Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 247

Al-Baqarah Ayat 247

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ اِنَّ اللّٰهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوْتَ مَلِكًا ۗ قَالُوْٓا اَنّٰى يَكُوْنُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ اَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِۗ قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۗ وَاللّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهٗ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

Wa qāla lahum nabiyyuhum innallāha qad ba‘aṡa lakum ṭālūta malikā(n), qālū annā yakūnu lahul-mulku ‘alainā wa naḥnu aḥaqqu bil-mulki minhu wa lam yu'ta sa‘atam minal-māl(i), qāla innallāhaṣṭafāhu ‘alaikum wa zādahū basṭatan fil-‘ilmi wal-jism(i), wallāhu yu'tī mulkahū may yasyā'(u), wallāhu wāsi‘un ‘alīm(un).

Arti

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Nabi atau ulama mereka akhirnya mengabulkan permintaan tersebut. Dan nabi mereka berkata kepada mereka sebagai bentuk pengabulan permintaan mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi raja atau komandanmu.” Mereka, khususnya para pembesar, menjawab dengan nada sinis, “Bagaimana mungkin Talut memperoleh kerajaan atau kekuasaan atas kami dan memimpin kami dalam pertempuran, sedangkan kami dengan segala kebesaran yang kami miliki seharusnya lebih berhak atas kerajaan atau jabatan itu daripadanya, dan dia juga tidak diberi kekayaan yang banyak?” Nabi mereka menjawab, “Allah telah memilihnya sebagai raja kamu dan memberikan kepadanya sesuatu yang menjadikannya layak menerima tugas itu, yaitu kelebihan ilmu untuk memahami strategi perang dan fisik yang kuat agar mampu menjalankan tugas berat tersebut.” Ketahuilah, sesungguhnya Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas anugerah-Nya yang tidak dipengaruhi oleh kekayaan hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui apa yang layak dan tidak layak bagi hamba-Nya.

Tafsir Tahlili

Samuel mengatakan kepada Bani Israil, bahwa Allah SWT telah mengangkat Ṭalut (dalam Bibel Saul) sebagai raja. Orang-orang Bani Israil tidak mau menerima Talut sebagai raja dengan alasan, bahwa menurut tradisi yang boleh dijadikan raja hanyalah dari kabilah Yehuda, sedangkan Ṭalut dari kabilah Bunyamin. Lagi pula disyaratkan yang boleh menjadi raja itu harus seorang hartawan, sedang Ṭalut bukan hartawan. Oleh karena itu secara spontan mereka menolak, “Bagaimana Ṭalut akan memerintah kami, padahal kami lebih berhak untuk mengendalikan pemerintahan daripada dia, sedang dia pun tidak diberi kekayaan yang cukup untuk menjadi raja?”

Samuel menjawab bahwa Ṭalut diangkat menjadi raja atas pilihan Allah karena itu Allah menganugerahkan kepadanya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa sehingga ia mampu memimpin Bani Israil. Dari ayat ini dapat diambil pengertian bahwa seorang yang akan dijadikan raja itu hendaklah:

  1. Mempunyai kekuatan fisik sehingga mampu untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai kepala negara.
  2. Menguasai ilmu pengetahuan yang luas, mengetahui letak kekuatan umat dan kelemahannya, sehingga dapat memimpinnya dengan penuh bijaksana.
  3. Memiliki kesehatan jasmani dan kecerdasan pikiran.
  4. Bertakwa kepada Allah agar mendapat taufik dan hidayah-Nya, untuk mengatasi segala kesulitan yang tidak mungkin diatasinya sendiri, kecuali dengan taufik dan hidayah-Nya.

Adapun harta kekayaan tidak dimasukkan menjadi syarat untuk menjadi raja, karena bila syarat-syarat yang empat tersebut telah dipenuhi maka mudah baginya untuk mendapatkan harta yang diperlukan, sebab Allah Mahaluas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah mengangkat Talut sebagai raja atas Bani Israil, namun mereka menolaknya karena merasa lebih berhak dan Talut tidak memiliki banyak kekayaan.
  • Nabi menjelaskan bahwa Allah memilih Talut karena kelebihan ilmu untuk strategi perang dan kekuatan fisik yang menjadikannya layak memimpin.
  • Seorang pemimpin hendaknya memiliki kekuatan fisik, ilmu pengetahuan yang luas, kesehatan jasmani, kecerdasan pikiran, dan ketakwaan.
  • Harta kekayaan tidak menjadi syarat utama untuk menjadi raja.
  • Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, karena Dia Mahaluas anugerah-Nya dan Maha Mengetahui siapa yang layak.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 247?

Ayat ini menjelaskan bahwa nabi mereka menyampaikan pengangkatan Talut oleh Allah sebagai raja. Bani Israil menolak karena merasa lebih berhak dan Talut tidak memiliki kekayaan yang banyak. Nabi menjawab bahwa Allah memilih Talut karena kelebihan ilmu untuk strategi perang dan fisik yang kuat untuk tugas berat. Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia Mahaluas anugerah-Nya lagi Maha Mengetahui.

Mengapa Bani Israil menolak Talut sebagai raja menurut Surat Al-Baqarah ayat 247?

Bani Israil menolak Talut karena mereka merasa lebih berhak atas kerajaan itu dan Talut tidak diberi kekayaan yang banyak. Menurut Tafsir Tahlili, penolakan ini juga didasari tradisi bahwa raja harus dari kabilah Yehuda, sedangkan Talut berasal dari kabilah Bunyamin, dan raja disyaratkan harus seorang hartawan, sementara Talut bukan.

Apa saja kriteria seorang raja yang disebutkan dalam penjelasan Surat Al-Baqarah ayat 247?

Berdasarkan penjelasan ayat ini, seorang raja hendaknya memiliki kekuatan fisik yang mampu melaksanakan tugas, menguasai ilmu pengetahuan yang luas untuk memimpin dengan bijaksana, memiliki kesehatan jasmani dan kecerdasan pikiran, serta bertakwa kepada Allah untuk mendapatkan taufik dan hidayah-Nya. Adapun harta kekayaan tidak dimasukkan sebagai syarat utama untuk menjadi raja.