Liputan6.com, Jakarta - Rasa waswas yang muncul berulang kali dapat membuat seseorang gelisah dan kesulitan beraktivitas dan menjalankan ibadah dengan tenang. Dalam ajaran Islam, dzikir untuk menenangkan pikiran saat diganggu rasa waswas menjadi salah satu ikhtiar untuk memohon perlindungan Allah SWT sekaligus menjaga keteguhan hati.
Gangguan waswas dapat berupa keraguan yang terus muncul, pikiran yang mengusik kekhusyukan, atau bisikan yang mendorong seseorang merasa cemas secara berlebihan. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ighatsatul Lahfan membahas gangguan hati yang berkaitan dengan syubhat dan hawa nafsu, serta pentingnya ilmu dan tuntunan agama dalam mengatasinya.
Dalam buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah, Syaikh Abdurrazzaq al-Badr membahas doa ketika menghadapi kesulitan. Dia juga mengingatkan pentingnya berdoa dengan ikhlas dan penuh keyakinan.
Advertisement
Menghadapi waswas tidak cukup hanya dengan membaca zikir, tetapi juga perlu disertai pemahaman terhadap maknanya, ketekunan beribadah, dan upaya memperbaiki diri. Merujuk literatur kontemporer dan klasik, berikut ini adalah bacaan dzikir untuk menenangkan pikiran agar terbebas rasa waswas.
Dzikir dan Doa untuk Menenangkan Pikiran Saat Diganggu Rasa Waswas
1. Doa Berlindung dari Setan Khanzab
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَيْطَانِ الْوَسْوَسَةِ خَنْزَبٍ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min syaithaanil waswasati khanzab.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari setan Khanzab, pembuat waswas.” (Dibaca tiga kali)
Dalam I’anatut Thalibin, dijelaskan bahwa setan Khanzab khusus mengganggu orang yang sedang shalat dan berwudhu; doa ini dibaca saat gangguan terasa kuat.
2. Doa Berlindung dari Kesyirikan yang Samar
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika an usyrika bika wa ana a‘lamu wa astaghfiruka limaa laa a‘lam.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedangkan aku mengetahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu atas apa yang tidak aku ketahui.”
Dzikir ini bersumber dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir Ustaz Salehuddin bin Abu Samah; HR Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad dari Ma’qil bin Yasar. Doa ini sebagai penawar waswas dan hipokondria, dibaca tiga kali pagi dan tiga kali sore.
3. Zikir Nama Allah yang Maha Awal dan Maha Akhir
Arab: هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Latin: Huwal awwalu wal aakhiru wazh zhaahiru wal baathinu wa huwa bikulli syai’in ‘aliim.
Artinya: “Dialah Yang Maha Awal, Maha Akhir, Yang Maha Tampak, Maha Tersembunyi, dan Dia Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”
Doa ini dikutip dari Ebook Koleksi Doa dan Zikir. Syekh Mukhtar Marzuq menekankan bahwa kedua zikir ini—doa kesyirikan samar dan nama Allah yang Maha Awal—bersama ketulusan niat memiliki pengaruh besar menghilangkan keraguan yang muncul di hati mukmin.
4. Doa Meneguhkan Hati di Atas Agama Allah
Arab: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Latin: Yaa Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik.
Artinya: “Wahai Yang Membalikkan hati manusia, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
Doa ini dikutip dari Jabatan Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia; HR Tirmidzi (2140). Mufti menjelaskan bahwa Nabi SAW memperbanyak doa ini untuk memohon keteguhan hati agar tidak mudah terpengaruh waswas, terutama yang menyangkut akidah.
5. Doa Berlindung dari Bisikan Dada dan Kesempitan Urusan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمَا تَهِبُّ بِهِ الرِّيَاحُ وَمِنْ شَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min wasaawisis shadri wa syataatil amri wa fitnatil qabri wa syarri maa yaliju fil laili wa syarri maa yaliju fin nahaari wa maa tahibbu bihir riyaahu wa min syarri bawaa’iqid dahr.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan dada, kesempitan urusan, fitnah kubur, kejahatan yang masuk pada malam dan siang, angin yang membawa keburukan, dan dari kejahatan bencana zaman.”
Doa ini merujuk kitab Makarimul Akhlaq karya Al-Khara’ithi. Doa ini mencakup perlindungan dari waswas yang bersemayam di dada serta kecemasan yang menyertainya.
6. Zikir Tahlil untuk Mengusir Setan
Arab: لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ
Latin: Laa ilaaha illallaah.
Artinya: “Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah.”
Sebagian ulama menganjurkan membaca tahlil ketika waswas menyerang saat wudhu atau shalat; setan akan segera menjauh dan lambat berlalu ketika mendengar zikir tahlil.
7. Doa Berlindung dari Kejahatan Diri dan Setan
Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Latin: Allaahumma innii a‘uudzu bika min syarri nafsii wa min syarrish syaithaani wa syirkih.
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan setan serta kesyirikannya.”
Doa ini dikutip dari Buku Dzikir Pagi dan Petang dan Sesudah Shalat Fardhu, Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf al-Qahthani; HR Abu Dawud dan Ibnu Majah. Doa ini dibaca pada pagi dan petang sebagai benteng dari bisikan yang berasal dari dalam diri maupun dari setan.
Adab dan Waktu Terbaik Dzikir untuk Menenangkan Pikiran Saat Diganggu Rasa Waswas
1. Ikhlas dan menghadirkan hati
Ebook Koleksi Doa dan Zikir menekankan pentingnya berzikir dan berdoa dengan ikhlas, yakin, serta khusyuk. Menghadirkan hati saat berzikir membantu seseorang lebih menghayati bacaan dan menjaga ketenangan batin.
2. Memahami makna zikir
Memahami arti bacaan membuat zikir tidak sekadar menjadi ucapan yang diulang. Pemahaman makna, ketulusan niat, dan perenungan terhadap bacaan membantu seseorang menghadapi waswas dengan lebih tenang.
3. Mengulang zikir sesuai tuntunan
Beberapa doa perlindungan dianjurkan dibaca berulang, termasuk tiga kali untuk bacaan tertentu. Pengulangan membantu menjaga fokus dan meneguhkan hati, tetapi jumlah bacaan sebaiknya mengikuti tuntunan yang berlaku untuk masing-masing zikir.
4. Membaca zikir pagi dan petang
Buku Dzikir Pagi dan Petang karya Syaikh Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani menghimpun bacaan perlindungan yang diamalkan pada pagi dan petang. Zikir pagi umumnya dibaca setelah Subuh hingga menjelang terbit matahari, sedangkan zikir petang dibaca pada sore hari.
5. Berzikir setelah shalat fardhu
Setelah shalat wajib, umat Islam dapat membaca zikir yang disyariatkan, termasuk Ayat Kursi serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sesuai tuntunan masing-masing. Kebiasaan ini membantu menjaga kedekatan kepada Allah dan menguatkan hati.
6. Berzikir saat waswas menyerang
Ketika waswas muncul saat wudhu, shalat, atau membaca Al-Qur'an, seseorang dapat memohon perlindungan kepada Allah dan membaca zikir yang sesuai tuntunan. Untuk gangguan yang muncul ketika shalat, Rasulullah SAW mengajarkan agar memohon perlindungan kepada Allah dari setan.
7. Memanfaatkan sepertiga malam terakhir
Waktu ini dikenal sebagai salah satu kesempatan utama untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Umat Islam dapat mengisinya dengan shalat malam, istigfar, zikir, dan doa agar diberi ketenangan serta keteguhan hati.
8. Berzikir saat hati gelisah atau cemas
Buku Doa-Doa bagi Orang Sakit dan yang Tertimpa Musibah karya Syaikh Abdurrazzaq al-Badr memuat doa untuk menghadapi kesulitan dan kesempitan. Bacaan tersebut dapat menjadi ikhtiar spiritual ketika waswas disertai kegelisahan, sembari tetap mencari bantuan profesional jika kecemasan terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Hikmah Dzikir untuk Menenangkan Pikiran Saat Waswas
1. Menenangkan hati dan jiwa
Al-Qur’an menegaskan bahwa hati menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Dzikir menjauhkan hati dari prasangka buruk dan waswas yang berasal dari setan.
2. Mengusir setan dan bisikannya
Zikir tahlil dan doa Khanzab membuat setan menjauh. Setan akan segera bersembunyi dan lambat berlalu ketika mendengar zikir.
3. Memperkuat keteguhan iman
Doa Yaa Muqallibal quluub memohon agar hati tidak mudah goyah oleh keraguan. Mufti Wilayah Persekutuan menegaskan bahwa doa ini adalah benteng akidah dari waswas.
4. Menghilangkan keraguan dan hipokondria
Syekh Mukhtar Marzuq menyebut doa kesyirikan samar dan zikir nama Allah yang Maha Awal berpengaruh besar menghilangkan keraguan, kemunafikan, dan penyakit hipokondria.
5. Mendatangkan ketenangan psikologi
Dzikir tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga membantu membangun keterikatan yang aman kepada Allah dan mengubah distorsi kognitif pada penderita waswas.
Pertanyaan Seputar Dzikir
1. Apa dzikir paling singkat untuk menenangkan pikiran saat waswas?
“Laa ilaaha illallaah” dan “Yaa Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘alaa diinik” dapat dibaca sebagai zikir ringkas untuk menenangkan hati dan memohon keteguhan iman.
2. Kapan waktu terbaik membaca dzikir saat diganggu waswas?
Pagi dan petang, setelah shalat fardhu, saat waswas menyerang, dan pada sepertiga malam terakhir.
3. Apakah dzikir saja cukup untuk mengatasi waswas?
Tidak. Dzikir harus disertai ilmu, taubat, menjauhi rezeki haram, dan jika perlu bantuan profesional. Islam menganjurkan doa dan ikhtiar secara seimbang.
4. Bolehkah membaca dzikir waswas dengan bahasa sendiri?
Boleh, tetapi zikir yang diajarkan Nabi lebih utama. Jika berdoa dengan bahasa sendiri, jagalah adab dan jangan memohon hal yang bertentangan dengan syariat.
5. Apa tanda dzikir mulai menenangkan pikiran?
Pikiran lebih jernih, keraguan berkurang, hati lebih tenang, dan ibadah terasa lebih khusyuk.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378631/original/096164000_1792555787-Screenshot_2026-10-21_103719.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378737/original/019231300_1792561477-cpns_honorer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378727/original/040838400_1792560617-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378600/original/015963400_1792553835-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377372/original/080560200_1760091737-Sholat_Sunnah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378945/original/090413700_1792568773-karhutla-masih-landa-empat-gunung-jatim-1792396157764_169.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366385/original/031825200_1791264228-197.jpg)