Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 117

Al-Baqarah Ayat 117

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

Badī‘us-samāwāti wal-arḍ(i), wa iżā qaḍā amran fa'innamā yaqūlu lahū kun fayakūn(u).

Arti

(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Allah pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan, mengadakan, dan mewujudkan sesuatu, tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadi lah sesuatu itu.

Tafsir Tahlili

Allah adalah Mahapencipta. Dia menciptakan sesuatu dengan tidak mencontoh kepada apa yang telah ada, tidak menggunakan suatu bahan atau alat yang telah ada. Allah menciptakan dari yang tidak ada. Demikianlah Allah menciptakan langit dan bumi, dari yang semula tidak ada menjadi ada.

Menurut bunyi ayat, Allah menciptakan sesuatu dengan perkataan "kun" (jadilah), ungkapan ini adalah simplikasi atau penyederhanaan tentang Mahabesarnya kekuasaan Allah, apa saja yang dikehendaki untuk ditetapkan semua terjadi dengan mudah. Sedang yang dimaksud dengan menciptakan hanyalah sekadar misal saja, agar mudah dipahami oleh hamba-hamba-Nya. Tentang cara Allah mengadakan sesuatu dan bagaimana proses terjadinya sesuatu, hanya Allah Yang Mahatahu.

Firman Allah dalam ayat sebelumnya menjelaskan bahwa “apa-apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah dan semuanya itu tunduk dan patuh kepada Nya” merupakan pernyataan atas kekuasaan dan keperkasaan Nya. Dia yang menciptakan, Dia yang mengatur dan berkuasa atas segalanya.

Kata “fa yakun”, yang berarti “maka jadilah” di sini tidak mesti diartikan bahwa sesuatu itu terjadi seketika itu juga, melainkan melalui tahapan proses yang memerlukan waktu. Setiap tahapan proses yang berlangsung dalam alam ini pasti akan berlaku hukum alam yakni ketentuan-ketentuan Allah atau sunatullāh.

Proses rekayasa konstruktif dari bentuk ketersediaan bahan baku mentah menjadi bentuk barang jadi akan membutuhkan proses yang terkadang panjang dan perlu waktu. Proses terjadinya minyak bumi ataupun mineral-mineral berharga menelan waktu yang sangat lama menurut hitungan manusia.

Dalam proses penciptaan alam jagat ini, perhatikan firman Allah dalam Surah al-Anbiyā'/21: 30, yang artinya:

…Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (al-Anbiyā'/21: 30)

Ayat di atas menjelaskan, bahwa dahulunya langit dan bumi itu suatu yang padu kemudian Allah pisahkan keduanya menjadi yang satu langit dan yang satu lagi adalah bumi. Tetapi proses pemisahan ini tidak terjadi secara seketika. Proses ini berlangsung dalam jutaan tahun. Pembentukan yang satu padu tersebut pun mungkin memerlukan proses dan waktu, tidak seketika.

Begitu pula dalam penciptaan manusia pertama, Adam AS, Siti Hawa, Isa AS dan kita serta mahluk-mahluk lain yang ada dalam alam jagat raya ini semuanya akan berlangsung dalam tahapan proses sesuai yang telah ditetapkan Nya, walaupun sesungguhnya Allah mampu merubah ketentuan-ketentuan Nya yang sudah ada menjadi ketentuan lain sesuai dengan kehendakNya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah adalah pencipta langit dan bumi, yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan tanpa contoh, bahan, atau alat.
  • Apabila Allah hendak menetapkan atau mewujudkan sesuatu, Dia hanya berkata 'Jadilah!', dan hal itu pun terjadi. Ini menunjukkan kebesaran kekuasaan Allah dan kemudahan-Nya dalam menciptakan.
  • Ungkapan 'maka jadilah' tidak mesti diartikan terjadi seketika, melainkan dapat melalui tahapan proses yang memerlukan waktu sesuai ketentuan Allah (sunatullah).

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 117?

Surat Al-Baqarah ayat 117 menjelaskan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan, mengadakan, dan mewujudkan sesuatu, tidak ada halangan sedikit pun bagi-Nya, Dia hanya berkata kepadanya, "Jadilah!", maka jadilah sesuatu itu.

Bagaimana Allah menciptakan sesuatu menurut Surat Al-Baqarah ayat 117?

Allah menciptakan sesuatu dengan tidak mencontoh apa yang telah ada, tidak menggunakan bahan atau alat, melainkan menciptakan dari yang tidak ada. Ungkapan "Jadilah!" (Kun) adalah penyederhanaan tentang Mahabesarnya kekuasaan Allah agar mudah dipahami oleh hamba-hamba-Nya, menunjukkan bahwa apa saja yang dikehendaki-Nya terjadi dengan mudah.

Apakah penciptaan oleh Allah dengan perintah "Jadilah!" (Kun) selalu terjadi seketika?

Tidak mesti seketika. Kata "fa yakun" (maka jadilah) tidak selalu berarti sesuatu itu terjadi secara langsung, melainkan dapat melalui tahapan proses yang memerlukan waktu. Setiap tahapan proses ini berlangsung sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah atau sunatullah, seperti proses penciptaan langit dan bumi yang memerlukan jutaan tahun.