Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 160

Al-Baqarah Ayat 160

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Illal-lażīna tābū wa aṣlaḥū wa bayyanū fa'ulā'ika atūbu ‘alaihim, wa anat-tawwābur-raḥīm(u).

Arti

kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Allah mengimbau umat Islam untuk menyampaikan kebenaran. Sungguh, orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan, yakni kitab-kitab samawi sebelum Al-Qur'an, dengan tidak memaparkannya kepada masyarakat atau menggantinya dengan yang lain, berupa keterangan-keterangan tentang satu kebenaran dan petunjuk, seperti sifat-sifat Nabi Muhammad atau hukum syariat tertentu setelah Kami jelaskan kepada manusia dalam Kitab Al-Qur'an, mereka itulah orang yang dilaknat Allah, dijauhkan dari rahmat-Nya, dan dilaknat pula oleh mereka yang melaknat: para malaikat dan kaum mukmin. Ayat ini berlaku bagi setiap orang yang sengaja menyembunyikan kebenaran dari Allah. Laknat itu akan selalu meliputi mereka, kecuali mereka yang telah bertobat dan menyesali dosa mereka, dan mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan-nya; mereka itulah yang Aku terima tobatnya, dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. Sungguh, orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kafir akan mendapat empat macam pembalasan. Pertama, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya; kedua, mereka kekal di dalamnya, di dalam laknat itu, dan karenanya mereka akan masuk neraka untuk selamanya; ketiga, mereka tidak akan diringankan azabnya; dan keempat, mereka tidak diberi penangguhan sebagaimana pada saat mereka di dunia.

Tafsir Tahlili

Orang yang tobat dari kesalahan dan kelalaiannya serta memperbaiki dirinya dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, menerangkan serta menyebarkan ilmu yang dimilikinya, berani menegakkan kebenaran serta memerangi kemungkaran dikecualikan dan dibebaskan dari laknat Allah. Bagi orang-orang yang seperti itu walaupun mereka telah terlanjur berbuat kesalahan, namun Allah tetap menyediakan ampunan, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Jadi janganlah seseorang berputus asa dari rahmat Allah dan petunjuk-Nya bagaimanapun besar dan banyaknya kesalahan serta dosanya, karena pintu tobat dan rahmat Allah terbuka selebar-lebarnya bagi orang yang insaf dan ingin memperbaiki dirinya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah menerima tobat orang-orang yang menyesali dosa, memperbaiki diri dengan berbuat saleh, dan menjelaskan kebenaran yang sebelumnya disembunyikan.
  • Bagi mereka yang bertobat dan memperbaiki diri, Allah akan menerima tobatnya, membebaskan dari laknat, dan mengampuni dosa-dosa mereka karena Dia Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.
  • Jangan berputus asa dari rahmat Allah, sebab pintu tobat dan rahmat-Nya selalu terbuka lebar bagi orang yang insaf dan ingin memperbaiki diri.

FAQ

Apa syarat-syarat tobat yang diterima Allah menurut Surat Al-Baqarah ayat 160?

Tobat yang diterima Allah adalah bagi mereka yang menyesali dosa, mengadakan perbaikan dengan berbuat saleh, dan menjelaskan kebenaran yang sebelumnya disembunyikan. Perbaikan diri ini mencakup mendekatkan diri kepada Allah, menerangkan serta menyebarkan ilmu yang dimiliki, berani menegakkan kebenaran, dan memerangi kemungkaran.

Bagaimana seseorang dapat 'mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya)' menurut tafsir Surat Al-Baqarah ayat 160?

Mengadakan perbaikan berarti mendekatkan diri kepada Allah, menerangkan serta menyebarkan ilmu yang dimiliki, berani menegakkan kebenaran, dan memerangi kemungkaran. Menjelaskan(nya) merujuk pada memaparkan kebenaran yang sebelumnya disembunyikan.

Apa makna penyebutan sifat Allah sebagai Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang dalam Surat Al-Baqarah ayat 160?

Penyebutan sifat Allah sebagai Maha Penerima tobat dan Maha Penyayang menunjukkan bahwa Allah tetap menyediakan ampunan bagi orang yang bertobat dan memperbaiki diri, betapapun besar dan banyaknya kesalahan serta dosanya. Ini adalah dorongan agar seseorang tidak berputus asa dari rahmat dan petunjuk Allah, karena pintu tobat dan rahmat-Nya terbuka lebar.