Pramono Ungkap Rencana Revitalisasi TK Negeri 01 Tambora yang Ambruk

Pramono mengatakan, rencana revitalisasi tersebut telah masuk dalam agenda Pemprov DKI Jakarta.

Diterbitkan 24 Oktober 2026, 07:47 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • TK Negeri 01 Tambora akan direvitalisasi, DED siap, perbaikan mulai tahun depan.
  • Kondisi TK 01 Tambora tidak layak, siswa sementara belajar di SMP 32.
  • 16 dari 19 sekolah direvitalisasi selesai, 3 dalam proses, didukung DPRD.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap rencana revitalisasi Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri 01 Tambora yang bangunannya ambruk sejak lima tahun lalu.

Pramono mengatakan, rencana revitalisasi tersebut telah masuk dalam agenda Pemprov DKI Jakarta. Saat ini, perencanaan teknis atau Detailed Engineering Design (DED) telah disiapkan.

"TK 01 itu sementara ini menempati area di SMP 32. Dan di tahun ini TK tersebut sudah masuk dalam rencana untuk dilakukan revitalisasi, DED (Detailed Engineering Design)-nya sudah masuk,” kata Pramono kepada media di Jakarta Jumat (23/10/26).

Pramono berharap proses perbaikan bangunan sekolah tersebut dapat dimulai pada tahun depan.

“Mudah-mudahan bisa diawali tahun depan untuk melakukan perbaikan pembangunan yang ada,” ujar Pramono.

Pramono mengonfirmasi bahwa kondisi bangunan TK tersebut sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

“Memang betul selama beberapa waktu karena kondisi TK-nya tidak proper sehingga dipindahkan. Dan ketika dipindahkan di SMP 32 sekarang ini sebenarnya sudah berjalan dengan baik,” jelas dia.

Pramono juga meminta jajaran dinas terkait memprioritaskan penyelesaian perencanaan teknis agar pembangunan dapat dikerjakan pada tahun depan.

“Sekali lagi saya sudah meminta kepada Ibu Kepala Dinas untuk memprioritaskan TK ini lebih diprioritaskan DED tahun 2027 dikerjakan,” tandas Pramono.

Revitalisasi 19 Sekolah di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, revitalisasi sekolah di Jakarta masih berlangsung hingga saat ini. Dari total 19 sekolah yang direvitalisasi, sebanyak 16 sekolah telah selesai diperbaiki, sementara tiga lainnya masih dalam proses penyelesaian.

“Di Jakarta di tahun kemarin ada revitalisasi 19 sekolah. Dari 19 sekolah itu, 16 sudah selesai termasuk sekolah ini dan tiga belum selesai,” kata Pramono dalam konferensi pers, Senin (12/10/2026).

Pramono menjelaskan, tiga sekolah yang belum sepenuhnya rampung tersebut meliputi SD Negeri 1 Cipete Utara, SD Negeri Setiabudi 01, dan SMK 37. Dua sekolah di antaranya kini telah memasuki tahap finalisasi.

“Sebenarnya dua lagi sudah selesai, kurangnya itu di bawah 1%. Sudah finalisasi dan dianggap sudah selesai. Namun memang belum digunakan. Nanti segera saya minta kepada Kepala Dinas untuk melakukan finalisasi supaya bisa digunakan untuk belajar-mengajar,” ujar Pramono.

Pramono juga menyampaikan bahwa seluruh anggaran revitalisasi 19 sekolah tersebut mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.

“Kami alhamdulillah di-support sepenuhnya oleh DPRD Provinsi DKI Jakarta, untuk 19 gedung tadi, total biayanya sebanyak 876,79 miliar rupiah. Termasuk yang kemarin atau beberapa 3–4 bulan yang lalu yang sempat heboh di SD Negeri 9 dan SD Negeri 11 Kebayoran Lama, alhamdulillah sebenarnya sudah kita groundbreaking,” tutur Pramono.

Pramono menambahkan, ke depannya ia akan kembali mengecek kesesuaian pelaksanaan groundbreaking di sejumlah sekolah lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6