Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 76

Al-Baqarah Ayat 76

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَاِذَا لَقُوا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قَالُوْٓا اٰمَنَّاۚ وَاِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ اِلٰى بَعْضٍ قَالُوْٓا اَتُحَدِّثُوْنَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاۤجُّوْكُمْ بِهٖ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ

Wa iżā laqul-lażīna āmanū qālū āmannā, wa iżā khalā ba‘ḍuhum ilā ba‘ḍin qālū atuḥaddiṡūnahum bimā fataḥallāhu ‘alaikum liyuḥājjūkum bihī ‘inda rabbikum, afalā ta‘qilūn(a).

Arti

Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami telah beriman.” Tetapi apabila kembali kepada sesamanya, mereka bertanya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, sehingga mereka dapat menyanggah kamu di hadapan Tuhanmu? Tidakkah kamu mengerti?”

Tafsir

Tafsir Wajiz

Keingkaran kaum Yahudi tidak saja tecermin pada keingkaran mereka terhadap kerasulan Nabi Muhammad, tetapi juga pada sikap munafiknya. Karakter ini nyata dan jelas apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman dari kelompok sahabat Nabi, mereka berkata, "Kami telah beriman sebagaimana kalian meyakini kerasulan Muhammad.” Tetapi apabila mereka kembali kepada sesamanya, mereka bertanya kepada kelompoknya, “Apakah akan kamu ceritakan kepada mereka yang menjadi pengikut Muhammad apa yang telah diterangkan Allah kepadamu di dalam Taurat tentang akan datangnya seorang rasul yang bernama Ahmad--nama lain Nabi Muhammad, sehingga mereka atau umat Islam itu dapat menyanggah kamu dan menyalahkanmu di hadapan Tuhanmu, karena kerasulan Muhammad itu memang benar dan tercantum dalam Taurat. Karena itu tidakkah kamu mengerti bahwa bila ini terjadi, yaitu penjelasan tentang kerasulan Muhammad, berarti kamu telah melakukan hal yang bodoh?” Ayat ini turun untuk menegaskan bahwa kaum Yahudi pada dasarnya mengakui kenabian MUhammad, namun mereka tidak mengimaninya.

Tafsir Tahlili

Ayat ini memberitakan tentang beberapa watak orang-orang Yahudi yang tak dapat diharapkan lagi iman mereka; yaitu watak mereka menyerupai watak orang munafik dan juga menerangkan tingkah laku mereka. Ayat ini menjelaskan bahwa apabila orang Yahudi yang bersikap munafik berjumpa dengan para sahabat Nabi saw mereka berkata, “Kami juga beriman seperti kamu, kami mengakui bahwa kamu dalam kebenaran, dan bahwa Muhammad saw itu memang utusan Allah yang telah diterangkan dalam kitab Taurat.” Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka. Tetapi ketika mereka berada di tengah-tengah kaumnya, mereka dicela oleh kaumnya dengan mengatakan, ”Mengapa mereka memberitahu kepada orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad saw secara khusus di dalam Taurat. Seharusnya kabar itu dirahasiakan dan tidak boleh seorang pun tahu, karena kalau rahasia itu dibukakan, berarti orang-orang mukmin mempunyai alasan yang kuat untuk mengalahkan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah”. Tindakan yang demikian dianggap oleh mereka sebagai perbuatan tercela, tidak diperkirakan sebelumnya akibat buruk yang akan terjadi.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Kaum Yahudi menunjukkan sikap munafik dalam berinteraksi dengan orang-orang beriman.
  • Mereka mengaku beriman saat berjumpa dengan orang mukmin, namun di antara sesama mereka saling mencela karena khawatir kebenaran tentang Nabi Muhammad yang telah diterangkan dalam Taurat akan terungkap.
  • Meskipun pada dasarnya mengakui kenabian Nabi Muhammad yang tercantum dalam Taurat, mereka tidak mengimaninya.

Asbabun Nuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Mujahid, bahwa Nabi Muhammad saw. pernah berdiri di hadapan benteng Bani Quraizhah dan bersabda, “Wahai saudara-saudara babi! Wahai saudara-saudara babi! Wahai penyembah tagut!” Mereka kemudian berkata, “Siapa yang memberitahukan hal ini kepada Muhammad? Tidak ada yang mengetahui hal ini selain kalian.” Peristiwa ini dikaitkan dengan firman Allah, “Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepadamu, agar mereka dapat mengalahkan hujahmu di hadapan Tuhanmu?”

Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir melalui jalur Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa ketika bertemu dengan orang-orang beriman, sebagian orang Yahudi berkata, “Kami beriman bahwa sahabat kalian (Muhammad) adalah utusan Allah.” Namun, pernyataan tersebut hanya mereka sampaikan kepada orang-orang beriman. Ketika berkumpul dengan sesama mereka, mereka berkata, “Apakah kalian menceritakan kepada mereka (orang-orang mukmin) apa yang telah diterangkan Allah kepada kalian?” Mereka khawatir informasi tersebut akan digunakan oleh orang-orang mukmin untuk menguatkan hujah mereka.

Sementara itu, As-Suddi meriwayatkan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan sebagian orang Yahudi yang masuk Islam, tetapi masih menyimpan kemunafikan. Mereka menceritakan kepada orang-orang mukmin tentang azab yang telah Allah terangkan kepada mereka. Kemudian, sebagian dari mereka menegur yang lain dengan berkata, “Apakah kalian menceritakan kepada mereka tentang apa yang telah Allah terangkan kepada kalian mengenai azab, sehingga mereka berkata, ‘Kami lebih dicintai oleh Allah daripada kalian dan lebih mulia daripada kalian’?”

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 76?

Ayat ini menjelaskan tentang watak munafik kaum Yahudi. Ketika mereka bertemu orang-orang beriman, mereka mengaku telah beriman dan mengakui kerasulan Nabi Muhammad. Namun, saat kembali kepada sesama mereka, mereka saling mencela karena menceritakan apa yang telah diterangkan Allah dalam Taurat tentang kedatangan seorang rasul bernama Ahmad (Nabi Muhammad), yang dapat digunakan umat Islam untuk menyanggah mereka di hadapan Tuhan. Ayat ini menegaskan bahwa kaum Yahudi pada dasarnya mengakui kenabian Muhammad, tetapi tidak mengimaninya.

Mengapa orang-orang Yahudi dalam Surat Al-Baqarah ayat 76 mengatakan 'Kami telah beriman' saat berjumpa dengan orang-orang beriman?

Mereka mengucapkan kata-kata itu dengan maksud untuk menenteramkan hati orang-orang Aus dan Khazraj yang pernah menjadi teman sekutu mereka, sekaligus mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah yang telah diterangkan dalam kitab Taurat.

Mengapa orang-orang Yahudi dalam Surat Al-Baqarah ayat 76 saling mencela karena menceritakan apa yang diterangkan Allah kepada orang-orang beriman?

Mereka dicela karena memberitahu orang Islam apa yang diterangkan Allah tentang kedatangan Nabi Muhammad secara khusus di dalam Taurat. Seharusnya kabar itu dirahasiakan, karena jika dibukakan, orang-orang mukmin akan mempunyai alasan yang kuat untuk mengalahkan hujah-hujah mereka sendiri di hadapan Allah.