Ayat tidak ditemukan
Surah ke-2 · Ayat 150
Al-Baqarah Ayat 150
وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ
Wa min ḥaiṡu kharajta fa walli wajhaka syaṭral-masjidil-ḥarām(i), wa ḥaiṡumā kuntum fawallū wujūhakum syaṭrah(ū), li'allā yakūna lin-nāsi ‘alaikum ḥujjatun illal-lażīna ẓalamū minhum, falā takhsyauhum wakhsyaunī, wa li'utimma ni‘matī ‘alaikum wa la‘allakum tahtadūn(a).
Arti
Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.
Tafsir
Tafsir Wajiz
Dan dari mana pun engkau keluar, wahai Nabi Muhammad, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, wahai umat Islam, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Demikianlah, Allah mengalihkan kiblat agar tidak ada alasan bagi manusia untuk menentangmu; agar orang Yahudi tidak bisa lagi berkata, “Mengapa Muhammad menghadap Baitulmakdis, padahal disebutkan dalam kitab-kitab kami bahwa dia menghadap Kakbah?” dan agar orang musyrik tidak bisa lagi berkata, “Mengapa Muhammad menghadap ke Baitulmakdis dan meninggalkan Kakbah yang dibangun oleh kakeknya sendiri?” Dengan pengalihan ini maka ucapan-ucapan itu terjawab, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Mereka akan terus mendebat Nabi dan berkata, "Muhammad menghadap Kakbah karena mencintai agama kaumnya dan tanah airnya.” Terkait sikap orang-orang tersebut, Allah berkata kepada Nabi dan para sahabatnya, “Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.” Pengalihan kiblat ke Kakbah adalah kenikmatan yang besar karena umat Islam mempunyai kiblat sendiri sampai akhir zaman, dan dengan demikian mereka mendapatkan hidayah dari Allah dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.
Tafsir Tahlili
Perintah untuk menghadap ke arah Masjidilharam diulangi dalam kedua ayat ini untuk menjelaskan, bahwa perintah itu bersifat umum untuk seluruh umat, masa serta tempat, karena sangat penting serta ada hikmah yang terkandung di dalamnya yaitu agar tidak ada lagi alasan bagi ahli kitab, kaum musyrikin dan munafikin untuk menentang Nabi dalam persoalan pemindahan kiblat.
Hal yang sama berlaku untuk kaum musyrikin yang berpendapat bahwa Nabi dari keturunan Ibrahim akan datang menghidupkan agamanya, sehingga tidak pantas apabila berkiblat kepada selain Ka‘bah yang telah didirikan oleh Nabi Ibrahim.
Dengan demikian, batallah alasan-alasan para Ahli Kitab dan kaum musyrikin itu. Orang zalim di antara mereka yang melontarkan cemoohan dan bantahan-bantahan tanpa alasan yang berdasarkan akal sehat dan keterangan dari wahyu tidak perlu dipikirkan dan dihiraukan. Adapun cemoohan mereka itu adalah sebagai berikut:
Pihak Yahudi berkata, “Tiadalah Muhammad itu berpindah kiblat ke Ka‘bah, melainkan karena kecenderungan kepada agama kaumnya dan kecintaan kepada negerinya; sekiranya dia berada di atas kebenaran, tentulah ia akan tetap berkiblat ke kiblat para nabi sebelumnya.”
Pihak musyrik berkata, “Ia telah kembali kepada kiblat kita dan akan kembali kepada agama kita.” Dan orang-orang munafik berkata, “Berpindah-pindah kiblat itu menunjukkan bahwa Muhammad dalam keragu-raguan dan tidak berpendirian.” Demikianlah alasan-alasan yang dibuat-buat oleh para penentang agama Islam pada waktu itu.
Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.
Poin Penting
- Perintah menghadap kiblat ke arah Masjidilharam bersifat umum bagi Nabi Muhammad dan seluruh umat Islam, di mana pun mereka berada.
- Pengalihan kiblat bertujuan untuk menghilangkan alasan bagi manusia, termasuk Ahli Kitab, kaum musyrikin, dan munafikin, untuk menentang Nabi dalam persoalan pemindahan kiblat.
- Orang-orang zalim akan terus mendebat dan melontarkan cemoohan tanpa alasan yang berdasarkan akal sehat atau wahyu, meskipun alasan mereka telah terbantahkan.
- Allah memerintahkan untuk tidak takut kepada orang-orang zalim, melainkan hanya takut kepada-Nya, agar nikmat-Nya sempurna dan umat mendapat petunjuk.
- Pengalihan kiblat ke Ka'bah merupakan nikmat besar karena umat Islam memiliki kiblat sendiri hingga akhir zaman dan mendapatkan hidayah dari Allah.
Asbabun Nuzul
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir melalui jalur As-Suddi beserta sanad-sanadnya, bahwa ketika Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menghadap ke arah Ka‘bah setelah sebelumnya melaksanakan salat menghadap Baitul Maqdis, orang-orang musyrik Makkah berkata, “Muhammad sedang kebingungan dengan agamanya. Sekarang ia menghadap kiblat ke arah kalian karena ia mengetahui bahwa kalian lebih mendapat petunjuk daripada dirinya. Bahkan, hampir saja ia mengikuti agama kalian.”
Sehubungan dengan perkataan tersebut, Allah menurunkan firman-Nya:
“Agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu) ...” (QS. Al-Baqarah: 150)
FAQ
Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 150?
Ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad dan seluruh umat Islam untuk menghadap ke arah Masjidilharam (Kakbah) saat salat, dari mana pun mereka berada. Perintah ini bertujuan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk menentang Nabi, kecuali orang-orang zalim. Allah juga memerintahkan untuk tidak takut kepada orang-orang zalim, melainkan takut kepada-Nya, agar nikmat-Nya sempurna dan umat Islam mendapat petunjuk.
Mengapa perintah untuk menghadap Masjidilharam diulang dalam ayat ini?
Perintah ini diulang untuk menjelaskan bahwa kewajiban menghadap Masjidilharam bersifat umum bagi seluruh umat Islam, di setiap masa dan tempat. Pengulangan ini juga menekankan pentingnya perintah tersebut dan hikmah di baliknya, yaitu agar tidak ada lagi alasan bagi Ahli Kitab, kaum musyrikin, dan munafikin untuk menentang Nabi Muhammad terkait pemindahan kiblat.
Apa alasan manusia menentang pemindahan kiblat dan bagaimana ayat ini menjawabnya?
Pengalihan kiblat ke Masjidilharam bertujuan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk menentang Nabi Muhammad. Orang Yahudi mungkin berargumen mengapa Nabi menghadap Baitulmakdis padahal kitab mereka menyebut Kakbah. Orang musyrik mungkin bertanya mengapa Nabi menghadap Baitulmakdis dan meninggalkan Kakbah yang dibangun kakeknya. Dengan pengalihan ini, alasan-alasan tersebut terjawab. Namun, orang-orang zalim akan terus mendebat dengan alasan seperti Nabi menghadap Kakbah karena mencintai agama kaumnya atau negerinya, atau bahwa Nabi ragu-ragu dan tidak berpendirian. Allah memerintahkan untuk tidak takut kepada mereka, melainkan takut kepada-Nya.
Apa hikmah atau kenikmatan dari pengalihan kiblat ke Kakbah bagi umat Islam?
Pengalihan kiblat ke Kakbah merupakan kenikmatan yang besar bagi umat Islam. Dengan ini, umat Islam memiliki kiblat sendiri yang akan tetap berlaku sampai akhir zaman, dan melalui ketaatan terhadap perintah ini, mereka mendapatkan petunjuk (hidayah) dari Allah dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385238/original/034787500_1793247276-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9359577/original/013031200_1790564633-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-28T100252.716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384458/original/090026400_1793172561-Screenshot_2026-10-28_141303.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5098616/original/087327200_1737172608-1737171403750_arti-mimpi-bertemu-tetangga-wanita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357194/original/012279400_1790236143-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4206904/original/051627000_1666947484-doa-keselamatan-dunia-akhirat-arab-dan-latin-amalkan-setiap-hari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613289/original/005132000_1697515634-_fpdl.in__young-muslim-bride-groom-wedding-photos_181624-37735_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5161701/original/008785900_1741847414-1741841314057_penyebab-ketindihan-saat-tidur.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4397210/original/034811800_1681628824-Malam_25_Ramadan__Ribuan_Jemaah_Khusyuk_Menjemput_Lailatul_Qadar_di_Masjid_Istiqlal-ARBAS_4.jpg)