Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 27

Al-Baqarah Ayat 27

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

Allażīna yanquḍūna ‘ahdallāhi mim ba‘di mīṡāqih(ī), wa yaqṭa‘ūna mā amarallāhu bihī ay yūṣala wa yufsidūna fil-arḍ(i), ulā'ika humul-khāsirūn(a).

Arti

(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah (perjanjian) itu diteguhkan, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan dan berbuat kerusakan di bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Orang-orang fasik itu adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, yaitu perjanjian dalam diri setiap manusia yang muncul secara fitrah dan didukung dengan akal dan petunjuk agama sebagaimana dijelaskan pada Surah al-A 'raf/7: 172, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, seperti menyambung persaudaran dan hubungan kekerabatan, berkasih sayang, dan saling mengenal sesama manusia, dan berbuat kerusakan di bumi dengan perilaku tidak terpuji, menyulut konflik, mengobarkan api peperangan, merusak lingkungan, dan lainnya. Mereka itulah orang-orang yang rugi karena telah menodai kesucian fitrah dan memutus hubungan dengan orang lain. Dengan demikian, mereka akan mendapatkan kehinaan di dunia dan siksaan di akhirat.

Tafsir Tahlili

Sifat-sifat orang fasik dan juga orang kafir yang tersebut pada ayat di atas, yaitu:

  1. Melanggar perjanjian dengan Allah sesudah perjanjian itu teguh;
  2. Memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya;
  3. Membuat kerusakan di muka bumi.

Orang-orang yang merusak perjanjian Allah yaitu merusak perjanjian Allah dengan makhluk-Nya, bahwa seluruh makhluk-Nya akan beriman hanya kepada-Nya, kepada para malaikat, kepada para rasul, kepada kitab-kitab-Nya, kepada hari kemudian dan kepada adanya qada dan qadar Allah, mengikuti semua perintah dan menghentikan semua larangan-Nya. Untuk itu Allah swt menganugerahkan kepada manusia akal, pikiran, anggota badan dan sebagainya agar manusia selalu ingat akan janjinya itu. Tetapi orang-orang fasik tidak mau mengindahkannya sesuai dengan firman Allah:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ ١٧٩ (الاعراف)

... Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (al-A‘rāf/7: 179).

“Dan mereka juga memutuskan apa yang telah diperintahkan Allah untuk menghubungkannya” ialah segala macam pemutusan hubungan yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya, seperti memutuskan hubungan silaturrahim antara sesama kaum Muslimin (an-Nisā’/4: 1), membeda-bedakan para nabi dan rasul yaitu mengimani sebagiannya dan mengingkari sebagian yang lain (al-Baqarah/2: 285) dan sebagainya. Termasuk pula di dalam memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk menghubungkannya ialah mengubah, menghapus atau menambah isi dari kitab-kitab Allah yang telah diturunkan kepada para rasul-Nya yang berakibat putusnya hubungan antara agama Allah yang dibawa para rasul.

Orang-orang fasik membuat kerusakan di bumi, karena mereka itu tidak beriman, menghalang-halangi orang lain beriman, memperolok-olokkan yang hak, merusak akidah, merusak atau melenyapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memakmurkan alam ini buat kemaslahatan manusia serta merusak lingkungan hidup. Mereka orang-orang yang rugi di dunia karena tindakan-tindakannya dan rugi di akhirat dengan mendapat kemarahan Allah.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang-orang fasik adalah mereka yang melanggar perjanjian dengan Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, termasuk janji untuk beriman kepada-Nya dan mengikuti perintah-Nya.
  • Mereka memutuskan hubungan yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, seperti tali silaturahmi dan keimanan yang utuh.
  • Mereka berbuat kerusakan di bumi, baik melalui perilaku tidak terpuji maupun merusak lingkungan.
  • Orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut adalah pihak yang merugi di dunia dan akhirat.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 27?

Surat Al-Baqarah ayat 27 menjelaskan tentang ciri-ciri orang fasik yang merugi. Mereka adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, dan berbuat kerusakan di bumi. Akibat dari perbuatan tersebut, mereka akan mendapatkan kehinaan di dunia dan siksaan di akhirat.

Apa yang dimaksud dengan 'melanggar perjanjian Allah' dalam Surat Al-Baqarah ayat 27?

Dalam ayat ini, 'melanggar perjanjian Allah' merujuk pada perjanjian dalam diri setiap manusia yang muncul secara fitrah dan didukung akal serta petunjuk agama. Tafsir Tahlili menambahkan bahwa ini adalah perjanjian Allah dengan makhluk-Nya untuk beriman hanya kepada-Nya, para malaikat, rasul, kitab-kitab, hari kemudian, qada dan qadar, serta mengikuti semua perintah dan menghentikan semua larangan-Nya. Orang fasik tidak mengindahkan janji ini meskipun telah dianugerahi akal dan pikiran.

Apa saja contoh 'apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan' yang diputuskan oleh orang-orang fasik menurut Surat Al-Baqarah ayat 27?

Menurut Tafsir Wajiz, yang diperintahkan Allah untuk disambungkan antara lain adalah persaudaraan dan hubungan kekerabatan, berkasih sayang, dan saling mengenal sesama manusia. Tafsir Tahlili menambahkan contoh spesifik seperti memutuskan hubungan silaturahim, membeda-bedakan para nabi dan rasul (mengimani sebagian dan mengingkari sebagian lain), serta mengubah, menghapus, atau menambah isi kitab-kitab Allah yang mengakibatkan putusnya hubungan antara agama Allah.

Bagaimana orang-orang fasik 'berbuat kerusakan di bumi' menurut Surat Al-Baqarah ayat 27?

Menurut Tafsir Wajiz, orang fasik berbuat kerusakan di bumi dengan perilaku tidak terpuji, menyulut konflik, mengobarkan api peperangan, dan merusak lingkungan. Tafsir Tahlili memperluasnya dengan menyebutkan bahwa mereka tidak beriman, menghalang-halangi orang lain beriman, memperolok-olokkan yang hak, merusak akidah, serta merusak atau melenyapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memakmurkan alam demi kemaslahatan manusia.