Susunan Bacaan Wirid Setelah Sholat Lengkap Doanya, Simak Keutamaannya

Wirid setelah sholat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wirid setelah sholat merupakan amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam dan memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, yang artinya: "Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring" (QS. An-Nisa: 103).

Ayat ini menegaskan bahwa setelah menunaikan shalat, kita dianjurkan untuk terus mengingat Allah melalui dzikir dan doa. Untuk itu, seorang muslim perlu memahami susunan bacaan wirid setelah sholat.

Dalam buku Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW, Dr. Abdullah bin Hamod Al-Forih menjelaskan bahwa setelah menunaikan shalat fardhu, terdapat rangkaian dzikir dan doa yang diajarkan langsung oleh Nabi SAW, mulai dari istighfar tiga kali hingga membaca ayat kursi. Dzikir dan doa adalah sarana penyempurna ibadah, penghapus dosa, dan pembuka pintu keberkahan.

Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani dalam kitab Hisnul Muslim merinci urutan wirid setelah sholat secara sistematis, sehingga kaum muslimin dapat mengamalkannya dengan mudah.

Merangkum berbagai literatur, berikut ini adalah susunan bacaan wirid setelah sholat secara lengkap, mencakup bacaan Arab, latin, terjemahan, serta keutamaannya.

Susunan Bacaan Wirid Setelah Sholat

Berikut ini adalah susunan wirid setelah sholat sesuai tuntunan Rasulullah SAW, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Hisnul Muslim dan Sunnah dan Dzikir Harian Nabi SAW:

1. Istighfar (3 Kali)

Arab: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْم

Latin: Astaghfirullāhal-‘azhīm (3x)

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung." (3x)

Dalil: Diriwayatkan dari Tsauban RA, bahwa Rasulullah SAW apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali.

2. Doa Keselamatan

Arab: اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Latin: Allāhumma antas-salām, wa minkas-salām, tabārakta yā dzal-jalāli wal-ikrām

Artinya: "Ya Allah, Engkau-lah As-Salam (sumber keselamatan), dan dari-Mu lah keselamatan, Mahasuci Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan." (Hadits riwayat Imam Muslim dari Tsauban RA)

3. Kalimat Tauhid dan Doa Warid

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr. Allāhumma lā māni‘a limā a‘thaita wa lā mu‘thiya limā mana‘ta wa lā yanfa‘u dzal-jaddi minkal jadd

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah, dan tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (adzab)-Mu."

4. Doa Memohon Pertolongan untuk Dzikir dan Syukur

Arab: اَللَّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Latin: Allāhumma a‘innī ‘alā dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibādatik

Artinya: "Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan baik."

5. Tasbih, Tahmid, dan Takbir (Masing-masing 33 Kali)

Arab:

سُبْحَانَ اللهِ (33x)

الْحَمْدُ لِلَّهِ (33x)

اللهُ أَكْبَرُ (33x)

Latin:

Subhaanallaah (33x)

Alhamdulillaah (33x)

Allaahu Akbar (33x)

Artinya:

"Maha Suci Allah" (33x)

"Segala puji bagi Allah" (33x)

"Allah Maha Besar" (33x)

6. Doa Tahlil Penutup

Arab: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin: Lā ilāha illallāhu wahdahu lā syarīka lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alā kulli syai-in qadīr

Artinya: "Tiada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Doa ini merujuk Hadits riwayat Imam Muslim, sebagai penyempurna bilangan 100 setelah tasbih, tahmid, dan takbir.

7. Ayat Kursi

Arab: اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin: Allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā takhużuhụ sinatuw wa lā naụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żal-lażī yasyfa'u 'indahụ illā biiżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyaiim min 'ilmihī illā bimā syā, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm

Artinya: "Allah, tidak ada ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS. Al-Baqarah: 255)

8. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Arab:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝١ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝٢ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝٣ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ ۝٤

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ۝١ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ۝٢ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ۝٣ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ۝٤ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ۝٥

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ ۝١ مَلِكِ النَّاسِ ۝٢ إِلَٰهِ النَّاسِ ۝٣ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ ۝٤ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ ۝٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ۝٦

Latin:

Qul huwallāhu aḥad. Allāhuṣ-ṣamad. Lam yalid wa lam yụlad. Wa lam yakul lahụ kufuwan aḥad.

Qul a'ụżu birabbil-falaq. Min syarri mā khalaq. Wa min syarri gāsiqin iżā waqab. Wa min syarrin-naffāṡāti fil-'uqad. Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad.

Qul a'ụżu birabbin-nās. Malikin-nās. Ilāhin-nās. Min syarril-waswāsil-khannās. Allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nās. Minal-jinnati wan-nās.

Artinya:

"Katakanlah (Muhammad): 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah yang menjadi tumpuan segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia.'"

"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (wanita-wanita) tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang dengki bila ia dengki.'"

"Katakanlah: 'Aku berlindung kepada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'"

Doa Setelah Wirid

Setelah menyelesaikan rangkaian wirid di atas, dianjurkan untuk menutup dengan doa. Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

Arab: اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin: Allāhumma innī as'aluka 'ilman nāfi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabbalan

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."

Doa ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dianjurkan untuk dibaca setelah shalat Subuh. Dalam buku Doa-Doa Pilihan Terbaik karya Abdurrazzaq bin Abdulmuhsin Al-Badr, doa ini disebutkan sebagai salah satu doa yang paling komprehensif karena mencakup tiga kebutuhan utama manusia: ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal dan baik, serta amal yang diterima oleh Allah.

Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar juga menganjurkan untuk menutup rangkaian dzikir setelah sholat dengan doa-doa yang mencakup kebaikan dunia dan akhirat.

Selain itu, doa lain yang bisa dibaca adalah:

Arab: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Latin: Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban naar

Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah: 201)

Keutamaan-Keutamaan Dzikir Setelah Sholat

1. Diampuni Dosa Meskipun Sebanyak Buih di Lautan

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa bertasbih setelah shalat sebanyak 33 kali, bertahmid 33 kali, dan bertakbir 33 kali, hingga jumlahnya menjadi 99, kemudian menyempurnakannya menjadi 100 dengan membaca 'Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah...' maka dihapuskan dosa-dosanya meski sebanyak buih di lautan" (HR. Muslim). Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulum al-Din juga menegaskan keutamaan ini.

2. Mendapatkan Pahala Setara Membebaskan Budak

Nabi SAW bersabda: "Siapa yang mengucapkan Laa ilaha Illa Allah wahdahu laa syarika lah... setiap hari 100 kali, maka baginya akan ditulis 10 keadilan budak, dicatat 100 kebajikan dan dihapuskan 100 kemiskinan" (Muttafaqun 'alaih).

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa dzikir ini mencakup tauhid yang paling murni dan merupakan sebab diampuninya dosa.

3. Mendapatkan Ketenangan Hati dan Kesehatan Jiwa

Allah berfirman: "Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram" (QS. Ar-Ra'd: 28)

Dr. MS. Udin, MA dalam bukunya Konsep Dzikir dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Kesehatan menjelaskan bahwa dzikir merupakan terapi psikiatrik yang setingkat lebih tinggi daripada psikoterapi biasa, karena mengandung unsur spiritual yang membangkitkan harapan dan ketenangan jiwa.

4. Doa yang Mustajab

Rasulullah SAW bersabda: "Doa yang dilakukan di tengah malam dan setelah selesai melaksanakan sholat fardhu lima waktu" adalah doa yang didengar oleh Allah (HR. Tirmidzi, hasan shahih).

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa doa setelah shalat fardhu adalah doa yang mustajab.

5. Mendapatkan Perlindungan dan Jaminan Masuk Surga

Membaca Ayat Kursi setelah sholat fardhu menjadikan seseorang tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas juga memberikan perlindungan dari segala keburukan.

Dalam kitab Hisnul Muslim, Syaikh Sa'id bin 'Ali bin Wahf al-Qahthani menjelaskan bahwa barang siapa membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tiga kali pada pagi dan petang, maka bacaan itu akan mencukupinya sebagai perlindungan dari segala sesuatu.

 

Pertanyaan Seputar Doa Setelah Wirid

1. Apa saja susunan bacaan wirid setelah sholat?

Susunan wirid setelah sholat antara lain istighfar 3 kali, doa Allahumma Antas Salam, kalimat tauhid dan doa Allahumma laa maani'a limaa a'thoita, doa Allahumma a'innii 'alaa dzikrika wa syukrika wa husni 'ibaadatik, tasbih-tahmid-takbir 33 kali, tahlil penutup, Ayat Kursi, Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

2. Kapan waktu yang tepat untuk berdzikir setelah sholat?

Waktu yang paling tepat adalah setelah salam dan sebelum beranjak dari tempat sholat, karena pada saat itu doa seorang hamba mudah dikabulkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa setelah sholat fardhu adalah salah satu doa yang mustajab.

3. Apakah harus membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali?

Ya, dianjurkan untuk membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan membaca tahlil penutup. Amalan ini memiliki keutamaan besar, yaitu diampuninya dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan.

4. Apa keutamaan membaca Ayat Kursi setelah sholat?

Diriwayatkan dari Abu Umamah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa membaca ayat kursi pada setiap selesai shalat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya untuk masuk surga kecuali ia (tidak) mati" (HR. An-Nasa'i).

5. Apakah doa setelah wirid harus dibaca dengan suara keras?

Tidak, doa setelah wirid dianjurkan untuk dibaca dengan suara yang lembut dan penuh rasa takut serta harap, sebagaimana firman Allah: "Berserulah (berdoa) kepada Tuhanmu dengan merendahkan diri dan suara yang lembut" (QS. Al-A'raf: 55).