Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 181

Al-Baqarah Ayat 181

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

فَمَنْۢ بَدَّلَهٗ بَعْدَمَا سَمِعَهٗ فَاِنَّمَآ اِثْمُهٗ عَلَى الَّذِيْنَ يُبَدِّلُوْنَهٗ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ۗ

Famam baddalahū ba‘da mā sami‘ahū fa innamā iṡmuhū ‘alal-lażīna yubaddilūnah(ū), innallāha samī‘un ‘alīm(un).

Arti

Barangsiapa mengubahnya (wasiat itu), setelah mendengarnya, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Barang siapa mengubahnya, yaitu mengubah isinya saat menyampaikannya dengan menambah atau mengurangi wasiat itu, atau menyembunyikan dan tidak menyampaikannya setelah penerima wasiat mendengarnya, boleh jadi karena dia sebagai penerima wasiat, sebagai pencatat, atau sebagai saksi, maka sesungguhnya dosanya hanya bagi orang yang mengubahnya dan tidak menyampaikannya kepada yang berhak. Ia sudah mengkhianati amanat yang diterimanya, dan itu sama hukumnya dengan mengkhianati Allah dan rasul-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar seluruh pembicaraan yang disampaikan oleh pemberi wasiat dan juga bisikan hati orang yang mengubah atau menyembunyikan wasiat. Allah Maha Mengetahui isi wasiat yang dalam bentuk tulisan dan segala perbuatan yang dilakukan oleh pihak yang terlibat.

Tafsir Tahlili

Ayat 181 ini memperingatkan dengan tegas agar wasiat yang telah dibuat, jangan diubah oleh siapa pun juga. Barang siapa yang mengubah atau menggantinya dan ia telah mengetahui isi yang sebenarnya dari wasiat itu, maka dialah yang akan memikul segala dosa yang tidak dapat dielakkannya, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mendengar.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Barang siapa mengubah wasiat (menambah, mengurangi, menyembunyikan, atau tidak menyampaikannya) setelah mengetahuinya, maka dosanya ditanggung oleh orang yang mengubahnya.
  • Perbuatan mengubah wasiat merupakan pengkhianatan amanat yang sama hukumnya dengan mengkhianati Allah dan Rasul-Nya.
  • Allah Maha Mendengar semua pembicaraan dan bisikan hati, serta Maha Mengetahui isi wasiat dan segala perbuatan yang terkait dengannya.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 181?

Surat Al-Baqarah ayat 181 memperingatkan dengan tegas agar wasiat yang telah dibuat tidak diubah oleh siapa pun. Barang siapa mengubah isinya, baik dengan menambah, mengurangi, menyembunyikan, atau tidak menyampaikannya setelah mengetahui wasiat tersebut, maka dosanya akan ditanggung oleh orang yang mengubahnya. Perbuatan ini dianggap sebagai pengkhianatan amanat yang setara dengan mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui segala hal terkait wasiat dan perbuatan yang dilakukan oleh pihak yang terlibat.

Apa yang dimaksud dengan "mengubah wasiat" dalam Surat Al-Baqarah ayat 181?

Dalam Surat Al-Baqarah ayat 181, "mengubah wasiat" berarti mengubah isinya saat menyampaikannya, baik dengan menambah atau mengurangi, atau menyembunyikan dan tidak menyampaikannya kepada yang berhak setelah penerima wasiat mendengarnya. Pihak yang mengubah ini bisa jadi adalah penerima wasiat, pencatat, atau saksi.

Mengapa mengubah wasiat dianggap sebagai dosa besar dalam Surat Al-Baqarah ayat 181?

Mengubah wasiat dianggap sebagai dosa besar karena orang yang melakukannya telah mengkhianati amanat yang diterimanya. Pengkhianatan amanat ini disamakan hukumnya dengan mengkhianati Allah dan rasul-Nya, sehingga dosanya hanya akan ditanggung oleh orang yang mengubahnya dan tidak dapat dielakkan.

Bagaimana sifat Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui relevan dengan larangan mengubah wasiat dalam ayat ini?

Sifat Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui sangat relevan karena Allah Maha Mendengar seluruh pembicaraan yang disampaikan oleh pemberi wasiat, termasuk bisikan hati orang yang berniat mengubah atau menyembunyikan wasiat. Allah juga Maha Mengetahui isi wasiat yang tertulis dan segala perbuatan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat. Ini menegaskan bahwa tidak ada perbuatan terkait wasiat yang luput dari pengetahuan dan pengawasan Allah.