Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 154

Al-Baqarah Ayat 154

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ

Wa lā taqūlū limay yuqtalu fī sabīlillāhi amwāt(un), bal aḥyā'uw wa lākil lā tasy‘urūn(a).

Arti

Dan janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Sebenarnya (mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Di antara cobaan yang dihadapi orang mukmin dalam mempertahankan keimanan mereka adalah berperang melawan kaum kafir. Dan jangan-lah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah, mereka telah mati. Sebenarnya mereka hidup, tetapi kamu tidak menyadari-nya. Mereka hidup di alam yang lain. Mereka mendapat kenikmatan yang demikian besar dari Allah.

Tafsir Tahlili

Mempertahankan agama Islam suatu perjuangan. Setiap perjuangan akan meminta pengorbanan. Akan ada yang kehilangan harta benda atau keluarga dan akan ada yang gugur di medan perang dan sebagainya.

Mereka yang gugur di medan perang adalah syuhada di jalan Allah. Mereka itu menduduki tempat yang amat mulia. Maka janganlah dikira bahwa mereka itu mati, tetapi mereka itu hidup di alam lain. Hanya saja manusia tidak menyadari kehidupan mereka itu dan tidak mengetahui hakikatnya. Mereka hidup dalam alam gaib di mana arwah para syuhada diistimewakan dari arwah manusia lainnya. Semangat dan cita-cita perjuangan mereka itu akan dilanjutkan oleh generasi-generasi sesudahnya sehingga akan tetap hidup selama-lamanya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Janganlah mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu telah mati.
  • Mereka sebenarnya hidup, namun manusia tidak menyadari hakikat kehidupan mereka.
  • Mereka hidup di alam lain atau alam gaib sebagai syuhada yang mulia.
  • Mereka mendapatkan kenikmatan yang besar dari Allah.

Asbabun Nuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dalam kitab Ma‘rifah Ash-Shahabah, melalui jalur As-Suddi kecil, dari Al-Kalbi, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas, bahwa Tamim bin Al-Humam gugur dalam Perang Badar. Berkenaan dengannya dan orang-orang lain yang gugur di medan perang, turunlah firman Allah SWT:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al-Baqarah: 154)

Abu Nu‘aim menyatakan bahwa para ulama sepakat bahwa orang yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Umair bin Al-Humam. Menurutnya, As-Suddi keliru dalam meriwayatkan nama tersebut.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 154?

Surat Al-Baqarah ayat 154 melarang umat Islam untuk mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah telah mati. Sebaliknya, mereka sebenarnya hidup di alam lain dan mendapatkan kenikmatan besar dari Allah, meskipun manusia tidak menyadari hakikat kehidupan mereka. Mereka adalah syuhada yang menduduki tempat mulia.

Bagaimana kehidupan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah dijelaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 154?

Orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (syuhada) sebenarnya hidup di alam lain, yaitu alam gaib, dan mendapat kenikmatan yang besar dari Allah. Arwah para syuhada diistimewakan dari arwah manusia lainnya, namun manusia tidak menyadari dan tidak mengetahui hakikat kehidupan mereka.

Bagaimana semangat perjuangan para syuhada tetap hidup menurut tafsir ayat ini?

Semangat dan cita-cita perjuangan para syuhada akan dilanjutkan oleh generasi-generasi sesudahnya, sehingga akan tetap hidup selama-lamanya.