5 Contoh Khutbah Jumat 6 November 2026, Pesannya Ringan dan Dekat dengan Kehidupan Harian

5 ide khutbah Jumat 6 November 2026 dengan pesan ringan, ayat Al-Qur'an, latin, terjemahan, dan susunan dua khutbah.

Diterbitkan 05 November 2026, 18:50 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Khutbah Jumat menjadi salah satu sarana untuk mengingat kembali nilai-nilai ke-Islaman yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan biasanya ringan dan related dengan kehidupan umat seperti menjaga lisan, menghargai orang lain, bersyukur atas rezeki, hingga memperhatikan keluarga.

Meski memuat pesan ringan ala kehidupan umat Muslim, membuat khutbah Jumat perlu memperhatikan syariat. Dalam panduan Kumpulan Khutbah Jumat dan 2 Hari Raya oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) rukun-rukun seperti pujian kepada Allah SWT, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, wasiat takwa, pembacaan ayat Al-Qur'an, serta doa untuk kaum muslimin pada khutbah kedua perlu dimasukkan.

Bagi yang saat ini sedang mencari ide Khutbah Jumat, 6 November 2026, berikut Liputan6 hadirkan lima idenya yang bisa dijadikan bahan bagi khatib. Berikut selengkapnya, Kamis (5/11).

1. Khutbah Jumat tentang Pentingnya Menjaga Lisan dan Perasaan Orang Lain

Menjaga lisan merupakan salah satu bentuk ibadah yang sering kali terlupakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak sedikit persoalan keluarga, pertemanan, dan lingkungan kerja yang bermula dari perkataan yang kurang dipikirkan.

Khutbah pertama

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَسُولِ اللَّهِ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammadin rasulillah.

Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad, utusan Allah.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Artinya: Saya berwasiat kepada diri saya sendiri dan kepada jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita merenungkan bagaimana perkataan sederhana bisa memberikan pengaruh besar kepada orang lain. Ucapan yang baik bisa menguatkan seseorang, sedangkan perkataan yang menyakitkan bisa membekas dalam waktu lama.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 70:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Ya ayyuhalladzina amanuttaqullaha wa qulu qaulan sadida.

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.

Ayat tersebut mengingatkan kita agar tidak sembarangan berbicara. Sebelum menyampaikan sesuatu, hendaknya kita mempertimbangkan apakah perkataan itu benar, bermanfaat, dan tidak menyakiti orang lain.

Dalam kehidupan sehari-hari, mari kita mulai dari hal sederhana. Jangan mudah menghina, menyebarkan kabar yang belum jelas, membicarakan keburukan orang lain, atau menulis komentar yang merendahkan seseorang di media sosial.

Jika pernah menyakiti orang lain melalui perkataan, jangan malu untuk meminta maaf. Mari jadikan lisan sebagai jalan menyebarkan kebaikan, bukan sumber permusuhan.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita bawa nasihat hari ini ke dalam kehidupan masing-masing. Mulailah membiasakan perkataan yang baik kepada pasangan, anak, orang tua, tetangga, dan rekan kerja.

Jangan sampai kita rajin beribadah, tetapi masih mudah melukai hati sesama manusia. Semoga Allah membimbing kita agar mampu menjaga lisan dan memperbaiki hubungan dengan orang lain.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minati, wal muslimina wal muslimat.

Artinya: Ya Allah, ampunilah orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan serta kaum muslimin laki-laki dan perempuan.

Ya Allah, jadikanlah lisan kami lisan yang jujur, lembut, dan membawa manfaat. Ampunilah dosa-dosa kami, dosa kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin.

2. Khutbah Jumat tentang Belajar Bersyukur di Tengah Kesibukan

Kesibukan mencari nafkah sering membuat seseorang lupa memperhatikan nikmat yang sudah dimiliki. Padahal, kesehatan, keluarga, makanan, dan kesempatan menjalani hari merupakan karunia Allah yang patut disyukuri.

Khutbah pertama

الحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah dengan senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali sibuk mengejar sesuatu yang belum dimiliki. Kita ingin pekerjaan lebih baik, penghasilan bertambah, rumah lebih nyaman, atau kehidupan yang lebih mudah. Keinginan tersebut tidak salah selama ditempuh dengan cara yang halal.

Namun, jangan sampai kesibukan mengejar keinginan membuat kita lupa terhadap nikmat yang sudah ada.

Allah SWT berfirman dalam Surah Ibrahim ayat 7:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

La'in syakartum la'azidannakum.

Artinya: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.

Jamaah sekalian, bersyukur tidak harus menunggu mendapatkan sesuatu yang besar. Kita bisa bersyukur karena masih diberi kesehatan, masih bisa bekerja, memiliki keluarga yang menyayangi, dan masih diberi kesempatan memperbaiki diri.

Mari biasakan mengucapkan hamdalah, menggunakan rezeki untuk hal yang baik, serta tidak menghabiskan waktu dengan membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Mari kita pulang dari masjid dengan membawa kebiasaan baru. Cobalah lebih menghargai makanan yang tersedia, pekerjaan yang dimiliki, waktu bersama keluarga, dan kesehatan yang masih diberikan Allah.

Jangan menunggu kehilangan sesuatu untuk menyadari betapa berharganya nikmat tersebut. Semoga kita menjadi hamba yang pandai bersyukur dan tidak mudah mengeluh.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minati, wal muslimina wal muslimat.

Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan muslimat. Limpahkan keberkahan atas rezeki, kesehatan, keluarga, dan kehidupan kami. Jadikan kami hamba yang selalu bersyukur kepada-Mu.

3. Khutbah Jumat tentang Jangan Meremehkan Kebaikan Kecil

Sebagian orang merasa harus melakukan sesuatu yang besar agar bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Padahal, Islam mengajarkan bahwa kebaikan sederhana pun memiliki nilai apabila dilakukan dengan ikhlas.

Khutbah pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, ada banyak kesempatan untuk berbuat baik. Kita bisa membantu tetangga yang sedang kesulitan, memberikan tempat duduk kepada orang yang membutuhkan, menyapa orang lain dengan ramah, atau sekadar mendengarkan seseorang yang sedang bercerita.

Sayangnya, terkadang kita menganggap kebaikan seperti itu terlalu kecil untuk diperhitungkan. Padahal, Allah SWT mengetahui setiap perbuatan manusia, sekecil apa pun nilainya.

Hal ini dijelaskan dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Faman ya'mal mitsqala dzarratin khairan yarah.

Artinya: Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat balasannya.

Jamaah sekalian, ayat tersebut mengajarkan bahwa tidak ada kebaikan yang sia-sia di hadapan Allah. Karena itu, jangan menunggu kaya untuk bersedekah, jangan menunggu memiliki banyak waktu untuk membantu, dan jangan menunggu menjadi orang hebat untuk memberikan manfaat.

Mari mulai dari lingkungan terdekat. Ringankan pekerjaan orang tua, bantu pasangan di rumah, berikan bantuan kepada tetangga, dan perlakukan orang lain dengan baik.

Semoga kebiasaan sederhana tersebut menjadi amal yang mendatangkan pahala dan keberkahan.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Mari kita jangan meremehkan kesempatan berbuat baik. Bisa jadi, bantuan kecil yang kita berikan menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi orang lain.

Jangan pula menjadikan pujian manusia sebagai tujuan utama. Lakukan kebaikan dengan ikhlas karena Allah mengetahui setiap niat dan perbuatan kita.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minati, wal muslimina wal muslimat.

Ya Allah, ampunilah dosa kami dan seluruh kaum muslimin. Bimbinglah kami agar senantiasa ringan tangan dalam membantu sesama dan ikhlas dalam melakukan kebaikan.

4. Khutbah Jumat tentang Menjaga Amanah dalam Pekerjaan

Bekerja merupakan bagian dari aktivitas sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan banyak orang. Namun, mencari nafkah tidak cukup hanya dengan mengejar penghasilan. Setiap pekerjaan juga mengandung amanah yang harus dijalankan dengan jujur dan bertanggung jawab.

Khutbah pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjaga kejujuran dalam setiap urusan kehidupan.

Setiap orang memiliki tanggung jawab yang berbeda. Ada yang bekerja di kantor, berdagang, mengajar, mengurus rumah tangga, hingga menjalankan usaha sendiri. Apa pun pekerjaan kita, semuanya perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab.

Jangan sampai kita hanya bersemangat ketika menerima hak, tetapi melupakan kewajiban. Jangan mengambil sesuatu yang bukan milik kita, mengurangi timbangan, memanipulasi laporan, atau menggunakan waktu kerja untuk kepentingan pribadi secara tidak bertanggung jawab.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

Innallaha ya'murukum an tu'addul-amanati ila ahliha.

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.

Ayat ini mengingatkan kita bahwa amanah harus dijaga, baik dalam urusan pekerjaan maupun kehidupan keluarga. Seorang pedagang harus jujur kepada pembeli. Seorang pegawai harus menjalankan tugasnya. Orang tua harus bertanggung jawab terhadap anak-anaknya.

Mari kita periksa kembali bagaimana cara kita bekerja. Apakah sudah jujur? Apakah sudah memberikan hak orang lain? Apakah pekerjaan kita membawa manfaat?

Jangan sampai penghasilan yang kita bawa pulang justru diperoleh melalui cara yang merugikan orang lain. Mari mencari rezeki yang halal, menjaga kepercayaan, dan menyelesaikan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan kejujuran sebagai pegangan dalam bekerja. Jangan takut kehilangan keuntungan karena memilih jalan yang halal. Jangan pula menganggap remeh tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada kita.

Semoga Allah memberikan keberkahan dalam pekerjaan, memudahkan urusan kita, dan menjadikan setiap rezeki yang diperoleh sebagai jalan untuk berbuat kebaikan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minati, wal muslimina wal muslimat.

Ya Allah, ampunilah dosa kami. Jadikanlah kami orang-orang yang jujur, bertanggung jawab, dan mampu menjaga amanah. Berkahilah pekerjaan dan rezeki yang Engkau karuniakan kepada kami.

5. Khutbah Jumat tentang Tidak Menunda Tobat dan Memperbaiki Diri

Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. Ada yang menyesal karena meninggalkan ibadah, menyakiti orang lain, atau terlalu sibuk mengejar urusan dunia. Namun, kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka selama Allah masih memberikan kehidupan.

Khutbah pertama

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa bertakwa kepada Allah SWT dan tidak pernah berhenti berusaha memperbaiki diri.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah menunda salat karena pekerjaan, melupakan orang tua karena kesibukan, atau melakukan kesalahan yang membuat orang lain terluka. Terkadang, kita berjanji akan berubah, tetapi terus menunda sampai waktu yang tidak diketahui.

Padahal, manusia tidak pernah mengetahui berapa lama kesempatan hidup yang masih dimilikinya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53:

لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ

La taqnathu mir rahmatillah.

Artinya: Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Jamaah sekalian, ayat tersebut mengingatkan kita agar tidak berputus asa terhadap ampunan Allah. Sebesar apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, jangan menjadikan dosa sebagai alasan untuk menjauh dari-Nya.

Namun, jangan pula menjadikan luasnya ampunan Allah sebagai alasan untuk terus melakukan kesalahan. Tobat harus disertai penyesalan, berhenti dari perbuatan dosa, dan tekad untuk tidak mengulanginya. Apabila kesalahan berkaitan dengan hak orang lain, kita juga harus berusaha mengembalikan hak atau meminta maaf kepada orang yang bersangkutan.

Mari mulai memperbaiki diri dari hal yang paling dekat. Tunaikan salat tepat waktu, perbaiki hubungan dengan keluarga, tinggalkan kebiasaan buruk, dan perbanyak amal saleh.

Tidak perlu menunggu hari esok untuk menjadi lebih baik. Selama masih diberi kesempatan, mari gunakan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Khutbah kedua

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin, wash-shalatu was-salamu 'ala sayyidina Muhammad.

أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ.

Ushikum wa iyyaya bitaqwallah.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Jangan menunda kesempatan untuk bertobat. Jika hari ini kita masih memiliki kekurangan, mari perbaiki. Jika masih ada hubungan yang rusak, mari berusaha memperbaikinya. Jika masih ada kewajiban yang belum ditunaikan, mari mulai menyelesaikannya.

Semoga Allah menerima tobat kita, mengampuni kesalahan kita, dan memberikan kekuatan untuk tetap berada di jalan yang diridai-Nya.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minati, wal muslimina wal muslimat.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, terimalah tobat kami, dan bimbinglah kami agar menjadi hamba yang senantiasa memperbaiki diri. Ampunilah kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Khutbah Jumat

1. Kapan khutbah Jumat dilaksanakan?

Khutbah Jumat dilaksanakan sebelum salat Jumat dan terdiri atas dua khutbah yang dipisahkan dengan duduk sejenak.

2. Apa saja rukun khutbah Jumat?

Lima rukun khutbah Jumat menurut Mazhab Syafi'i adalah membaca hamdalah, shalawat, wasiat takwa, ayat Al-Qur'an, dan doa untuk kaum muslimin pada khutbah kedua.

3. Apakah khutbah Jumat boleh menggunakan bahasa Indonesia?

Nasihat dan penjelasan khutbah boleh menggunakan bahasa Indonesia. Namun, menurut ketentuan Mazhab Syafi'i, lafaz rukun khutbah harus menggunakan bahasa Arab.

4. Apa tema khutbah Jumat yang dekat dengan kehidupan sehari-hari?

Beberapa tema yang bisa diangkat adalah menjaga lisan, bersyukur, membantu sesama, menjaga amanah pekerjaan, dan memperbaiki diri.

5. Apakah khutbah kedua harus lebih panjang daripada khutbah pertama?

Tidak. Khutbah kedua umumnya lebih singkat, tetapi tetap harus memenuhi rukun khutbah yang diwajibkan.