbincangan, beredar narasi yang menyebut Dhea merupakan menantu Anggota DPRD Lampung Tengah periode 2024-2029 dari Partai Golkar, Syaifudin. Dhea juga disebut aktif sebagai kader Partai Golkar di Lampung.

Menanggapi viralnya unggahan tersebut, Syaifudin membenarkan bahwa Dhea merupakan menantunya. Namun, ia menegaskan gaya hidup Dhea bukan sesuatu yang baru karena berasal dari keluarga yang telah berkecukupan sejak lama.

Menurut Syaifudin, orang tua Dhea merupakan keluarga berada. Bahkan, kata dia, mertuanya pernah menjabat sebagai manajer di salah satu perusahaan besar di Lampung.

"Dia anak tunggal. Dari kecil memang sudah terbiasa hidup berkecukupan. Sejak sekolah pun sudah biasa menggunakan mobil," kata Syaifudin dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (26/7/2026).

Dia mengaku heran karena unggahan lama menantunya kembali diangkat dan menjadi viral. Menurutnya, penyebaran ulang unggahan tersebut berlangsung secara masif dan terkesan terstruktur.

 

"Itu postingan lama, tapi diunggah lagi oleh banyak akun dalam waktu berdekatan. Saya melihat ada pihak tertentu yang memang ingin membawa-bawa nama saya," jelasnya.

Syaifudin menegaskan anak dan menantunya bukan pejabat publik. Menurut dia, keduanya menjalankan usaha sendiri sehingga unggahan di media sosial merupakan aktivitas pribadi.

"Yang pejabat itu saya, bukan anak saya. Mereka swasta dan punya usaha sendiri," katanya.

Ia juga meminta keluarganya menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati menggunakan media sosial.

"Ke depan saya minta keluarga lebih mawas diri, lebih hati-hati dalam bersikap dan menggunakan media sosial," ucapnya.

Syaifudin mengungkapkan telah berkoordinasi dengan kuasa hukum terkait penyebaran ulang unggahan yang dinilai menyeret nama pribadinya.

Dia menyebut tim hukumnya telah berkomunikasi dengan pihak berwenang untuk mengkaji kemungkinan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan narasi tersebut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan lawyer dan pihak berwajib. Nanti akan diambil langkah-langkah sesuai ketentuan yang berlaku," pungkasnya.