Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 147

Al-Baqarah Ayat 147

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

اَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ ࣖ

Al-ḥaqqu mir rabbika falā takūnanna minal-mumtarīn(a).

Arti

Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk Islam dan umat Nabi Muhammad di masa mendatang tentang kebenaran ajaran-Nya, Allah menegaskan bahwa kebenaran itu datang dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang ragu

Tafsir Tahlili

Kebenaran itu adalah apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, bukan apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Dalam hal ini kaum Muslimin tidak boleh ragu. Masalah kiblat ini sebenarnya bukanlah masalah prinsip sebagai asas agama seperti tauhid, iman kepada hari kiamat dan lain-lain, tetapi kiblat ini hanya merupakan suatu arah yang masing-masing umat diperintahkan untuk menghadap kepadanya dalam salat mereka.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Kebenaran ajaran Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya datang dari Tuhan, bukan dari perkataan orang Yahudi dan Nasrani.
  • Umat Islam tidak boleh ragu terhadap kebenaran tersebut, untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk Islam dan umat Nabi Muhammad.
  • Masalah kiblat bukanlah masalah prinsip dasar agama, melainkan hanya arah yang diperintahkan untuk menghadap dalam salat.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 147?

Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran itu datang dari Tuhan, wahai Nabi Muhammad, dan mengingatkan agar tidak termasuk orang-orang yang ragu. Penegasan ini bertujuan untuk memantapkan hati orang-orang yang baru masuk Islam dan umat Nabi Muhammad di masa mendatang tentang kebenaran ajaran-Nya.

Apa yang dimaksud dengan 'kebenaran' dalam Surat Al-Baqarah ayat 147?

Kebenaran yang dimaksud dalam ayat ini adalah apa yang diwahyukan Allah kepada Rasul-Nya, bukan apa yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Bagaimana tafsir menjelaskan kedudukan masalah kiblat dalam konteks ayat ini?

Masalah kiblat bukanlah masalah prinsip sebagai asas agama seperti tauhid atau iman kepada hari kiamat. Kiblat hanyalah suatu arah yang masing-masing umat diperintahkan untuk menghadap kepadanya dalam salat mereka.