Waktu Terbaik Menunaikan Sholat Hajat Agar Terkabul, Simak Tata Cara dan Doanya

Sholat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang lazimnya dilakukan ketika seseorang sedang memiliki keinginan

Diterbitkan 06 November 2026, 17:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sholat hajat merupakan salah satu ibadah sunnah yang lazimnya dilakukan ketika seseorang sedang memiliki keinginan atau akan melakukan hajar tertentu. Dalam praktiknya, waktu terbaik menunaikan sholat hajat menjadi perhatian penting agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.

Ibadah ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual ketika seseorang memiliki keinginan atau kebutuhan mendesak, baik urusan dunia maupun akhirat. Praktik ini berdasar pada hadis riwayat Ahmad yang menyebutkan bahwa barang siapa berwudhu dengan sempurna lalu mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah akan memberikan apa yang ia minta, baik segera maupun lambat.

Sholat hajat pada dasarnya boleh dikerjakan kapan saja, siang maupun malam, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat. Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan bahwa orang yang sedang mengalami kesempitan dan kesulitan hendaklah melaksanakan sholat hajat agar hajatnya dimudahkan oleh Allah SWT.

Mengutip Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap karya Drs. Moh. Rifai, sholat hajat dikerjakan dua rakaat hingga dua belas rakaat, dengan setiap dua rakaat diakhiri salam. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah ulasan waktu-waktu terbaik, tata cara, serta keutamaan sholat hajat.

Waktu Terbaik Menunaikan Sholat Hajat

Pada dasarnya, sholat hajat boleh dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat (seperti setelah Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala, dan setelah Ashar hingga matahari terbenam).

Namun, para ulama telah merinci beberapa waktu yang sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan khusus:

1. Sepertiga Malam Terakhir (Antara Pukul 01.00 – Menjelang Subuh)

Ini adalah waktu yang paling utama dan paling mustajab untuk menunaikan sholat hajat. Pada waktu ini, Allah SWT turun ke langit dunia dan berfirman, "Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka pasti Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka pasti Aku beri. Siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka pasti Aku ampuni" (HR. Bukhari dan Muslim).

Sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik karena suasana tenang dan doa lebih mudah diijabah. Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Nihayatuz Zain juga menganjurkan sholat hajat dilakukan pada malam hari, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan dan membutuhkan pertolongan Allah segera.

2. Setelah Sholat Fardhu (Terutama Setelah Isya dan Subuh)

Waktu setelah menunaikan sholat fardhu, khususnya Isya dan Subuh, juga merupakan waktu yang baik untuk sholat hajat. Setelah Isya, suasana malam yang tenang mendukung kekhusyukan, sedangkan setelah Subuh adalah waktu penuh keberkahan untuk memohon kelancaran rezeki dan urusan hidup.

Dalil kesunahan sholat ba'diyah (setelah fardhu) dijelaskan dalam hadis riwayat Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW biasa mengerjakan sholat dua rakaat setelah Jum'at dan dua rakaat setelah Isya. Praktik ini menunjukkan bahwa momentum setelah sholat fardhu adalah waktu yang tepat untuk menyambung ibadah sunnah, termasuk sholat hajat.

3. Setelah Sholat Dhuha

Waktu Dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik sekitar pukul 07.00 WIB hingga sebelum Dzuhur, juga dianjurkan untuk sholat hajat, terutama untuk memohon rezeki dan kemudahan urusan. Hal ini sejalan dengan hadis yang menyebutkan bahwa sholat Dhuha memiliki keutamaan tersendiri dalam mendatangkan rezeki dan keberkahan.

4. Hari Jumat

Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam. Waktu mustajab untuk berdoa di hari Jumat adalah setelah sholat Jumat (bagi laki-laki) dan sepertiga malam terakhir. Pada waktu-waktu ini, sholat hajat dapat dikerjakan dengan harapan doa lebih cepat terkabul.

Niat dan Tata Cara Sholat Hajat

Sholat hajat dilaksanakan sebanyak dua rakaat (hingga dua belas rakaat), dengan setiap dua rakaat diakhiri salam. Berikut adalah panduan lengkapnya berdasarkan Buku Risalah Tuntunan Shalat Lengkap dan sumber Kemenag:

1. Niat Sholat Hajat

Niat dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Lafazh niatnya adalah:

Arab: اُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: "Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."

2. Tata Cara Pelaksanaan

Rakaat Pertama: Setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, membaca Surah Al-Fatihah, kemudian dianjurkan membaca Surah Al-Ikhlas dan Ayat Kursi (atau surat pendek lainnya). Kemudian ruku', i'tidal, sujud, duduk antara dua sujud, sujud kedua, dan berdiri untuk rakaat kedua.

Rakaat Kedua: Membaca Surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surat pendek (dianjurkan Ayat Kursi atau Surah Al-Ikhlas). Kemudian ruku', i'tidal, sujud, duduk tasyahud akhir, dan salam.

Setelah Salam: Dianjurkan membaca dzikir dan doa sholat hajat. Doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ

Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Maha Suci Allah, Tuhan pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu sebab-sebab kasih sayang-Mu, ampunan-Mu yang luas, keuntungan dari setiap kebaikan, serta keselamatan dari segala dosa. Jangan Engkau biarkan satu dosaku melainkan Engkau ampuni, jangan ada kesusahanku melainkan Engkau lapangkan, dan jangan ada hajatku yang Engkau ridai melainkan Engkau kabulkan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih."

Keutamaan-Keutamaan Sholat Hajat

Sholat hajat memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam berbagai hadis dan penjelasan ulama. Berdasarkan penelitian ilmiah dan kitab-kitab mu'tabarah, berikut adalah poin-poin utamanya:

1. Dikabulkannya Hajat (Keinginan)

Ini adalah keutamaan paling khusus dari sholat hajat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan sholat dua rakaat dengan sempurna, maka Allah Ta'ala memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat" (HR. Ahmad).

2. Menjadi Hamba yang Semakin Dekat dengan Allah SWT

Dengan melaksanakan sholat hajat, seorang hamba menunjukkan kepatuhan dan ketaatan, sehingga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Hal ini sejalan dengan hadis qudsi yang menyebutkan bahwa hamba yang terus mendekat kepada Allah dengan ibadah-ibadah sunnah akan dicintai oleh-Nya.

3. Diangkat Derajatnya dan Diampuni Dosanya

Dengan memperbanyak sholat dan sujud, seorang hamba akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT dan dihapuskan dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda, "Hendaklah engkau memperbanyak sujud (sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu" (HR. Muslim).

4. Mendapatkan Kecintaan Allah SWT

Melaksanakan sholat sunnah seperti sholat hajat akan mendatangkan kecintaan Allah. Dalam sebuah hadis qudsi disebutkan bahwa Allah berfirman, "Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya" (HR. Bukhari).

5. Memiliki Wajah yang Putih dan Bersinar di Hari Kiamat

Keutamaan ini disebutkan sebagai balasan bagi orang-orang yang rajin melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat hajat. Wajah yang bersinar di hari kiamat menjadi tanda kemuliaan dan keselamatan bagi hamba yang taat.

6. Berteman dengan Nabi Muhammad SAW di Surga

Orang yang konsisten melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat hajat, akan mendapatkan kedudukan yang mulia di surga dan berteman dengan Nabi Muhammad SAW. Ini adalah puncak dari segala keutamaan yang dijanjikan bagi hamba yang mencintai sunnah Nabinya.

 

Pertanyaan Seputar Sholat Hajat

1. Kapan waktu terbaik menunaikan sholat hajat?

Waktu terbaik adalah sepertiga malam terakhir (antara pukul 01.00 hingga menjelang Subuh). Selain itu, waktu setelah sholat fardhu (terutama Isya dan Subuh) serta setelah sholat Dhuha juga sangat dianjurkan.

2. Apakah sholat hajat boleh dilakukan pada siang hari?

Ya, sholat hajat boleh dilakukan pada siang hari, asalkan tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk sholat (setelah Subuh hingga matahari terbit, saat matahari tepat di atas kepala, dan setelah Ashar hingga matahari terbenam).

3. Berapa rakaat sholat hajat yang dianjurkan?

Sholat hajat minimal dikerjakan dua rakaat. Namun, dianjurkan untuk mengerjakannya hingga 12 rakaat dengan setiap dua rakaat diakhiri salam, terutama jika hajat yang diminta sangat mendesak atau besar.

4. Apakah sholat hajat harus dilakukan secara berjamaah?

Tidak, sholat hajat boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) maupun berjamaah. Namun, pelaksanaan sendiri lebih umum dan dianjurkan untuk menjaga kekhusyukan pribadi.

5. Apa doa yang dibaca setelah sholat hajat?

Doa yang dianjurkan adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW, yang dimulai dengan "Laa ilaaha illallahul haliimul kariim..." dan diakhiri dengan "Yaa arhamar raahimiin". Doa ini mencakup permohonan ampunan, kelapangan hati, dan dikabulkannya hajat yang diridhai Allah.