Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 65

Al-Baqarah Ayat 65

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ الَّذِيْنَ اعْتَدَوْا مِنْكُمْ فِى السَّبْتِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُوْنُوْا قِرَدَةً خَاسِـِٕيْنَ

Wa laqad ‘alimtumul-lażīna‘tadau minkum fis-sabti faqulnā lahum kūnū qiradatan khāsi'īn(a).

Arti

Dan sungguh, kamu telah mengetahui orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu pada hari Sabat, lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina!”

Tafsir

Tafsir Wajiz

Ayat ini menjelaskan tentang sikap dan keingkaran Bani Israil. Sejalan dengan hal itu, Allah menegur dan memurkai mereka. Sungguh, kamu, wahai Bani Israil, telah mengetahui hukuman yang diterima oleh orang-orang yang melakukan pelanggaran di antara kamu dengan tetap mencari ikan pada hari Sabat, yakni hari Sabtu, hari khusus untuk beribadah bagi orang Yahudi, padahal kamu semua sudah sepakat untuk menjadikannya sebagai hari ibadah dan tidak melakukan pekerjaan lain. Karena itu lalu Kami katakan kepada mereka, “Jadilah kamu kera yang hina.” Pada saat itu berubahlah fisik dan atau sikap mereka seperti kera.

Tafsir Tahlili

Dalam ketentuan syariat agama Yahudi, pada hari ketujuh, Sabat (dari bahasa Ibrani, shabbath, berarti “istirahat”) orang dilarang mengerjakan apa pun, karena hari itu khusus untuk ibadah. Dalam bahasa Arab sabt (Sabtu), dari kata sabata, yasbitu, sabtan, juga berarti “istirahat” atau “tenang.” Pada hari itu setelah “langit, bumi, dan segala isinya diselesaikan” Tuhan beristirahat. “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya” (Kejadian ii. 1-3), yang juga dipakai untuk merayakan terbebasnya orang Israil dari perbudakan di Mesir. Menurut Perjanjian Lama, mereka yang melanggar kekudusan Sabat, termasuk menangkap ikan pada hari itu, dapat dijatuhi hukuman mati: “Siapa yang melanggar kekudusan hari Sabat itu pastilah ia dihukum mati, sebab orang yang melakukan pekerjaan pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara bangsanya”. (Kitab Keluaran 31. 14).

Pada hari yang sangat dihormati itu biasanya ikan-ikan bebas bermunculan sehingga menutupi permukaan air laut, karena hari itu tidak ada orang yang berani mengganggunya. Di luar hari Sabtu ikan-ikan itu menghilang lagi (al-A‘rāf/7 : 163). Banyak mufasir menyebutkan, larangan ini oleh mereka diakali; pada hari-hari sebelum Sabat mereka membuat kolam besar dan air laut dialirkan ke dalamnya. Pada hari Ahad mereka bekerja mengambil ikan yang sudah terjaring itu. Tetapi dalam hukum Tuhan mereka tetap melanggar, maka Allah menjatuhkan hukuman dengan menjadikan mereka kera, sehingga mereka jauh dari kebajikan serta hina dan rendah.

Menurut Mujāhid, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Jarīr, “Fisik mereka tidak ditukar menjadi kera, tetapi hati, jiwa, dan sifat merekalah yang dijadikan seperti kera, sehingga mereka tidak dapat menerima pengajaran dan tidak dapat memahami ancaman.” Pada ayat ini mereka diserupakan dengan kera dan pada ayat yang lain mereka diserupakan dengan keledai, sesuai dengan firman Allah:

مَثَلُ الَّذِيْنَ حُمِّلُوا التَّوْرٰىةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوْهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ اَسْفَارًا

Perumpamaan orang-orang yang diberi tugas membawa Taurat, kemudian mereka tidak membawanya (tidak mengamalkannya) adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal.….(al-Jumu‘ah/62:5)

Jumhur ulama berpendapat bahwa mereka benar-benar bertukar wujud menjadi kera sebagai hukuman terhadap keingkaran mereka. Di dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka yang diubah menjadi kera tidak beranak, tidak makan, tidak minum, dan tidak dapat hidup lebih dari tiga hari. Di dalam Al-Qur’an terdapat ayat yang serupa maksudnya:

وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيْرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوْتَۗ

… Dan di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah Tagut.”…(al-Mā’idah/5:60).

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Bani Israil melanggar ketentuan hari Sabat (Sabtu), yang dikhususkan untuk ibadah, dengan tetap mencari ikan.
  • Mereka mengakali larangan mencari ikan pada hari Sabat dengan membuat kolam penampungan ikan sebelum hari Sabat dan mengambilnya setelahnya.
  • Sebagai hukuman atas pelanggaran tersebut, Allah mengubah mereka menjadi kera yang hina, baik secara fisik maupun sifat.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 65?

Surat Al-Baqarah ayat 65 menjelaskan tentang sikap dan keingkaran Bani Israil yang melanggar ketentuan hari Sabat. Mereka dihukum oleh Allah karena tetap mencari ikan pada hari yang dikhususkan untuk ibadah tersebut, lalu Kami katakan kepada mereka, 'Jadilah kamu kera yang hina.'

Apa yang dimaksud dengan 'hari Sabat' dalam Surat Al-Baqarah ayat 65?

Dalam syariat agama Yahudi, hari Sabat adalah hari ketujuh yang berarti 'istirahat' atau 'tenang'. Hari ini dikhususkan untuk ibadah dan orang dilarang mengerjakan pekerjaan apa pun, termasuk menangkap ikan.

Mengapa Bani Israil dihukum menjadi kera yang hina dalam Surat Al-Baqarah ayat 65?

Bani Israil dihukum karena melanggar kekudusan hari Sabat. Meskipun hari itu dikhususkan untuk ibadah dan mereka telah sepakat untuk tidak bekerja, mereka tetap mencari ikan dengan cara mengakali larangan tersebut, yaitu dengan membuat kolam dan menjebak ikan sebelum hari Sabat.

Bagaimana penafsiran ulama mengenai perubahan Bani Israil menjadi kera dalam Surat Al-Baqarah ayat 65?

Menurut Mujahid, perubahan itu bukan pada fisik mereka, melainkan hati, jiwa, dan sifat mereka yang dijadikan seperti kera, sehingga tidak dapat menerima pengajaran. Namun, jumhur ulama berpendapat bahwa mereka benar-benar bertukar wujud menjadi kera sebagai hukuman atas keingkaran mereka.