Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 121

Al-Baqarah Ayat 121

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

اَلَّذِيْنَ اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ ۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ ࣖ

Allażīna ātaināhumul-kitāba yatlūnahū ḥaqqa tilāwatih(ī), ulā'ika yu'minūna bih(ī), wa may yakfur bihī fa ulā'ika humul-khāsirūn(a).

Arti

Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya sebagaimana mestinya, mereka itulah yang beriman kepadanya. Dan barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Orang-orang yang telah kami berikan kepada mereka Al-kitab dari kalangan Yahudi dan Nasrani, mereka membacanya dengan sebaik-baiknya dan mengikuti kandungannya dengan sebenar-benarnya, mengimani semua yang terkandung di dalamnya, dan juga beriman kepada para utusan Allah, termasuk beriman kepada penutup mereka yaitu rasul dan nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, tidak mengganti dan mengubah-ubah apa yang ada di dalamnya. Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad Shalallahu Wassalam dan kepada apa yang diturunkan kepadanya. Adapun orang-orang yang merubah-ubah isi Al-kitab dan menyembunyikan sebagian isi yang lain, mereka itu adalah orang-orang yang ingkar kepada Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam. Dan barangsiapa yang kafir kepadanya maka mereka itulah orang-orang yang paling besar kerugiannya di sisi Allah.

Tafsir Tahlili

Di antara Ahli Kitab ada orang Yahudi yang mengikuti Taurat, orang Nasrani mengikuti Injil. Mereka benar-benar membaca kitab yang diturunkan kepada mereka dengan bacaan yang benar tidak diikuti oleh keinginan dan hawa nafsu mereka.

Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya dengan me-mahaminya sepenuh hati, tidak mentakwilkan atau menafsirkannya menurut keinginan sendiri, tidak menambah, mengurangi atau mengubahnya.

Menurut Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Abbas, membaca dengan bacaan yang sebenarnya ialah menghalalkan yang dihalalkanya, mengharamkan yang diharamkannya, membacanya seperti yang diturunkan Allah, tidak mengubah-ubah atau memalingkan perkataan dari tempat yang semestinya dan tidak menakwilkan sesuatu dari kitab itu dengan takwil yang bukan semestinya.[18]

Dalam firman-Nya yang lain dijelaskan bacaan yang dimaksud, yakni:

اِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهٖٓ اِذَا يُتْلٰى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ سُجَّدًاۙ

“... Sesungguhnya orang yang telah diberi pengetahuan sebelumnya, apabila (Al-Qur’an) dibacakan kepada mereka, mereka menyungkurkan wajah, bersujud.” (a1-Isrā’/17:107)

لَقَدْ كَانَ فِيْ قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّاُولِى الْاَلْبَابِ

Sungguh, pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang yang mempunyai akal. (Al-Qur’an)…(Yūsuf/12:111)

Dari ayat-ayat di atas dipahami bahwa semua kitab (wahyu) Allah yang diturunkan kepada hamba-hamba-Nya merupakan pengajaran bagi mereka, yang tujuannya untuk mengarahkan dan memberi petunjuk ke jalan yang lurus. Karena itu, para hamba Allah wajib membaca dengan sebenar-benarnya, berulang-ulang, dan berusaha memahami petunjuk Allah yang terdapat di dalamnya. Allah berfirman:

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ ۗ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللّٰهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلَافًا كَثِيْرًا ٨٢ (النساۤء)

Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya. (an-Nisā’/4:82)

Firman Allah:

اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا ٢٤ (محمّد)

Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? (Muḥammad/47:24)

Dari ayat-ayat di atas dipahami bahwa membaca Al-Qur’an dengan tidak memperhatikan maksud dan maknanya, menafsirkannya dengan sekehendak hati adalah sama dengan membaca Kitab oleh Yahudi dan Nasrani. Dari ayat di atas dipahami bahwa membaca kitab-kitab Allah dengan bacaan yang sebenarnya wajib dilakukan oleh manusia. Membaca Kitab tidak dengan bacaan yang sebenarnya tidak mengamalkan apa yang dibaca, itu berarti memperolok-olokkan kitab-kitab Allah dan menantang Allah.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang-orang yang telah diberi Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan membacanya sebagaimana mestinya, yaitu dengan memahami sepenuh hati, mengamalkan isinya, tidak mengubah atau menafsirkannya sesuai keinginan, serta beriman kepada semua utusan Allah termasuk Nabi Muhammad SAW.
  • Mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan ajaran yang diturunkan kepadanya.
  • Sebaliknya, orang-orang yang mengubah, menyembunyikan, atau tidak mengamalkan isi Kitab adalah mereka yang ingkar kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Barangsiapa ingkar kepadanya, mereka itulah orang-orang yang paling besar kerugiannya di sisi Allah.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 121?

Ayat ini menjelaskan tentang orang-orang yang telah diberi Kitab (dari kalangan Yahudi dan Nasrani) yang membacanya dengan benar, mengikuti kandungannya, mengimani semua yang terkandung di dalamnya, serta beriman kepada para utusan Allah termasuk Nabi Muhammad SAW. Mereka itulah orang-orang yang beriman. Sebaliknya, orang-orang yang mengubah-ubah isi Kitab dan menyembunyikan sebagian isinya adalah mereka yang ingkar dan akan menjadi orang-orang yang paling besar kerugiannya di sisi Allah.

Apa yang dimaksud dengan "membacanya sebagaimana mestinya" dalam Surat Al-Baqarah ayat 121?

"Membacanya sebagaimana mestinya" berarti membaca dengan sebaik-baiknya, mengikuti kandungannya dengan sebenar-benarnya, mengimani semua yang terkandung di dalamnya, dan beriman kepada para utusan Allah termasuk Nabi Muhammad SAW, tanpa mengganti atau mengubah isinya. Ini juga mencakup memahami sepenuh hati, tidak menafsirkan menurut keinginan sendiri, tidak menambah, mengurangi, atau mengubahnya, serta menghalalkan yang dihalalkan dan mengharamkan yang diharamkan.

Siapa yang disebut "orang-orang yang rugi" dalam Surat Al-Baqarah ayat 121?

Orang-orang yang disebut "orang-orang yang rugi" adalah mereka yang mengubah-ubah isi Al-Kitab, menyembunyikan sebagian isinya, dan ingkar kepada Nabi Muhammad SAW serta apa yang diturunkan kepadanya. Mereka adalah orang-orang yang paling besar kerugiannya di sisi Allah.

Apa akibat jika seseorang tidak membaca Kitab Allah sebagaimana mestinya?

Jika seseorang membaca Kitab Allah tanpa memperhatikan maksud dan maknanya, menafsirkannya sekehendak hati, atau tidak mengamalkan apa yang dibaca, itu sama dengan memperolok-olokkan kitab-kitab Allah dan menantang Allah.