Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 21

Al-Baqarah Ayat 21

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Yā ayyuhan-nāsu‘budū rabbakumul-lażī khalaqakum wal-lażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn(a).

Arti

Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Setelah menjelaskan tiga golongan manusia dalam menyikapi kebenaran Al-Qur'an, yaitu orang-orang bertakwa, kafir, dan munafik, selanjutnya Allah menyeru kepada manusia secara umum agar beragama secara benar melalui tiga hal: hanya beribadah kepada Allah (ayat 21-22), percaya kepada risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yakni Al-Qur'an, (ayat 23-24), dan beriman kepada hari kebangkitan (ayat 25). Wahai manusia! Sembahlah dan beribadahlah secara tulus kepada Tuhanmu sebab Dia yang telah menciptakan dan memelihara kamu dan orang-orang yang sebelum kamu dari yang sebelumnya tiada. Dia adalah satu-satunya Pencipta segala sesuatu. Perintah beribadah itu ditujukan agar kamu bertakwa dan dapat memelihara diri serta terhindar dari murka dan siksa Allah. Dengan beribadah, berarti kita telah mempersiapkan diri untuk mengagungkan Allah, sehingga jiwa menjadi suci dan tunduk kepada kebenaran.

Tafsir Tahlili

Ayat-ayat ini memerintahkan beribadah dan menyembah kepada Allah. Perintah beribadah ini ditujukan oleh Allah kepada seluruh manusia sejak zaman dahulu dengan perantaraan rasul-rasul-Nya. Allah berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ اُمَّةٍ رَّسُوْلًا اَنِ اعْبُدُوا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَۚ ٣٦ (النحل)

Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ”Sembahlah Allah, dan jauhilah Ṭāgūt.” (an-Naḥl/16: 36).

Tiap-tiap rasul memulai dakwahnya dengan seruan kepada kaumnya agar menyembah Allah saja. Misalnya, Allah SWT berfirman:

فَقَالَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ

“.... Lalu dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada tuhan (sembahan) bagimu selain Dia. …” (al-A‘rāf/7: 59)

Beribadah kepada Allah ialah menghambakan diri kepada-Nya, dengan penuh kekhusyukan, memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya, karena merasakan bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan, menguasai, memelihara dan mendidik seluruh makhluk. Ibadah seorang hamba sebagaimana yang disebutkan itu akan dinilai Allah swt menurut niat hamba yang melakukannya.

Pada ayat ini Allah swt disebut dengan “rabb”, kemudian diiringi dengan perkataan “…yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelummu…” Hal ini memberi pengertian bahwa Allah menciptakan manusia, mengembangbiakkannya, memberi taufik, menjaga dan memelihara, dan memberi nikmat agar dengan nikmat itu manusia dapat melaksanakan tugas-tugasnya sebagai hamba Allah. Semua rahmat tersebut diberikan kepada manusia sejak permulaan adanya, sampai akhir kehidupannya di dunia ini. Barang siapa yang mensyukuri nikmat Allah maka akan ditambahkan-Nya nikmat itu, sebaliknya barang siapa yang mengingkari nikmat Allah, maka ia akan menerima azab di dunia sebagaimana yang telah ditimpakan-Nya kepada umat-umat yang terdahulu dan di akhirat nanti akan disediakan azab yang pedih.

Allah swt berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ٧ (ابرٰهيم)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrāhīm/14: 7).

Dengan beribadah kepada Allah sebagaimana yang diperintahkan itu, manusia akan terhindar dari azab Allah dan ia akan mencapai derajat yang tinggi lagi sempurna.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah menyeru seluruh manusia untuk menyembah dan beribadah secara tulus hanya kepada-Nya, sebagaimana perintah ini telah disampaikan melalui rasul-rasul-Nya sejak dahulu.
  • Perintah beribadah ini didasari fakta bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta dan Pemelihara yang telah menciptakan manusia dan orang-orang sebelum mereka.
  • Tujuan ibadah adalah agar manusia bertakwa, memelihara diri dari murka dan siksa Allah, serta mencapai derajat yang tinggi dan sempurna.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 21?

Surat Al-Baqarah ayat 21 menyeru seluruh manusia untuk beribadah secara tulus kepada Allah. Seruan ini didasarkan pada fakta bahwa Allah adalah Tuhan yang telah menciptakan dan memelihara manusia serta orang-orang sebelum mereka. Tujuan dari perintah beribadah ini adalah agar manusia bertakwa, memelihara diri dari murka dan siksa Allah, serta menyucikan jiwa mereka.

Apa tujuan perintah menyembah Allah dalam Surat Al-Baqarah ayat 21?

Perintah menyembah Allah dalam ayat ini bertujuan agar manusia bertakwa, dapat memelihara diri serta terhindar dari murka dan siksa Allah. Dengan beribadah, jiwa menjadi suci dan tunduk kepada kebenaran, sehingga manusia dapat terhindar dari azab Allah dan mencapai derajat yang tinggi lagi sempurna.

Apa yang dimaksud dengan beribadah kepada Allah menurut tafsir Surat Al-Baqarah ayat 21?

Menurut tafsir, beribadah kepada Allah berarti menghambakan diri kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa hanya Allah-lah yang menciptakan, menguasai, memelihara, dan mendidik seluruh makhluk.