Ayat tidak ditemukan
Surah ke-2 · Ayat 198
Al-Baqarah Ayat 198
لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
Laisa ‘alaikum junāḥun an tabtagū faḍlam mir rabbikum, fa'iżā afaḍtum min ‘arafātin fażkurullāha ‘indal-masy‘aril-ḥarām(i), ważkurūhu kamā hadākum, wa in kuntum min qablihī laminaḍ-ḍāllīn(a).
Arti
Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu.
Tafsir
Tafsir Wajiz
Bukanlah suatu dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu beru-pa rezeki yang halal melalui berdagang, menawarkan jasa, dan menyewakan barang. Di antara kaum muslim ada yang merasa berdosa untuk berdagang dan mencari rezeki yang halal pada musim haji, padahal Allah membolehkannya dengan cara-cara yang diatur dalam Al-Qur'an. Maka apabila kamu bertolak dari Arafah setelah wukuf, sejak matahari terbenam pada tanggal 9 Zulhijah dan sudah sampai di Muzdalifah, maka berzikirlah kepada Allah di Masy'arilharam, yakni di Muzdalifah, dengan tahlil, talbiah, takbir, dan tahmid. Dan berzikirlah kepada-Nya sebagaimana Dia telah memberi petunjuk kepadamu mengikuti agama yang benar, keyakinan yang kukuh, ibadah yang istikamah, dan akhlak yang mulia, sekalipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang yang tidak tahu. Zikir itu merupakan rasa syukur atas nikmat Allah yang telah membimbing para jamaah haji menjadi orang-orang beriman.
Tafsir Tahlili
Pada musim haji seseorang tidak dilarang berusaha, seperti berdagang dan lain-lain, asal jangan mengganggu tujuan yang utama, yaitu mengerjakan haji dengan sempurna. Ayat ini diturunkan sehubungan dengan keragu-raguan orang Islam pada permulaan datangnya Islam untuk berusaha mencari rezeki, sehingga banyak di antara mereka yang menutup toko-toko mereka pada waktu musim haji, karena takut berdosa. Diriwayatkan oleh al-Bukhārī dari Ibnu ‘Abbās, dia berkata, “Pada zaman jahiliah ada 3 pasar, yaitu Ukaz, Majannah, dan Zulmajaz.”
Pada waktu musim haji, kaum Muslimin merasa berdosa berdagang di pasar-pasar itu, lalu mereka bertanya kepada Rasulullah SAW, maka turunlah ayat ini. Berusaha mencari rezeki yang halal selama mengerjakan haji adalah dibolehkan selama usaha itu dilakukan secara sambilan, bukan menjadi tujuan. Tujuan utama ialah mengerjakan ibadah haji dengan penuh takwa kepada Allah dan dengan hati yang tulus ikhlas.
Kemudian dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada setiap orang yang mengerjakan haji agar berzikir kepada Allah bila telah bertolak dari Padang Arafah menuju ke Muzdalifah, yaitu bila telah sampai di Masy'aril Haram. Masy'aril Haram ialah sebuah bukit di Muzdalifah yang bernama Quzah. Bila telah sampai di tempat itu hendaknya memperbanyak membaca doa, takbir, dan talbiyah. Berzikirlah kepada Allah dengan hati yang khusyuk dan tawāḍu‘, sebagai tanda bersyukur kepada-Nya atas karunia dan hidayah-Nya yang telah melepaskan seseorang dari penyakit syirik pada masa dahulu, menjadi orang yang telah bertauhid murni kepada Allah SWT.
Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.
Poin Penting
- Mencari karunia Allah berupa rezeki yang halal, seperti berdagang atau menawarkan jasa, saat musim haji tidaklah berdosa, selama tidak mengganggu tujuan utama ibadah haji dan dilakukan secara sambilan.
- Setelah bertolak dari Arafah dan tiba di Muzdalifah (Masy'arilharam), jamaah haji diperintahkan untuk berzikir kepada Allah dengan tahlil, talbiah, takbir, dan tahmid.
- Berzikir merupakan bentuk syukur atas petunjuk Allah yang telah membimbing kepada agama yang benar, keyakinan yang kukuh, ibadah yang istikamah, akhlak mulia, dan melepaskan dari kesyirikan.
Asbabun Nuzul
- Kebolehan berdagang selama musim haji
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas, bahwa pada masa jahiliah, ‘Ukazh, Majinnah, dan Dzul Majaz merupakan pasar-pasar tempat orang melakukan perdagangan. Ketika musim haji tiba, sebagian orang merasa berdosa apabila melakukan kegiatan jual beli selama menjalankan ibadah haji.
Mereka kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hal tersebut. Berkenaan dengan pertanyaan itu, Allah SWT menurunkan firman-Nya:
“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah: 198)
- Kebolehan mencari penghasilan ketika menunaikan haji
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Jarir, Al-Hakim, dan perawi lainnya melalui beberapa jalur dari Abu Umamah At-Taimi, bahwa ia pernah bertanya kepada Ibnu Umar, “Kami menyewakan tanah kami. Apakah kami boleh menunaikan ibadah haji pada waktu yang sama?”
Ibnu Umar menjelaskan bahwa pernah ada seseorang yang mengajukan pertanyaan serupa kepada Rasulullah SAW Namun, beliau belum memberikan jawaban hingga Jibril datang menyampaikan ayat:
“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu.” (QS. Al-Baqarah: 198)
Setelah ayat tersebut turun, Rasulullah SAW memanggil orang yang bertanya tadi dan bersabda, “Kalian dapat menunaikan haji.”
FAQ
Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 198?
Surat Al-Baqarah ayat 198 menjelaskan bahwa mencari karunia atau rezeki yang halal seperti berdagang, menawarkan jasa, atau menyewakan barang pada musim haji bukanlah suatu dosa. Ayat ini juga memerintahkan jamaah haji untuk berzikir kepada Allah di Masy'arilharam (Muzdalifah) setelah bertolak dari Arafah, sebagai bentuk syukur atas petunjuk yang telah diberikan-Nya.
Mengapa Surat Al-Baqarah ayat 198 diturunkan?
Ayat ini diturunkan karena adanya keragu-raguan di kalangan kaum Muslimin pada awal datangnya Islam mengenai kebolehan mencari rezeki atau berdagang selama musim haji. Banyak di antara mereka yang menutup toko-toko karena takut berdosa. Setelah mereka bertanya kepada Rasulullah SAW, ayat ini turun untuk menegaskan bahwa mencari rezeki yang halal pada musim haji adalah dibolehkan.
Apa yang dimaksud dengan Masy'arilharam dalam Surat Al-Baqarah ayat 198?
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 198, Masy'arilharam adalah sebuah bukit di Muzdalifah yang bernama Quzah. Di tempat inilah jamaah haji diperintahkan untuk berzikir kepada Allah setelah mereka bertolak dari Arafah, yaitu setelah matahari terbenam pada tanggal 9 Zulhijah.
Bagaimana batasan mencari rezeki saat haji menurut ayat ini?
Mencari rezeki yang halal selama mengerjakan haji dibolehkan selama usaha tersebut dilakukan secara sambilan dan tidak mengganggu tujuan utama ibadah haji, yaitu mengerjakannya dengan sempurna, penuh takwa kepada Allah, dan dengan hati yang tulus ikhlas.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4586406/original/086311500_1695517878-BNI_naikan_tarif.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389787/original/061479300_1793772850-Screenshot_2026-11-04_131352.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5326255/original/074223700_1756094319-pexels-mahmut-33108520.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5095573/original/012538800_1736934827-pexels-helloaesthe-15707485.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9389019/original/066902500_1793693209-masjid-maba-QhzQfD0ihnI-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5305290/original/014138100_1754303316-d9Sdhenm5U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8928545/original/069471700_1782959067-ChatGPT_Image_Jul_2__2026__09_23_09_AM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4623188/original/083241600_1698209580-pexels-pavel-danilyuk-8526278.jpg)