Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 208

Al-Baqarah Ayat 208

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Yā ayyuhal-lażīna āmanudkhulū fis-silmi kāffah(tan), wa lā tattabi‘ū khuṭuwātisy-syaiṭān(i), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).

Arti

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan. Kata as-silm atau as-salm di sini berarti Islam. Laksanakanlah Islam secara total, tidak setengah-setengah, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah kamu. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan seorang Yahudi bernama abdullah bin Salam. Ia memeluk Islam tetapi masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi, seperti mengagungkan Hari Sabat dan enggan mengonsumsi daging dan susu unta.

Tafsir Tahlili

Ayat ini menekankan agar orang-orang mukmin, baik yang baru saja masuk Islam seperti halnya seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Salam, maupun orang munafik yang masih melakukan hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam agar mereka taat melaksanakan ajaran Islam sepenuhnya, jangan setengah-setengah, jangan seperti mengerjakan ibadah puasa pada bulan Ramadan tetapi salat lima waktu ditinggalkan, dan jangan bersifat sebagaimana yang digambarkan Allah di dalam Al-Qur’an tentang sifat orang Yahudi yang berbunyi:

اَفَتُؤْمِنُوْنَ بِبَعْضِ الْكِتٰبِ وَتَكْفُرُوْنَ بِبَعْضٍ

… Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab (Taurat) dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? …. (al-Baqarah/2: 85).

Dan janganlah mengikuti langkah-langkah dan ajaran setan, karena setan selalu mengajak kepada kejahatan yang menyebabkan banyak orang meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang-orang beriman diperintahkan untuk masuk dan melaksanakan ajaran Islam secara keseluruhan, tidak setengah-setengah.
  • Dilarang mengikuti langkah-langkah setan karena setan adalah musuh nyata yang selalu mengajak kepada kejahatan dan menyesatkan.

Asbabun Nuzul

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ikrimah, ia berkata bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Tsa‘labah, Abdullah bin Salam, Ibnu Yamin, Asad bin Ka‘ab, Usaid bin Ka‘ab, Sa‘id bin Amru, dan Qais bin Zaid. Mereka semua merupakan orang-orang Yahudi yang telah beriman.

Mereka berkata kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, hari Sabtu adalah hari yang kami agungkan. Maka, biarkanlah kami tetap mengagungkannya. Taurat juga merupakan kitab suci dari Allah, maka biarkanlah kami menghidupkan malam dengan membaca kitab tersebut.”
Kemudian, turunlah firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan...” (QS. Al-Baqarah: 208)

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 208?

Ayat ini menyeru orang-orang beriman untuk masuk dan melaksanakan ajaran Islam secara keseluruhan, tidak setengah-setengah, serta melarang mengikuti langkah-langkah setan yang menyesatkan dan memecah belah, karena setan adalah musuh yang nyata.

Mengapa umat Islam diperintahkan untuk masuk Islam secara keseluruhan dan tidak setengah-setengah dalam Al-Baqarah ayat 208?

Perintah ini menekankan agar umat Islam melaksanakan ajaran Islam secara total, tidak setengah-setengah, seperti mengerjakan puasa Ramadan tetapi meninggalkan salat lima waktu. Hal ini juga untuk menghindari sifat seperti orang Yahudi yang beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian lainnya. Ayat ini diturunkan berkaitan dengan Abdullah bin Salam yang masih mengerjakan sejumlah ajaran Yahudi setelah masuk Islam.

Mengapa umat Islam dilarang mengikuti langkah-langkah setan dalam Al-Baqarah ayat 208?

Umat Islam dilarang mengikuti langkah-langkah setan karena setan selalu mengajak kepada kejahatan yang menyebabkan banyak orang meninggalkan perintah Allah dan melanggar larangan-larangan-Nya. Sungguh, ia musuh yang nyata bagi manusia.