Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 239

Al-Baqarah Ayat 239

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

فَاِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا اَوْ رُكْبَانًا ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَّا لَمْ تَكُوْنُوْا تَعْلَمُوْنَ

Fa'in khiftum farijālan au rukbānā(n), fa'iżā amintum fażkurullāha kamā ‘allamakum mā lam takūnū ta‘lamūn(a).

Arti

Jika kamu takut (ada bahaya), salatlah sambil berjalan kaki atau berkendaraan. Kemudian apabila telah aman, maka ingatlah Allah (salatlah), sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Namun, jika kamu takut ada bahaya, baik karena musuh, binatang buas, atau lainnya, maka salatlah sambil berjalan kaki karena darurat atau ketika berada di kendaraan, baik menghadap kiblat maupun tidak. Kemudian apabila situasinya telah kembali aman, maka ingatlah Allah, yakni salatlah, sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa yang tidak kamu ketahui, seperti cara melaksanakan salat dalam kondisi tidak aman. Ini menunjukkan pentingnya salat. Ia harus ditegakkan dimana saja dan kapan saja, serta dalam situasi apa pun.

Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini diterangkan keutamaan melakukan salat, dan selalu memeliharanya. Keluarga merupakan bagian dari masyarakat dan dalam memenuhi segala kebutuhan dan persoalan hidupnya banyak sekali menemui kesulitan yang kadang-kadang dapat menjerumuskannya kepada hal-hal yang dilarang agama. Karena itu telah diberi suatu cara yang baik untuk dilakukan manusia agar selalu terjamin hubungan keduniaannya dengan ketakwaan kepada Allah dengan selalu memelihara salat. Mulai dari bangun tidur sebelum melakukan kontak dengan manusia lainnya ia ingat dan bermunajah lebih dahulu dengan Allah (waktu subuh). Kemudian setelah ia berhubungan dengan masyarakat, dan mungkin sekali terjadi perbuatan yang tidak diridai Allah maka untuk mengingatkan dan menyelamatkannya, ia dipanggil untuk berhubungan lagi dengan Allah pada waktu tengah hari (salat zuhur). Begitulah seterusnya selama 24 jam. Dengan demikian selalu terjalin antara kesibukan manusia (untuk memenuhi hajat hidupnya) dengan ingat kepada Allah dan melaksanakan perintah-perintah-Nya. Hal ini mempunyai pengaruh dan membekas dalam jiwa dan kehidupan manusia sebagaimana ditegaskan bahwa dengan salat manusia dapat terhindar dari perbuatan jahat dan mungkar. Selain itu, memelihara salat adalah bukti iman kepada Allah, dan menjadi syarat mutlak bagi kehidupan seorang Muslim, menguatkan tali persaudaraan, dan dapat menjamin hak-hak manusia. Menurut riwayat Aḥmad, Rasulullah SAW bersabda:

اَلْعَهْدُ الَّذِيْ بَيْـنَنَا وَبَيْـنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ (رواه أحمد)

"Perjanjian antara kami dengan kaum kafir adalah salat, siapa yang meninggalkannya (dengan sengaja) maka ia telah menjadi kafir." (Riwayat Aḥmad)

Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Aḥmad dan aṭ-Ṭabrānī, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُوْرٌ وَلاَبُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُوْنَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ (رواه أحمد والطبراني)

"Barang siapa selalu memelihara salat maka ia akan dapat cahaya dan petunjuk serta akan dapat keselamatan pada hari Kiamat. Sebaliknya orang yang tidak memelihara salat maka tidak ada baginya cahaya, petunjuk dan keselamatan. Di akhirat nanti ia akan bersama Fir‘aun, Haman, dan Ubai bin Khalaf di dalam neraka." (Riwayat Aḥmad dan aṭ-Ṭabrānī)

Ayat-ayat di atas menjelaskan bagaimana pentingnya menjaga dan memelihara salat. Manusia yang melaksanakan perintah ini benar-benar menjadi makhluk Allah yang bertakwa dan hidupnya akan selalu aman, berada di dalam magfirah dan rida Allah.

Adapun sebab turun ayat ini menurut riwayat dari Zaid bin Ṡābit, Rasulullah SAW selalu melakukan salat zuhur, meskipun pada siang hari yang panas terik yang bagi para sahabat dirasakan berat, maka turunlah ayat ini. Allah memerintahkan kepada kaum Muslimin untuk selalu menjaga salat lima waktu. Jika salat itu dilaksanakan, ia dapat memelihara diri dari berbuat hal-hal yang jahat dan mungkar. Salat dapat menjadi penenang jiwa dari segala kegelisahan yang menimpa diri. Karena itu salat merupakan tiang agama.

Allah menekankan salat wusṭā. Salat wusta menurut jumhur Ulama ialah salat Asar. Allah mengajarkan pula, agar dalam melakukan salat kita berlaku khusyuk dan tawaduk. Sebab pemusatan pikiran kepada Allah semata-mata adalah tingkat salat yang paling baik dan salat inilah yang dapat membekas pada jiwa manusia.

Karena pentingnya melaksanakan dan memelihara salat ini seorang Muslim tidak boleh meninggalkannya walau dalam keadaan bagaimanapun. Salat tetap tidak boleh ditinggalkan, meskipun dalam suasana kekhawatiran terhadap jiwa, harta, atau kedudukan. Dalam keadaan uzur, salat dapat dikerjakan menurut cara yang mungkin dilakukan, baik dalam keadaan berjalan kaki, berkendaraan, ataupun sakit. Maka setelah hilang uzur itu, terutama yang berupa kekhawatiran, hendaklah bersyukur kepada Allah, karena Allah mengajarkan kepada manusia hal-hal yang tidak diketahuinya termasuk mengenai kaifiat (cara) melakukan salat dalam masa tidak aman/dalam keadaan perang.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Dalam kondisi takut atau bahaya, salat boleh dilaksanakan sambil berjalan kaki atau berkendaraan, bahkan tanpa menghadap kiblat.
  • Apabila kondisi telah aman, umat Islam diperintahkan untuk mengingat Allah (melaksanakan salat) sebagai bentuk syukur atas petunjuk-Nya mengenai cara salat dalam keadaan darurat.
  • Ayat ini menegaskan pentingnya salat sebagai ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun, bahkan dalam keadaan darurat atau ketakutan.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 239?

Surat Al-Baqarah ayat 239 menjelaskan bahwa jika dalam keadaan takut atau bahaya, salat dapat dilaksanakan sambil berjalan kaki atau berkendaraan, baik menghadap kiblat maupun tidak. Setelah keadaan aman, umat Muslim diperintahkan untuk kembali salat secara normal. Ayat ini menekankan pentingnya salat yang harus ditegakkan di mana saja, kapan saja, dan dalam situasi apa pun.

Mengapa Allah memerintahkan salat dalam kondisi takut atau bahaya pada Surat Al-Baqarah ayat 239?

Allah memerintahkan salat dalam kondisi takut atau bahaya karena salat adalah ibadah yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apa pun, bahkan saat ada kekhawatiran terhadap jiwa, harta, atau kedudukan. Setelah keadaan aman, umat Muslim diperintahkan untuk bersyukur kepada Allah karena Dia telah mengajarkan cara melaksanakan salat dalam kondisi tidak aman.

Apa sebab turunnya Surat Al-Baqarah ayat 239?

Menurut riwayat dari Zaid bin Ṡābit, Surat Al-Baqarah ayat 239 turun ketika Rasulullah SAW selalu melaksanakan salat zuhur pada siang hari yang panas terik, yang dirasakan berat oleh para sahabat. Ayat ini kemudian turun untuk memerintahkan kaum Muslimin agar selalu menjaga salat lima waktu.