Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 268

Al-Baqarah Ayat 268

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِ ۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ ۖ

Asy-syaiṭānu ya‘idukumul-faqra wa ya'murukum bil-faḥsyā'(i), wallāhu ya‘idukum magfiratam minhu wa faḍlā(n), wallāhu wāsi'un ‘alīm(un).

Arti

Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Setan, baik dari kalangan jin maupun manusia, selalu berusaha menjanjikan dengan cara membisiki dan menakuti kemiskinan kepadamu, misalnya dengan bersedekah harta akan berkurang, atau bahkan akan membuatmu terpuruk dalam kemiskinan, dan sebagainya. Dan setan juga selalu menyuruh kamu berbuat keji, yaitu segala sesuatu yang dianggap sangat buruk oleh akal sehat, budaya, agama, dan naluri manusia, antara lain kikir. Itulah ulah setan yang selalu menghalangi manusia untuk berbuat kebaikan, sedangkan Allah menjanjikan ampunan, sebab setiap sedekah yang kita keluarkan akan menghapuskan dosa. Dan selain itu Allah juga menjanjikan akan menambah karunia-Nya kepadamu jika kamu berinfak, sebab harta tidak berkurang dengan disedekahkan, justru sedekah akan menambah berkahnya. Bukan hanya itu, sedekah dan kedermawanan akan menghilangkan kecemburuan dan penyakit sosial lainnya di tengah masyarakat yang pada gilirannya akan menciptakan stabilitas sehingga kegiatan perekonomian akan semakin produktif dan karunia Allah bertambah. Dan Allah Mahaluas ampunan, anugerah dan rahmat-Nya, Maha Mengetahui siapa yang berhak menerima itu semua.

Tafsir Tahlili

Setan selalu menakut-nakuti orang yang berinfak dan membujuk mereka agar bersifat bakhil dan kikir. Setan membayangkan kepada mereka bahwa berinfak atau bersedekah akan menghabiskan harta benda dan akan menyebabkan mereka menjadi miskin dan sengsara. Oleh sebab itu harta benda mereka harus disimpan untuk persiapan di hari depan.

Menafkahkan barang yang jelek, dan keengganan untuk menafkahkan barang yang baik, oleh Allah disebut sebagai suatu kejahatan, bukan kebajikan, karena orang yang bersifat demikian berarti mempercayai setan dan tidak mensyukuri nikmat Allah serta tidak percaya akan kekayaan Allah dan kekuasaan-Nya untuk memberi tambahan rahmat kepadanya.

Allah menjanjikan kepada hamba-Nya melalui rasul-Nya, untuk memberikan ampunan atas kesalahan-kesalahan yang banyak, terutama dalam masalah harta benda. Karena sudah menjadi tabiat manusia mencintai harta benda sehingga berat baginya untuk menafkahkannya.

Selain menjanjikan ampunan, Allah juga menjanjikan kepada orang yang berinfak akan memperoleh ganti dari harta yang dinafkahkannya. Di dunia dia akan memperoleh kemuliaan dan nama baik di kalangan masyarakatnya karena keikhlasannya dalam berinfak atau dengan bertambahnya harta yang masih tersisa. Di akhirat kelak dia akan menerima pahala yang berlipat ganda.

Dalam hubungan ini Allah berfirman:

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚوَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ

"...Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik." (Saba’/34:39)

Berinfak adalah salah satu cara untuk bersyukur. Maka orang yang berinfak dengan ikhlas adalah orang yang bersyukur kepada Allah yang telah mengaruniakan harta benda itu kepadanya dan Dia akan menambah rahmat-Nya kepada orang tersebut. Firman-Nya:

لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"…Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (Ibrāhīm/14:7)

Imam al-Bukhārī dan Muslim meriwayatkan suatu hadis, yang mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ فِيْهِ الْعِبَادُ إِلاَّ وَ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ يَقُوْلُ أَحَدُهُمَا اللّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلَفًا؛ وَيَقُوْلُ اْلاٰخَرُ: اللّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً (رواه البخاري ومسلم)

“Tidak ada suatu hari di mana hamba-hamba Allah berada pada pagi hari, kecuali ada dua malaikat yang turun. Salah satu dari malaikat itu berdoa, “Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menginfakkan (harta bendanya) ganti.” Dan malaikat yang satu lagi berdoa, 'Berikanlah kepada orang yang enggan (menginfakkan hartanya) kemusnahan.'” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim)

Yang dimaksud dengan “ganti” dari harta yang dinafkahkan itu ialah: Allah akan memudahkan jalan baginya untuk memperoleh rezeki, dan dia mendapatkan kehormatan dalam masyarakat. Sedang yang dimaksud dengan “kemusnahan” ialah bahwa harta bendanya itu habis tanpa memberikan faedah kepadanya.

Pada akhir ayat ini Allah SWT mengingatkan bahwa Dia Mahaluas rahmat dan karunia-Nya memberikan ampunan dan ganti dari harta yang dinafkahkan itu. Allah Maha Mengetahui apa yang dinafkahkan hamba-Nya, sehingga Dia tidak akan menyia-nyiakannya, bahkan akan diberinya pahala yang baik.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Setan menakut-nakuti dengan kemiskinan dan mendorong perbuatan keji seperti kikir.
  • Sebaliknya, Allah menjanjikan ampunan atas dosa dan karunia yang berlimpah bagi orang yang berinfak.
  • Karunia Allah bagi orang yang berinfak meliputi penggantian harta di dunia, kemuliaan, dan pahala berlipat ganda di akhirat.
  • Allah Mahaluas ampunan, anugerah, dan rahmat-Nya, serta Maha Mengetahui siapa yang berhak menerimanya.

FAQ

Apa kandungan utama Surat Al-Baqarah ayat 268?

Surat Al-Baqarah ayat 268 menjelaskan kontras antara bisikan setan dan janji Allah. Setan menakut-nakuti manusia dengan kemiskinan dan mendorong perbuatan kikir agar tidak berinfak. Sebaliknya, Allah menjanjikan ampunan atas dosa dan karunia yang berlimpah bagi mereka yang berinfak, menegaskan bahwa Allah Mahaluas rahmat dan anugerah-Nya serta Maha Mengetahui.

Bagaimana setan memengaruhi manusia agar tidak berinfak menurut ayat ini?

Menurut ayat ini, setan memengaruhi manusia agar tidak berinfak dengan cara membisiki dan menakut-nakuti kemiskinan. Setan membayangkan bahwa bersedekah akan mengurangi harta, bahkan menghabiskannya dan menyebabkan kesengsaraan, sehingga harta harus disimpan. Selain itu, setan juga menyuruh manusia untuk berbuat keji, salah satunya adalah kikir.

Apa saja janji dan karunia Allah bagi orang yang berinfak dalam Surat Al-Baqarah ayat 268?

Allah menjanjikan ampunan atas dosa, terutama yang berkaitan dengan harta. Selain itu, Allah akan memberikan karunia-Nya berupa pengganti dari harta yang diinfakkan. Pengganti ini bisa berupa bertambahnya berkah harta, kemuliaan dan nama baik di masyarakat, serta kemudahan rezeki di dunia. Di akhirat, mereka akan menerima pahala yang berlipat ganda. Infak juga menghilangkan kecemburuan sosial, menciptakan stabilitas, dan merupakan bentuk syukur yang akan menambah rahmat Allah.