Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 204

Al-Baqarah Ayat 204

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُّعْجِبُكَ قَوْلُهٗ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللّٰهَ عَلٰى مَا فِيْ قَلْبِهٖ ۙ وَهُوَ اَلَدُّ الْخِصَامِ

Wa minan-nāsi may yu‘jibuka qauluhū fil-ḥayātid-dun-yā wa yusyhidullāha ‘alā mā fī qalbih(ī), wa huwa aladdul-khiṣām(i).

Arti

Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia mengagumkan engkau (Muhammad), dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, padahal dia adalah penentang yang paling keras.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Allah menjelaskan perihal dua golongan manusia, yaitu orang munafik dan orang mukmin yang beramal mengorbankan harta dan jiwanya untuk mencari rida-Nya. Ayat 204-206 diturunkan berkenaan dengan seorang munafik bernama al-Akhnas bin Syuraiq as-Saqafi, yang setiap bertemu Nabi Muhammad ia memuji Nabi dan mengucapkan kata-kata yang mengagumkan Nabi. Dan di antara manusia ada yang pembicaraannya tentang kehidupan dunia, atau pembicaraannya di dalam kehidupan dunia, tidak di akhirat nanti mengagumkan engkau, wahai Nabi Muhammad, sebab ia mengatakan perkataan yang manis di hadapanmu, dan dia bersaksi kepada Allah mengenai isi hatinya, yakni ia bersumpah dengan nama Allah bahwa ia beriman kepada engkau, padahal dia adalah penentang yang paling keras. Di akhirat akan terungkap bahwa isi hatinya tidak sesuai dengan ucapannya.

Tafsir Tahlili

Dengan ayat ini Allah memberitahukan bahwa orang yang seperti Al-Akhnas itu adalah pendusta, tidak dapat dipercaya dan bahwa ia adalah musuh Islam dan penentang yang keras terhadap Nabi Muhammad saw.

Al-Akhnas dan orang-orang munafik lainnya ingin mengelabui dan melakukan makar terhadap umat manusia dengan tiga macam hal:

  1. Dengan kata-kata dan ucapan yang menarik, sehingga orang-orang yang mendengarnya terpesona dan terpengaruh, tidak ragu-ragu sedikit pun tentang kebenaran ucapannya itu.
  2. Bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenarannya seakan-akan ia bermaksud baik.
  3. Gigih dalam berdebat dan berhujjah menghadapi lawan penentangnya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Ayat ini menggambarkan orang munafik yang perkataannya tentang kehidupan dunia mengagumkan, namun hatinya bertentangan dengan ucapannya.
  • Mereka bersumpah atas nama Allah untuk meyakinkan orang lain tentang keimanannya, padahal mereka adalah penentang yang paling keras.
  • Orang munafik juga menggunakan kata-kata yang menarik dan gigih dalam berdebat untuk mengelabui orang lain.

Asbabun Nuzul

  1. Ucapan orang munafik tentang kaum Muslimin yang gugur

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim melalui jalur Sa‘id bin Jubair atau Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa ketika suatu pasukan mengalami kekalahan dan di dalamnya terdapat Ashim serta Martsad, dua orang munafik berkata, “Sungguh celaka orang-orang yang terbunuh itu. Mereka mati dengan cara seperti ini, tidak sempat tinggal bersama keluarga mereka dan tidak pula menyelesaikan tugas bersama sahabat mereka, Muhammad.”

Berkenaan dengan ucapan tersebut, turunlah firman Allah SWT:

“Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu...” (QS. Al-Baqarah: 204)

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 204?

Surat Al-Baqarah ayat 204 menjelaskan tentang dua golongan manusia, yaitu orang munafik dan orang mukmin. Ayat ini secara khusus menyoroti seorang munafik bernama al-Akhnas bin Syuraiq as-Saqafi, yang perkataannya tentang kehidupan dunia mengagumkan Nabi Muhammad, namun hatinya adalah penentang yang paling keras.

Siapakah sosok munafik yang disebutkan dalam konteks Surat Al-Baqarah ayat 204?

Sosok munafik yang disebutkan dalam konteks ayat ini adalah al-Akhnas bin Syuraiq as-Saqafi. Ia adalah salah satu dari golongan munafik yang pembicaraannya mengagumkan Nabi Muhammad, namun hatinya adalah penentang yang keras dan tidak dapat dipercaya.

Bagaimana cara orang munafik mengelabui orang lain menurut tafsir Surat Al-Baqarah ayat 204?

Menurut tafsir, orang munafik seperti Al-Akhnas mengelabui orang lain dengan tiga cara: menggunakan kata-kata dan ucapan yang menarik, bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk menunjukkan kebenaran niat baiknya, serta gigih dalam berdebat dan berhujah menghadapi lawan penentangnya.