Liputan6.com, Jakarta - Shalat witir menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan sebagai penutup rangkaian shalat malam. Pada rakaat terakhir, umat Islam dapat membaca doa qunut sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT atas petunjuk, kebaikan, kesehatan, serta perlindungan dari berbagai keburukan. Terdapat berbagai keutamaan membaca doa qunut witir bagi yang istiqamah mengamalkannya.
Doa qunut witir memiliki landasan dari tuntunan Rasulullah SAW yang diriwayatkan melalui Hasan bin Ali RA. Dalam Ebook Tata Cara Qunut Witir Ramadhan karya Firanda Andirja Abidin, riwayat tersebut menjadi salah satu dasar pembahasan mengenai bacaan qunut yang diajarkan Nabi SAW kepada cucunya. Doa ini berisi permohonan agar seorang muslim memperoleh petunjuk, keselamatan, keberkahan, serta dijauhkan dari keburukan.
Dalam kajian fikih, qunut witir juga menjadi bagian dari pembahasan mengenai ibadah malam dan doa seorang hamba kepada Allah. Bacaan yang dilafalkan pada penghujung shalat witir tersebut mengandung sejumlah permohonan penting yang berkaitan dengan kehidupan seorang muslim, mulai dari hidayah hingga perlindungan dari ketetapan buruk. Karena itu, memahami maknanya dapat membantu jamaah tidak sekadar membaca, tetapi juga menghayati isi doa.
Advertisement
Pembahasan mengenai qunut witir tidak berhenti pada persoalan bacaan dan tata cara pelaksanaannya. Keutamaan, landasan hukum, redaksi doa, serta kandungan maknanya juga penting dipahami agar ibadah dilakukan dengan pengetahuan yang memadai.
Keutamaan Membaca Doa Qunut Witir
Keutamaan qunut witir tidak terlepas dari kedudukan shalat witir itu sendiri sebagai “mahkota shalat malam”. Doa yang dipanjatkan di dalamnya menjadi sarana untuk meraih berbagai fadhilah (keutamaan) yang agung.
1. Memperoleh Petunjuk (Hidayah) yang Sempurna
Keutamaan pertama dan paling fundamental adalah permohonan petunjuk kepada Allah. Lafal “Allahummahdinii fiiman hadait” (Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk) bukanlah permintaan hidayah biasa, melainkan permohonan agar dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang telah dipilih Allah untuk mendapat cahaya kebenaran.
Menurut penjelasan dalam Ebook Tata Cara Qunut Witir Ramadhan karya Firanda Andirja Abidin, doa ini diajarkan langsung oleh Nabi SAW, menunjukkan bahwa hidayah yang dimaksud mencakup ilmu yang benar dan taufik untuk mengamalkannya.
Syaikh Zulkifli Al-Bakri dalam karyanya Syarah Makna Lafaz Doa Qunut menegaskan bahwa permohonan ini adalah inti dari kebahagiaan hidup, karena tanpa petunjuk, amal sebanyak apa pun tidak akan bernilai di sisi Allah.
2. Mendapatkan Perlindungan dan Kesehatan (‘Afiyah)
Lafal “wa ‘aafinii fiiman ‘aafait” mengandung permohonan perlindungan menyeluruh, baik dari penyakit badan maupun penyakit hati. Dalam tradisi para ulama, ‘afiyah dipahami sebagai keadaan selamat dari segala musibah dan fitnah, sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dalam Al-Adzkar bahwa doa qunut witir mencakup permohonan keselamatan dunia dan akhirat.
Ebook Bacaan Doa Qunut dan Artinya, mengartikan ‘afiyah sebagai “keselamatan sebagaimana mereka yang telah Engkau beri keselamatan,” yang mencakup kesehatan fisik, ketenangan jiwa, dan terjaganya kehormatan diri.
Keutamaan ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan kehidupan modern yang penuh tekanan dan ketidakpastian.
3. Dijadikan Wali (Kekasih) Allah dan Diberi Keberkahan Rezeki
Doa “wa tawallanii fiiman tawallait” memohon agar Allah menjadikan hamba-Nya sebagai wali (kekasih dan penolong). Status wali Allah adalah kedudukan tertinggi yang diraih melalui ketakwaan dan istiqamah.
Konsekuensi dari kedudukan ini adalah jaminan pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan, sebagaimana disebutkan dalam Kupas Tuntas Qunut Subuh karya Galih Maulana, Lc., bahwa qunut adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah untuk memperoleh perlindungan-Nya.
Selanjutnya, lafal “wa baarik lii fiimaa a’thait” (berkahilah untukku apa yang telah Engkau berikan) memohon keberkahan pada rezeki dan nikmat yang telah diterima.
Keberkahan (barakah) berarti bertambahnya kebaikan dan manfaat, sehingga sedikit harta bisa terasa cukup dan mendatangkan ketenangan, mengutip pandangan ulama tentang keutamaan qunut witir dalam memperlancar rezeki.
4. Terlindungi dari Keburukan Takdir (Qadha’) yang Buruk
Lafal “wa qinii syarra maa qadhait” adalah bentuk tawakal tingkat tinggi: menerima takdir Allah, namun memohon agar dijauhkan dari dampak buruk yang mungkin terkandung di dalamnya.
Dalam Ebook Tata Cara Qunut Witir Ramadhan, Firanda Andirja Abidin menjelaskan bahwa seorang hamba diperbolehkan memohon perlindungan dari keburukan takdir, karena Allah-lah yang Maha Menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Nya.
Keutamaan ini memberikan ketenangan batin bahwa segala yang terjadi berada dalam kendali Allah, dan hamba hanya perlu berlindung kepada-Nya.
5. Meneladani Sunnah Nabi SAW dan Para Sahabat
Membaca qunut witir adalah bentuk ittiba’ (mengikuti) sunnah Nabi SAW. Hadis dari Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i menjadi dalil utama disyariatkannya amalan ini.
Dalam Kupas Tuntas Qunut Subuh, Galih Maulana, Lc. menegaskan bahwa mayoritas ulama (jumhur) dari kalangan sahabat, tabi’in, dan imam mujtahidin berpendapat bahwa qunut, termasuk qunut witir, adalah sunnah yang dianjurkan. Dengan mengamalkannya, seorang muslim tidak hanya meraih pahala, tetapi juga menghidupkan warisan spiritual yang telah dijaga selama berabad-abad.
Hukum Membaca Qunut pada Shalat Witir Hukum membaca qunut pada shalat witir merupakan salah satu perkara khilafiyah (yang diperselisihkan) di kalangan ulama. Namun, pendapat yang paling kuat dan dipegang oleh mayoritas (jumhur) ulama adalah sunnah.
Secara lebih rinci, terdapat empat pendapat utama tentang hukum qunut witir:
• Pertama, Mazhab Hanafi: Wajib. Ibnu ‘Abidin dalam Hasyiyah Ibnu ‘Abidin (2/6) menyatakan bahwa qunut hukumnya wajib menurut Abu Hanifah, meskipun menurut dua muridnya (Abu Yusuf dan Muhammad bin Hasan As-Syaibani) hukumnya sunnah.
• Kedua, Jumhur Ulama: Sunnah. Ini adalah pendapat mayoritas ulama dan yang dianggap lebih kuat (arjahu). Pendapat ini dianut oleh mazhab Syafi’i, dan menjadi dasar praktik qunut witir di separuh akhir Ramadhan. Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ (4/24) menegaskan bahwa qunut witir disunnahkan, terutama pada separuh akhir Ramadhan.
• Ketiga, Mazhab Maliki: Makruh. Al-Khurosyi dalam Syarh Mukhtashor Kholil (1/282) menyatakan bahwa hukum qunut pada selain shalat Subuh adalah makruh, namun jika dilakukan, shalatnya tidak batal.
• Keempat, Sebagian Ulama: Bid’ah. Pendapat ini dinukilkan dari Al-Hasan Al-Bashri, sebagaimana disebutkan dalam Al-Majmu’ karya An-Nawawi (4/24).
Bagi umat Islam yang mengikuti pendapat jumhur, membaca qunut witir, terutama pada separuh akhir Ramadhan, adalah amalan sunnah yang mendatangkan pahala, dan tidak berdosa jika ditinggalkan.
Lafal Doa Qunut Witir: Arab, Latin, dan Artinya
Redaksi doa qunut witir yang paling masyhur dan diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah doa yang diterima dari Hasan bin Ali RA. Berdasarkan Ebook Bacaan Doa Qunut dan Artinya (tanpa pengarang), Ebook Tata Cara Qunut Witir Ramadhan (Firanda Andirja Abidin), dan Kupas Tuntas Qunut Subuh (Galih Maulana, Lc.), berikut adalah teks lengkapnya untuk shalat munfarid (sendirian), yang kemudian diubah ke bentuk jamak (kami) ketika menjadi imam.
Teks Arab (Munfarid):
اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
Latin (Munfarid):
Allāhumma hdinī fīman hadait, wa ‘āfinī fīman ‘āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a‘thait, wa qinī syarra mā qadhait, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alaik, wa innahū lā yadzillu man wālaīt, wa lā ya‘izzu man ‘ādaīt, tabārakta rabbanā wa ta‘ālaīt. wa shallallāhu ‘alan-nabī muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa bāraka wa sallam.
Artinya (Munfarid): “Ya Allah, berikanlah aku petunjuk sebagaimana orang yang Engkau beri petunjuk. Dan berikanlah keselamatan padaku sebagaimana mereka yang telah Engkau beri keselamatan. Dan peliharalah aku sebagaimana mereka yang telah Engkau pelihara. Dan berikanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku. Dan jagalah aku dari kejahatan apa saja yang telah Engkau tetapkan. Karena sesungguhnya Engkaulah yang menghukumi dan tidak dihukum. Dan sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau tolong. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Agunglah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Maha Luhurlah Engkau. Dan semoga Allah tetap memberi rahmat pada Nabi Muhammad, keluarganya, para sahabatnya, serta memberikan keberkahan dan kesejahteraan.”
Versi Imam (Jamak)
Ketika menjadi imam, dianjurkan mengubah kata ganti tunggal (-nī, lī) menjadi jamak (-nā, lanā) agar doa mencakup seluruh jamaah, sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ (4/16). Lafal “ihdinī” menjadi “ihdinā”, “‘āfinī” menjadi “‘āfinā”, “tawallanī” menjadi “tawallanā”, “bārik lī” menjadi “bārik lanā”, dan “qinī” menjadi “qinā”.
Kandungan Mendalam Bacaan Qunut Witir
Setiap untaian lafal dalam doa qunut witir mengandung pesan spiritual yang mendalam. Berdasarkan penjelasan para ulama, berikut adalah kandungan maknanya:
1. Tauhid Uluhiyah dan Rububiyah
Doa ini seluruhnya dialamatkan kepada Allah (Allāhumma) dan menegaskan bahwa hanya Allah yang berhak memberi petunjuk, kesehatan, perlindungan, dan keberkahan.
Kalimat “fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alaik” (Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang menetapkan atas-Mu) adalah deklarasi tauhid rububiyah yang paling tegas: Allah adalah satu-satunya Dzat yang berkuasa mutlak, sedangkan segala sesuatu selain-Nya tunduk pada ketetapan-Nya.
2. Tawakal dan Ridha terhadap Qadha’.
Permohonan “wa qinī syarra mā qadhait” mengajarkan keseimbangan antara tawakal dan ikhtiar spiritual. Seorang hamba menerima bahwa segala sesuatu telah ditetapkan, namun ia tetap memohon agar dijauhkan dari keburukan. Ini adalah bentuk tawakal yang aktif, bukan pasif; hati berserah, tetapi lisan terus memohon kebaikan.
3. Syukur dan Pengakuan atas Nikmat.
Lafal “wa bārik lī fīmā a‘thait” mengandung pengakuan bahwa segala nikmat berasal dari Allah. Memohon keberkahan adalah bentuk syukur tingkat lanjut: tidak hanya menerima pemberian, tetapi juga memohon agar pemberian itu mendatangkan manfaat yang berlipat.
Dalam Lafal Qunut Witir dan Penjelasan Maknanya, dijelaskan bahwa keberkahan mencakup keberkahan dalam ilmu, amal, rezeki, dan keluarga.
4. Kebutuhan akan Perlindungan dari Kesombongan dan Kehinaan
Kalimat “lā yadzillu man wālaīt, wa lā ya‘izzu man ‘ādaīt” (tidak akan hina orang yang Engkau tolong, dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi) adalah pelajaran tentang standar kemuliaan yang sejati.
Kemuliaan bukanlah diukur dari harta, jabatan, atau pengakuan manusia, melainkan dari kedekatan dengan Allah. Siapa yang Allah tolong, tidak akan pernah hina; siapa yang Allah musuhi, tidak akan pernah mulia.
5. Shalawat sebagai Penutup Doa
Penambahan shalawat kepada Nabi SAW di akhir qunut witir, sebagaimana disebutkan dalam Ebook Bacaan Doa Qunut dan Artinya, bukanlah tanpa alasan. Shalawat adalah doa yang pasti dikabulkan, dan menjadi wasilah (perantara) agar doa-doa sebelumnya juga diterima.
Firanda Andirja Abidin dalam ebook-nya mengingatkan, “Jangan lupa di akhir doa qunut baca shalawat untuk Nabi Muhammad SAW”.
Pertanyaan Seputar Doa Qunut Witir
1. Apakah hukum membaca doa qunut witir?
Hukumnya sunnah menurut pendapat jumhur (mayoritas) ulama, termasuk mazhab Syafi’i. Jika dikerjakan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak berdosa.
2. Kapan waktu yang dianjurkan untuk membaca qunut witir?
Menurut mazhab Syafi’i, dianjurkan pada separuh akhir bulan Ramadhan (mulai malam ke-16), meskipun sebagian ulama menganjurkan sepanjang tahun.
3. Apa saja keutamaan membaca doa qunut witir?
Di antaranya: memperoleh petunjuk, kesehatan dan perlindungan (‘afiyah), keberkahan rezeki, perlindungan dari keburukan takdir, serta meneladani sunnah Nabi SAW dan para sahabat.
4. Apakah doa qunut witir harus dibaca dengan lafal tertentu?
Tidak ada lafal yang pasti (ta‘yīn). Doa apa pun yang mengandung kebaikan boleh dibaca. Namun, lafal yang paling utama adalah doa yang diajarkan Nabi SAW kepada Hasan bin Ali, sebagaimana disebutkan dalam Ebook Tata Cara Qunut Witir Ramadhan.
5. Apakah wanita yang shalat sendirian juga membaca qunut witir?
Ya, sebagaimana laki-laki, wanita yang shalat witir sendirian juga disunnahkan membaca doa qunut witir, dengan menggunakan kata ganti tunggal (*-nī*), karena tidak menjadi imam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378737/original/019231300_1792561477-cpns_honorer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378727/original/040838400_1792560617-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353323/original/048061500_1789960533-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T101401.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377372/original/080560200_1760091737-Sholat_Sunnah.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366385/original/031825200_1791264228-197.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378673/original/034722600_1792557805-1000665856.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378843/original/058311000_1792565352-IMG-20261019-WA0006.jpg)