Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-2 · Ayat 10

Al-Baqarah Ayat 10

Sapi · Madaniyah · 286 ayat

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Fī qulūbihim maraḍun fa zādahumullāhu maraḍā(n), wa lahum ‘ażābun alīmum bimā kānū yakżibūn(a).

Arti

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Hal itu karena dalam hati mereka ada penyakit, seperti penyakit iri dan dengki kepada orang-orang yang beriman, keraguan terhadap ajaran Islam, keyakinan yang keliru, dan lainnya, lalu Allah menambah parah penyakitnya itu dengan kemenangan yang besar bagi orang-orang yang beriman. Kemenangan itu sangat menyakitkan mereka karena rasa iri, dengki, dan sombong yang ada dalam diri mereka. Keraguan mereka pun semakin menjadi. Dan, sebagai akibatnya, selain menderita di dunia, mereka akan mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta dengan memperlihatkan keimanan padahal hati mereka ingkar.

Tafsir Tahlili

Pada ayat ini diterangkan keburukan dusta atau sikap berpura-pura dan akibat-akibatnya. Dendam, iri hati dan ragu-ragu termasuk penyakit jiwa. Penyakit ini akan bertambah parah, bilamana disertai dengan perbuatan nyata. Misalnya rasa sedih pada seseorang akan bertambah dalam, apabila disertainya dengan perbuatan nyata, seperti menangis, meronta-ronta dan sebagainya. Penyakit-penyakit dengki demikian itu terdapat dalam jiwa orang-orang munafik. Oleh karena itu mereka memusuhi Allah dan Rasul-Nya, menipu dengan sikap pura-pura dan berusaha mencelakakan Rasul dan umatnya. Kemudian penyakit itu bertambah-tambah setelah melihat kemenangan-kemenangan Rasul. Setiap kali Rasul memperoleh kemenangan, bertambah pulalah penyakit mereka. Terutama sekali penyakit bimbang dan ragu-ragu, menimbulkan ketegangan jiwa yang sangat pada orang-orang munafik. Akal pikiran mereka bertambah lemah untuk menanggapi kebenaran agama dan memahaminya, bahkan pancaindra mereka tidak mampu menangkap obyek dengan benar, seperti yang diungkapkan Allah dengan firman-Nya:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ ١٧٩ (الاعراف)

“Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah” (al-A‘rāf/7: 179)

Bukti-bukti telah nyata, cahaya kebenaran yang terang benderang juga jelas bagi mereka, namun mereka enggan menerimanya, bahkan mereka tambah erat berpegang kepada pendiriannya yang lama. Cahaya terang menjadi gelap di mata mereka dan menjadi penyakit di hati mereka. Hati mereka bertambah susah disebabkan lenyapnya kepemimpinan mereka. Iri dan dengki tambah mendalam karena menyaksikan kukuhnya Islam dari hari ke hari. Akibat pendustaan mereka, yaitu mengaku beriman kepada Allah dan hari akhir dan tipu daya mereka terhadap Allah, mereka akan menderita azab yang pedih.

Dalam ayat ini dan ayat-ayat berikutnya, Allah menerangkan sebagian dari sifat-sifat orang munafik yang melakukan tindakan-tindakan yang merusak, antara lain membantu orang-orang kafir (musuh-musuh Islam) dengan membukakan rahasia kaum Muslimin, mendorong orang-orang kafir segera menghancurkan kaum Muslimin, mengadakan perjanjian kerja sama dengan lawan-lawan Islam, menimbulkan pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, menghasut orang-orang Islam agar meninggalkan Nabi saw dan lain sebagainya. Firman Allah:

وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ ٢٠٥ (البقرة)

Dan apabila dia berpaling (dari engkau), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan. (al-Baqarah/2: 205).

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang munafik memiliki penyakit hati berupa iri, dengki, dan keraguan terhadap ajaran Islam.
  • Allah menambah penyakit hati mereka, terutama ketika menyaksikan kemenangan orang-orang beriman, yang semakin memperparah penderitaan dan keraguan mereka.
  • Akibat kedustaan mereka yang berpura-pura beriman padahal hati mereka ingkar, mereka akan mendapatkan azab yang pedih.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Baqarah ayat 10?

Ayat ini menjelaskan bahwa dalam hati orang-orang munafik terdapat penyakit. Allah kemudian menambah parah penyakit tersebut, dan sebagai akibatnya, mereka akan mendapatkan azab yang pedih karena kedustaan mereka dalam memperlihatkan keimanan padahal hati mereka ingkar.

Penyakit apa yang dimaksud dalam hati orang-orang munafik pada Surat Al-Baqarah ayat 10 dan bagaimana Allah menambah penyakit tersebut?

Penyakit yang dimaksud adalah iri dan dengki kepada orang-orang beriman, keraguan terhadap ajaran Islam, serta keyakinan yang keliru. Penyakit jiwa seperti dendam, iri hati, dan ragu-ragu ini akan bertambah parah. Allah menambah penyakit mereka dengan kemenangan besar bagi orang-orang beriman, yang menyakitkan mereka karena iri, dengki, dan sombong. Setiap kali Rasul memperoleh kemenangan, penyakit bimbang dan ragu-ragu mereka bertambah, melemahkan akal pikiran mereka untuk menanggapi kebenaran agama.

Mengapa orang-orang munafik mendapat azab yang pedih?

Mereka mendapat azab yang pedih karena berdusta, yaitu dengan memperlihatkan keimanan padahal hati mereka ingkar. Pendustaan ini juga mencakup pengakuan beriman kepada Allah dan hari akhir serta tipu daya mereka terhadap Allah.

Tindakan merusak apa saja yang dilakukan oleh orang-orang munafik menurut tafsir ayat ini?

Menurut tafsir, orang-orang munafik melakukan tindakan merusak seperti membantu orang-orang kafir dengan membukakan rahasia kaum Muslimin, mendorong orang-orang kafir untuk menghancurkan kaum Muslimin, mengadakan perjanjian kerja sama dengan lawan-lawan Islam, menimbulkan pertentangan dalam masyarakat, dan menghasut orang-orang Islam agar meninggalkan Nabi Muhammad SAW.