10 Ayat Al-Qur’an tentang Sabar Menghadapi Ujian, Simak Hikmahnya

Ayat Al-Qur'an tentang sabar menghadapi ujian menempati posisi sentral dalam bangunan spiritual Islam.

Diterbitkan 24 September 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ayat Al-Qur'an tentang sabar menghadapi ujian menempati posisi sentral dalam bangunan spiritual Islam. Sabar atau ṣabr, bukan sekadar sikap pasif menerima keadaan, melainkan kekuatan aktif yang mengendalikan diri dari dorongan hawa nafsu dan emosi negatif.

Dalam perspektif Al-Qur'an, sabar adalah pengendalian diri manusia yang berlandaskan aqidah Islam. Miskahuddin dalam jurnal Konsep Sabar dalam Perspektif Al-Qur'an menjelaskan konsep sabar dalam Al-Qur'an pada dasarnya adalah pengendalian diri manusia berdasarkan aqidah Islam dalam bimbingan Al-Qur'an al-Karim.

Sabar menjadi perisai orang beriman dalam menghadapi beban dan tantangan hidup, sebagaimana diungkapkan dalam penjelasan QS Al-Baqarah ayat 155 bahwa "sabar adalah perisai dan senjata orang-orang beriman dalam menghadapi beban dan tantangan hidup".

Merujuk berbagai sumber, Artikel ini menelaah ayat-ayat Al-Qur'an tentang sabar menghadapi ujian, dilengkapi penjelasan para ulama dan hikmah yang terkandung di dalamnya.

Ayat-Ayat Al-Qur'an tentang Sabar Menghadapi Ujian

1. QS Al-Baqarah Ayat 155

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥

Latin: Wa lanabluwannakum bisyai'im minal-khaufi wal-jū'i wa naqshim minal-amwāli wal-anfusi wats-tsamarāt, wa basysyirish-shābirīn.

Artinya: "Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar." (QS Al-Baqarah: 155)

Ayat ini menegaskan keniscayaan ujian dalam kehidupan manusia. Allah menyebutkan lima bentuk ujian; rasa takut, kelaparan, kekurangan harta, kehilangan jiwa, dan kekurangan buah-buahan, yang mencakup seluruh dimensi kehidupan manusia, yaitu psikologis, fisik, material, dan sosial.

Di akhir ayat, Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang sabar, menunjukkan bahwa sabar adalah kebajikan yang amat besar sehingga perlu penegasan yang kuat.

2. QS Ali 'Imran Ayat 186

۞ لَتُبْلَوُنَّ فِيْٓ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْۗ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْٓا اَذًى كَثِيْرًاۗ وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ ١٨٦

Latin: Latublawunna fī amwālikum wa anfusikum, wa latasma'unna minalladzīna ūtul-kitāba ming qablikum wa minalladzīna asyrakū adzang katsīrā, wa in tashbirū wa tattaqū fa inna dzālika min 'azmil-umūr.

Artinya: "Kamu pasti akan diuji dalam (urusan) hartamu dan dirimu. Kamu pun pasti akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Alkitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan." (QS Ali 'Imran: 186)

Ayat ini menekankan dua hal penting: ujian berupa harta dan diri, serta gangguan verbal dari orang-orang yang memusuhi Islam. Obat dari semua itu adalah sabar dan takwa. Allah menyatakan bahwa kombinasi sabar dan takwa merupakan "'azmil-umūr"—urusan yang patut diutamakan dan memerlukan tekad kuat.

3. QS An-Nahl Ayat 127

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ ١٢٧

Washbir wa mā shabruka illā billāhi wa lā taḫzan 'alaihim wa lā taku fī dlaiqim mimmā yamkurūn.

Artinya: "Bersabarlah (Nabi Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata dengan (pertolongan) Allah, janganlah bersedih terhadap (kekufuran) mereka, dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan." (QS An-Nahl: 127)

Ayat ini memberikan pelajaran bahwa kemampuan bersabar itu sendiri adalah karunia dari Allah. Manusia tidak dapat bersabar tanpa pertolongan-Nya. Karena itu, sabar harus disertai dengan kesadaran bahwa kekuatan itu datang dari Allah, bukan dari diri manusia semata.

4. QS Al-Baqarah Ayat 153

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣

Latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanusta'īnū biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh, innallāha ma'aṣ-ṣābirīn.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah: 153)

Ayat ini merupakan fondasi utama dalam menghadapi setiap ujian. Allah memerintahkan orang beriman untuk menjadikan sabar dan salat sebagai dua sarana utama dalam memohon pertolongan-Nya. Salat berfungsi sebagai media komunikasi vertikal yang menghubungkan hamba dengan Tuhannya, sementara sabar adalah kekuatan internal yang mengendalikan emosi dan hawa nafsu.

Menurut Syekh Nawawi al-Bantani, sabar dalam konteks ayat ini adalah dalam mengerjakan kewajiban-kewajiban yang telah Allah tetapkan. Keistimewaan ayat ini terletak pada janji Allah yang pasti: "Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" — sebuah penyertaan yang membawa pertolongan, perlindungan, dan kasih sayang-Nya.

5. QS Al-Baqarah Ayat 214

اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِ ۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ ٢١٤

Latin: Am ḥasibtum an tadkhulul-jannata wa lammā ya'tikum maṡul-lażīna khalau min qablikum, massathumul-ba'sā'u waḍ-ḍarrā'u wa zulzilū ḥattā yaqūlar-rasūlu wal-lażīna āmanū ma'ahū matā naṣrullāh, alā inna naṣrallāhi qarīb.

Artinya: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, 'Kapankah datang pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." (QS Al-Baqarah: 214)

Ayat ini menegaskan bahwa jalan menuju surga tidaklah mudah dan penuh ujian. Allah mengingatkan bahwa umat-umat terdahulu pun mengalami cobaan berat berupa kemelaratan, penderitaan, dan berbagai goncangan hidup. Puncaknya, bahkan para Rasul dan orang-orang beriman pun sampai bertanya, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ayat ini memotivasi orang-orang beriman yang sedang menghadapi kesulitan dan menumbuhkan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan segera datang.

6. QS Hud Ayat 115

وَاصْبِرْ فَاِنَّ اللّٰهَ لَا يُضِيْعُ اَجْرَ الْمُحْسِنِيْنَ ١١٥

Latin: Washbir fa innallāha lā yuḍī'u ajral-muḥsinīn.

Artinya: "Bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan." (QS Hud: 115)

Ayat ini mengandung perintah langsung untuk bersabar, khususnya dalam menghadapi kesulitan ketika melaksanakan perintah Allah. Perintah bersabar pada ayat ini mencakup bersabar dalam melaksanakan perintah Allah, bersabar dalam menghindari perbuatan maksiat, maupun bersabar dalam menghadapi ujian atau cobaan. Ayat ini juga memberikan jaminan yang sangat menenangkan: Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan. Setiap tetes kesabaran dalam ketaatan akan tercatat dan dibalas dengan pahala yang berlimpah.

7. QS Al-Ankabut Ayat 2-3

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ٢ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ ٣

Latin: A ḥasiban-nāsu ay yutrakū ay yaqūlū āmannā wa hum lā yuftanūn. Wa laqad fatannal-lażīna min qablihim falaya'lamannallāhul-lażīna ṣadaqū wa laya'lamannal-kāżibīn.

Artinya: "Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) mengatakan, 'Kami telah beriman,' sedangkan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." (QS Al-Ankabut: 2-3)

Kedua ayat ini menegaskan sebuah prinsip fundamental dalam Islam: iman bukanlah sekadar pengakuan verbal, melainkan harus dibuktikan melalui ujian. Ujian adalah cara Allah untuk memisahkan antara mereka yang benar-benar beriman dari yang hanya mengaku beriman. Ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang baru masuk Islam dan kemudian disiksa oleh orang-orang musyrik. Ujian dapat berupa hal yang tidak menyenangkan maupun hal yang menyenangkan.

8. QS Muhammad Ayat 31

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتّٰى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنْكُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ وَنَبْلُوَا اَخْبَارَكُمْ ٣١

Latin: Wa lanabluwannakum ḥattā na'lamal-mujāhidīna minkum waṣ-ṣābirīna wa nabluwa akhbārakum.

Artinya: "Kami benar-benar akan mengujimu sehingga mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu serta menampakkan (kebenaran) berita-berita (tentang) kamu." (QS Muhammad: 31)

Ayat ini menjelaskan bahwa ujian memiliki tujuan yang jelas: untuk mengetahui siapa yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara umat Islam. Allah tidak hanya mengetahui segala sesuatu sejak azali, tetapi ujian ini berfungsi untuk menampakkan kualitas iman seseorang dalam realitas kehidupan, sehingga menjadi bukti yang nyata. Jihad dalam konteks ini mencakup segala bentuk perjuangan di jalan Allah, baik fisik maupun spiritual, dan sabar adalah kunci untuk melaluinya.

9. QS Al-Insan Ayat 24

فَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ اٰثِمًا اَوْ كَفُوْرًاۚ ٢٤

Latin: Faṣbir liḥukmi rabbika wa lā tuṭi' minhum āṡiman au kafūrā.

Artinya: "Maka, bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." (QS Al-Insan: 24)

Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad SAW, dan umat Islam secara umum, untuk bersabar dalam melaksanakan ketetapan Allah, termasuk dalam menunda kemenangan atas musuh-musuh. Sabar di sini juga berarti tidak terpengaruh oleh ajakan orang-orang yang berdosa dan kafir yang berusaha menghalangi dakwah dan mengajak kepada kekafiran. Ayat ini mengajarkan bahwa kesabaran adalah benteng yang melindungi seseorang dari pengaruh buruk lingkungan sekitarnya.

10. QS Az-Zumar Ayat 10

قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗ اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ١٠

Latin: Qul yā 'ibādil-lażīna āmanuttaqū rabbakum, lil-lażīna aḥsanū fī hāżihid-dun-yā ḥasanah, wa arḍullāhi wāsi'ah, innamā yuwaffaṣ-ṣābirūna ajrahum bigairi ḥisāb.

Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), 'Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.' Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan." (QS Az-Zumar: 10)

Ayat ini menjanjikan sebuah balasan yang luar biasa bagi orang-orang yang sabar: pahala yang disempurnakan tanpa perhitungan. Ini menunjukkan bahwa sabar memiliki nilai yang sangat tinggi di sisi Allah. Orang yang sabar akan mendapatkan pahala yang tidak terbatas, tidak dapat dihitung, dan tidak dapat dibayangkan besarnya. Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang bersabarlah yang akan mendapat pahala yang tak terbatas, seperti yang telah dirasakan oleh umat-umat terdahulu.

Hikmah Ayat Al-Qur'an tentang Sabar Menghadapi Ujian

1. Pengampunan Dosa dan Rahmat Allah

Orang-orang yang bersabar ketika ditimpa musibah dan mengucapkan "Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn" memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, serta termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada keletihan, penyakit, kecemasan, kesedihan, sakit hati, dan kesusahan yang menimpa seorang Muslim, bahkan jika itu adalah tusukan duri yang dia terima, tetapi bahwa Allah menghapus sebagian dari dosa-dosanya untuk itu" (HR Al-Bukhari dan Muslim).

2. Pengangkatan Derajat dan Kemuliaan

Allah meninggikan derajat orang-orang yang sabar menghadapi ujian. Syekh Ahmad As-Shawi menyebutkan bahwa "orang yang sabar menghadapi ujian akan Allah tinggikan derajatnya sebanyak 300 derajat". Dalam QS Al-Furqan ayat 75, Allah menjanjikan balasan berupa tempat yang tinggi di surga bagi orang-orang yang bersabar.

3. Kemenangan atas Tipu Daya Musuh

QS Ali 'Imran ayat 186 menegaskan bahwa orang-orang yang sabar dan bertakwa "akan meraih kemenangan yang gemilang atas tipu daya musuh". Sabar bukan berarti lemah, melainkan strategi spiritual yang membuat seseorang tetap teguh dan tidak terpancing emosi oleh provokasi pihak lain.

4. Terbentuknya Kepribadian Paripurna

Sabar membentuk kepribadian yang matang dan berkualitas. Dalam Konsep Sabar dalam Perspektif Al-Qur'an, ditegaskan bahwa "orang yang sabar berdimensi aqidah adalah senantiasa setiap perilaku sabar tersebut meniatkan diri supaya ingin mengharapkan ridha Allah SWT serta pahala dari-Nya." Orang sabar mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan apa pun dan berkomunikasi dengan baik karena kelapangan hatinya.

5. Pahala Tanpa Batas

Allah berfirman: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas" (QS Az-Zumar: 10). Pahala yang tidak terbatas ini menunjukkan bahwa sabar memiliki nilai yang sangat tinggi dalam kacamata Allah. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumiddin menegaskan bahwa orang yang bersyukur pada hakikatnya juga orang yang bersabar, sebab "orang yang bersyukur dalam ujian juga bersabar terhadap ujian itu".

 

Pertanyaan Seputar Ayat Al Quran

1. Apa saja ayat Al-Qur'an yang menganjurkan sabar menghadapi ujian?

Beberapa ayat utama antara lain: QS Al-Baqarah ayat 155-157 (ujian berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan), QS Ali 'Imran ayat 186 (ujian harta dan diri), QS An-Nahl ayat 127 (perintah sabar kepada Nabi Muhammad), QS Al-Baqarah ayat 153 (perintah menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong), serta QS Al-Furqan ayat 75 (balasan surga bagi orang sabar).

2. Apa perbedaan sabar dalam menghadapi ujian dengan sabar dalam ketaatan?

Syekh Ahmad As-Shawi dalam Tafsir As-Shawi menjelaskan tiga tingkatan sabar: sabar dalam melanggengkan ketaatan (600 derajat), sabar meninggalkan maksiat (900 derajat), dan sabar menghadapi musibah (300 derajat). Sabar menghadapi ujian adalah tingkatan yang bobotnya lebih rendah, namun tetap merupakan amal mulia yang dijanjikan pahala besar.

3. Bagaimana cara menerapkan sabar menghadapi ujian dalam kehidupan sehari-hari?

Al-Qur'an memerintahkan menjadikan "sabar dan shalat sebagai penolong" (QS Al-Baqarah: 153). Rasulullah SAW memberikan solusi: melihat sisi positif dari masalah, menyadari bahwa kesulitan berfungsi menghapus dosa dan mengangkat derajat, serta selalu berprasangka baik kepada Allah. Kunci praktisnya adalah sabar sejak awal musibah datang, sebagaimana sabda Nabi: "Sabar itu hanya pada (musibah) yang pertama kali datang" (HR Bukhari dan Muslim).

4. Apa balasan bagi orang yang sabar menghadapi ujian?

Allah menjanjikan tiga balasan utama: ampunan, rahmat, dan petunjuk (QS Al-Baqarah: 157); tempat yang tinggi di surga (QS Al-Furqan: 75); serta pahala tanpa batas (QS Az-Zumar: 10). Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa sabar menghadapi ujian dapat meninggikan derajat hingga 300 tingkat.

5. Apakah sabar berarti pasrah tanpa usaha?

Tidak. Sabar dalam Islam bersifat aktif, bukan pasif. Sabar berarti menahan diri dari keluhan yang berlebihan dan emosi negatif, sambil tetap berusaha dan berdoa memohon pertolongan Allah. QS Al-Baqarah ayat 153 memerintahkan menjadikan sabar dan shalat sebagai penolong—keduanya adalah bentuk ikhtiar spiritual. Orang sabar tetap bekerja, belajar, dan berusaha, namun hatinya tenang dan tidak putus asa ketika hasilnya tidak sesuai harapan.