Bahan Khutbah Jumat 24 September 2026: Silaturahmi dan Menjaga Hati dari Dunia

Bahan khutbah Jumat 24 September 2026 tentang silaturahmi dan menjaga hati dari kesibukan dunia, lengkap dengan dalil, alternatif tema, dan tips menyusun naskah

Diterbitkan 24 September 2026, 15:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Materi khutbah Jumat 24 September 2026 menjadi bahan pencarian banyak jamaah menjelang waktu salat Jumat. Khatib memerlukan topik yang relevan dengan keseharian, bukan sekadar nasihat umum yang mudah terlupa. Dua tema layak diangkat pekan ini, yaitu pentingnya silaturahmi dan bahaya hati yang jauh dari Allah di tengah kesibukan dunia.

Ponsel berdering setiap menit, pekerjaan menumpuk, dan pertemuan keluarga makin jarang terjadi. Banyak orang sibuk membalas pesan, tetapi lupa menyapa saudara sendiri. Hati pun ikut sibuk memikirkan dunia, sampai lupa mengingat Allah di sela rutinitas yang padat. Keadaan inilah yang membuat kedua tema tersebut terasa dekat dengan keseharian jamaah, bukan sekadar nasihat yang berulang tiap pekan.

Berikut ini adalah 2 bahan khutbah Jumat 24 September 2026 yang bisa menjadi inspirasi, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/9/2026). Khatib maupun jamaah dapat memakainya sebagai panduan sebelum menyusun naskah khutbah sendiri.

Khutbah Jumat: Silaturahmi sebagai Penguat Ukhuwah

Khutbah 1

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Amma ba'du.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Salah satu perintah yang sering terlupa di tengah kesibukan adalah menyambung silaturahmi, yaitu menjaga hubungan baik dengan orang tua, kerabat, dan tetangga.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah An-Nisa ayat 36:

وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَـٰمَىٰ وَٱلْمَسَـٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَـٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

Artinya: "Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri."

Ayat ini menempatkan berbuat baik kepada kerabat dan tetangga sejajar dengan perintah beribadah kepada Allah. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Silaturahmi tidak selalu berupa pertemuan besar. Menghubungi kerabat yang lama tidak berkabar, mengunjungi orang tua, atau sekadar menyapa tetangga sudah termasuk silaturahmi. Kebiasaan kecil ini, jika dijaga terus-menerus, akan mempererat ukhuwah dan menjauhkan umat dari perpecahan.

Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk terus menyambung silaturahmi, baik dengan keluarga, tetangga, maupun sesama muslim di mana pun berada.

Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhim li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.

Khutbah 2

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan silaturahmi sebagai kebiasaan, bukan hanya saat ada keperluan. Hubungan yang terjaga akan memudahkan tolong-menolong dan menyelesaikan kesalahpahaman sebelum berlarut-larut.

Mari kita senantiasa berdoa agar Allah melapangkan hati kita untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan dengan sesama.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.

Allahumma allif baina qulubina, wa ashlih dzata baininan.

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.

Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.

Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Khutbah Jumat: Jangan Sampai Hati Jauh dari Allah di Tengah Kesibukan Dunia

Khutbah 1

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Nahmaduhu wa nasta'inuhu wa nastaghfiruh, wa na'udzu billahi min syururi anfusina wa min sayyi'ati a'malina. May yahdihillahu fala mudhilla lah, wa may yudhlil fala hadiya lah. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Amma ba'du.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Di tengah pekerjaan yang menumpuk dan urusan dunia yang tidak pernah selesai, hendaknya kita menjaga agar hati tidak lalai dari mengingat Allah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam surah Al-Munafiqun ayat 9:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَٰلُكُمْ وَلَآ أَوْلَـٰدُكُمْ عَن ذِكْرِ ٱللَّهِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَـٰسِرُونَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu membuatmu lalai dari mengingat Allah. Siapa yang berbuat demikian, mereka itulah orang-orang yang merugi."

Jemaah yang dimuliakan Allah,

Ayat ini bukan larangan untuk bekerja atau mengurus keluarga, melainkan peringatan agar keduanya tidak menggeser posisi Allah dalam hati. Salat yang tertunda karena rapat, zikir yang terlupa karena target kerja, atau waktu bersama keluarga yang habis untuk gawai, semuanya dapat menjadi tanda hati mulai menjauh dari Allah.

Kerugian yang disebutkan dalam ayat ini bukan hanya soal akhirat, tetapi juga ketenangan hidup di dunia. Orang yang jauh dari mengingat Allah cenderung lebih mudah cemas dan merasa hidupnya tidak pernah cukup, walau hartanya terus bertambah.

Semoga Allah menjaga hati kita agar tidak lalai, dan memberi kekuatan untuk tetap mengingat-Nya di tengah kesibukan dunia.

Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal 'azhim li wa lakum wa lisa'iril muslimin, fastaghfiruhu innahu huwal ghafurur rahim.

Khutbah 2

Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Allahumma shalli wa sallim wa barik 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita jadikan kesibukan dunia sebagai ladang ibadah, bukan alasan untuk menjauh dari Allah. Sisihkan waktu untuk salat tepat waktu, membaca Al-Quran, dan berzikir walau sejenak, agar hati tetap terhubung dengan-Nya.

Mari kita senantiasa berdoa agar Allah menjaga hati kita dari kelalaian dan memberi keberkahan pada setiap urusan dunia yang kita jalani.

Allahummaghfir lil mu'minina wal mu'minat, wal muslimina wal muslimat, al-ahya'i minhum wal amwat.

Allahumma la tusyghilna bid dunya 'an dzikrik, waj'al khaira 'umurina awakhiraha.

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina 'adzaban nar.

Wa shallallahu 'ala Sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajma'in.

Innallaha ya'muru bil 'adli wal ihsan wa ita'i dzil qurba wa yanha 'anil fahsya'i wal munkari wal baghy, ya'izhukum la'allakum tadzakkarun.

Fadzkurullahal 'azhima yadzkurkum, wasykuruhu 'ala ni'amihi yazidkum, wa ladzikrullahi akbar, wallahu ya'lamu ma tashna'un.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alternatif Topik Khutbah Jumat Lainnya

Selain silaturahmi dan menjaga hati dari dunia, khatib juga bisa mengangkat tema syukur dalam kehidupan sehari-hari. Topik ini cocok untuk mengingatkan jamaah agar tidak hanya fokus pada apa yang belum dimiliki, tetapi juga menghargai nikmat kecil yang sering terlewat, seperti kesehatan dan waktu luang bersama keluarga.

Tema tentang menjaga lisan juga relevan untuk masa kini, mengingat komentar di media sosial mudah menyakiti orang lain. Khatib bisa mengajak jamaah untuk lebih berhati-hati sebelum berbicara atau menulis komentar, sesuai anjuran Islam untuk berkata baik atau lebih baik diam.

Topik lain yang bisa dipilih adalah pentingnya sabar menghadapi ujian hidup, baik ujian kesehatan, pekerjaan, maupun hubungan keluarga. Pesan ini cocok disampaikan secara ringan, dengan contoh nyata yang mudah dipahami jamaah dari berbagai latar belakang.

Tips Menyusun Khutbah Jumat

Menyusun khutbah Jumat yang mudah dipahami memerlukan persiapan sederhana, bukan naskah yang rumit. Berikut beberapa tips yang bisa membantu khatib menyampaikan pesan secara jelas dan tidak bertele-tele.

- Tentukan Satu Tema Utama: Pilih satu tema saja untuk setiap khutbah agar pesan lebih mudah diingat jamaah. Terlalu banyak tema dalam satu khutbah justru membuat inti pesan menjadi kabur dan sulit dipahami.

- Gunakan Bahasa Sehari-Hari: Hindari istilah yang terlalu teknis atau bahasa yang berat. Jamaah datang dari berbagai latar belakang, sehingga bahasa sederhana lebih mudah diterima dan diingat setelah khutbah selesai.

- Sertakan Contoh Nyata: Kaitkan pesan khutbah dengan kejadian sehari-hari, seperti kebiasaan kerja, keluarga, atau media sosial. Contoh nyata membantu jamaah melihat hubungan antara nasihat dan kehidupan mereka sendiri.

- Batasi Durasi Penyampaian: Khutbah yang terlalu panjang membuat jamaah kehilangan fokus. Durasi sekitar 10 sampai 15 menit sudah cukup untuk menyampaikan pesan secara utuh tanpa membuat jamaah lelah menunggu salat dimulai.

- Tutup dengan Ajakan Amal: Akhiri khutbah dengan ajakan sederhana yang bisa langsung dipraktikkan, seperti menghubungi keluarga atau menjaga waktu salat. Ajakan konkret lebih mudah diingat dibanding nasihat yang bersifat umum.

Pertanyaan Seputar Khutbah Jumat 24 September 2026

Apa tema khutbah Jumat 24 September 2026 yang direkomendasikan? Dua tema yang relevan adalah silaturahmi sebagai penguat ukhuwah dan pentingnya menjaga hati agar tidak jauh dari Allah di tengah kesibukan dunia.

Berapa lama idealnya durasi khutbah Jumat? Khutbah Jumat idealnya berlangsung sekitar 10 sampai 15 menit agar pesan tersampaikan tanpa membuat jamaah kehilangan fokus.

Apa perbedaan isi khutbah pertama dan khutbah kedua? Khutbah pertama biasanya memuat dalil Al-Quran dan penjelasan tema secara lebih panjang, sementara khutbah kedua berisi penegasan singkat, doa, dan ajakan amal.

Bagaimana cara menyusun khutbah Jumat agar mudah dipahami jamaah? Gunakan bahasa sederhana, satu tema utama per khutbah, contoh dari kehidupan sehari-hari, serta kalimat pendek yang tidak bertele-tele.

Apakah khatib boleh mengangkat lebih dari satu topik dalam satu khutbah? Sebaiknya khatib fokus pada satu topik utama agar pesan lebih mudah diingat, meski boleh menyinggung topik lain secara singkat sebagai penguat.