Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 63

Al-Baqarah Ayat 63

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاذْكُرُوْا مَا فِيْهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

Wa iż akhażnā mīṡāqakum wa rafa‘nā fauqakumuṭ-ṭūr(a), khużū mā ātainākum biquwwatiw ważkurū mā fīhi la‘allakum tattaqūn(a).

Arti

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji kamu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertakwa.”

Tafsir

Tafsir Wajiz

Pada ayat yang lalu dijelaskan tentang pahala bagi orang yang beriman. Selanjutnya pada ayat-ayat ini diterangkan tentang pelanggaran Bani Israil terhadap perjanjian yang diikrarkan dengan Tuhan. Karena itu, dalam kaitan dengan sikap dan keingkaran ini, ingatlah ketika Kami mengambil janji kamu dengan perantaraan Nabi Musa agar kamu semua melaksanakan tuntunan syariat yang terdapat dalam Taurat, dan Kami angkat gunung Sinai sejalan dengan kekuasaan Kami, atau Kami goncangkan gunung itu sehingga seperti akan terangkat di atasmu seraya berfirman, “Pegang teguhlah apa yang telah Kami berikan kepadamu dengan kesungguhan yang sebenarnya dan ingatlah apa yang ada di dalamnya, yakni dalam Taurat yang merupakan petunjuk bagi kehidupanmu. Yang sedemikian ini agar kamu bertakwa, dengan selalu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.”

Tafsir Tahlili

Allah mengingatkan kembali kesalahan lain dari nenek moyang orang Yahudi ketika Allah mengambil janji dari mereka, yaitu bahwa mereka akan beriman dan akan mengamalkan apa yang ada dalam Taurat. Ternyata mereka tidak mengamalkannya, bahkan mengingkarinya. Lalu Allah mengangkat bukit (Gunung Sinai) ke atas kepala mereka untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya agar mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh kepada kitab Taurat itu. Isi perjanjian tersebut berupa perintah Allah kepada mereka, “Peganglah kitab Taurat dengan sungguh-sungguh dan tetaplah mengerjakan isinya, pelajarilah Taurat itu, perhatikan isinya dan amalkan hukum-hukum yang termaktub di dalamnya.”

Ayat ini memberi pengertian bahwa orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Maka sudah sepatutnya dia pada hari Kiamat nanti dikumpulkan dalam keadaan buta. Dia tidak dapat melihat jalan kemenangan dan jalan kebahagiaan.

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْٓ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا ١٢٥ قَالَ كَذٰلِكَ اَتَتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَاۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى ١٢٦ (طٰهٰ)

Dia berkata, ”Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” Dia (Allah) berfirman, ”Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.” (Ṭāhā/20: 125 dan 126).

Apabila seseorang mengingkari syariat Allah dan menyia-nyiakan hukum-Nya, berarti syariat itu tidak mempunyai pengaruh apa-apa pada jiwanya. Sehubungan dengan pengertian ayat ini dapat dikatakan bahwa orang-orang yang hanya membaca Al-Qur’an tanpa mengamalkan isinya mereka tidak mendapat manfaat dari kandungan Al-Qur’an itu. Maksud mengikuti kitab-kitab suci ialah mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu. Kemudian Allah memerintahkan agar Bani Israil berpegang teguh dengan Taurat, selalu mempelajarinya, dan mengamalkan isinya agar mereka menjadi orang yang bertakwa.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah mengambil janji dari Bani Israil untuk melaksanakan syariat Taurat, dan mengangkat Gunung Sinai sebagai tanda kekuasaan-Nya.
  • Mereka diperintahkan untuk memegang teguh Taurat, mempelajari, memperhatikan, dan mengamalkan isinya agar menjadi orang yang bertakwa.
  • Meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah disamakan dengan mengingkari dan menentang-Nya.
  • Mengikuti kitab suci berarti mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca atau melagukannya.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 63?

Ayat ini menjelaskan tentang perjanjian yang diambil Allah dari Bani Israil melalui Nabi Musa untuk melaksanakan syariat Taurat. Allah mengangkat Gunung Sinai di atas mereka sebagai tanda kekuasaan-Nya, memerintahkan mereka untuk memegang teguh dan mengingat isi Taurat agar menjadi orang yang bertakwa.

Mengapa Allah mengangkat Gunung Sinai di atas Bani Israil dalam ayat ini?

Allah mengangkat Gunung Sinai di atas Bani Israil untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya. Hal ini bertujuan agar mereka beriman kepada-Nya dan berpegang teguh pada kitab Taurat.

Apa tujuan perintah untuk memegang teguh Taurat dan mengingat isinya?

Tujuan dari perintah tersebut adalah agar Bani Israil menjadi orang yang bertakwa, yaitu dengan selalu melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, serta mengamalkan isi Taurat dengan kesungguhan.

Apa konsekuensi bagi orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah menurut tafsir ayat ini?

Menurut tafsir, orang yang meninggalkan syariat dan meremehkan hukum Allah disamakan dengan orang yang mengingkari dan menentangnya. Mereka akan dikumpulkan dalam keadaan buta pada hari Kiamat, tidak dapat melihat jalan kemenangan dan kebahagiaan.

Bagaimana seharusnya seseorang 'mengikuti kitab-kitab suci' menurut tafsir ayat ini?

Mengikuti kitab-kitab suci berarti mengamalkan isinya, bukan hanya sekadar membaca dan melagukannya dengan macam-macam lagu yang merdu. Ini termasuk mempelajari, memperhatikan, dan mengamalkan hukum-hukum yang termaktub di dalamnya.