Tren Suplemen Kecantikan 2027, Kulit Cerah hingga Skin Barrier Jadi Perhatian

Personalisasi jadi benang merah arah tren suplemen kecantikan 2027.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 07:00 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren suplemen kecantikan terus berkembang seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan kulit. Konsumen mulai memperhatikan beragam kandungan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing.

Perkembangan ini mendorong industri menghadirkan pilihan produk dengan formulasi yang semakin beragam. Memasuki 2027, kebutuhan terhadap kulit cerah dan pemeliharaan skin barrier masih menjadi perhatian, menurut dokter umum dr. Kevin Mak.

Ia  turut menyoroti perubahan kebutuhan konsumen dalam memilih suplemen kecantikan. "Kalau saya lihat, kebutuhan masyarakat sudah semakin meningkat, dan kebutuhannya lebih ke arah personalized," kata dia saat ditemui di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, konsumen perlu mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sebelum memilih suplemen. "That's why ketika teman-teman konsumsi suplemen apapun, pastikan mengandung suplemen yang sesuai dengan kebutuhan,' kata dr. Kevin.

Marketing Manager Swisse, Vincent Alvin Valerian, melihat perubahan perhatian konsumen terhadap kandungan suplemen kecantikan. Menurutnya, konsumen sebelumnya lebih mengenal bahan tertentu, seperti astaxanthin, glutathione, dan kolagen.

Seiring waktu, perhatian mereka mulai mengarah pada kebutuhan kulit yang lebih spesifik. Alvin mengatakan, Swisse melihat peluang untuk mengembangkan produk yang lebih personal. Ia menilai kebutuhan setiap konsumen berbeda sehingga pilihan formulasi perlu mempertimbangkan kebutuhan tersebut.

"Karena aku pribadi percaya, nggak ada yang namanya one fits for all. Setiap orang itu pasti kebutuhannya beda-beda," kata dia di kesempatan yang sama.

Bahan yang Sedang Naik Daun

Salah satu bahan yang menjadi perhatian dalam pembahasan tren suplemen kecantikan tahun depan, yakni ekstrak biji anggur. Dokter Kevin menilai bahan tersebut berpotensi dikembangkan sebagai bagian dari formulasi suplemen kecantikan, termasuk melalui kombinasi dengan vitamin C.

Ia mengaitkan perhatian terhadap bahan tersebut dengan kondisi masyarakat Indonesia yang sering terpapar sinar matahari. Menurutnya, kebutuhan kulit juga berkaitan dengan perlindungan dari paparan sehari-hari dan pemulihan kulit.

Alvin menyambung, tren di Indonesia kerap mengikuti perkembangan fenomena global. Ia mencontohkan Thailand, Malaysia, dan Singapura yang menurutnya telah mengenal ektrak biji anggur sebagai salah satu bahan populer dalam kategori suplemen kecantikan.

"Tinggal tunggu waktu tren itu masuk ke Indonesia," ujarnya.

 

Perkembangan Gaya Hidup Sehat

Alvin mengatakan konsumen Indonesia saat ini masih banyak menaruh perhatian pada produk untuk mencerahkan kulit dan suplemen berbahan kolagen. Kehadiran kandungan lain dapat memperluas pilihan produk yang tersedia di pasar.

Dokter Kevin menambahkan, kolagen dengan beragam bentuk formulasi juga masih berpotensi mendapat perhatian konsumen. Alvin turut menyoroti perkembangan gaya hidup sehat yang mencakup olahraga dan wellness di kalangan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, perhatian masyarakat terhadap aktivitas tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya variasi kebutuhan suplemen kesehatan.

Dalam pemilihan produk, dr. Kevin mengingatkan konsumen agar memperhatikan kesesuaian kandungan dengan kebutuhan masing-masing. Popularitas suatu bahan tidak serta-merta menjadikannya pilihan yang tepat bagi semua orang.

 

Ekstrak Biji Anggur + Vitamin C

Alvin menjelaskan Swisse masih menggunakan bahan baku impor untuk produknya. Ia menyebut perusahaan menjalankan sejumlah tahapan pengujian untuk menjaga kualitas bahan. Salah satu bahan yang digunakan berasal dari Italia, yakni ekstrak anggur.

"Tapi tidak menutup kemungkinan di masa depan, kami mungkin mengambil bahan baku lokal Indonesia," kata dia.

Dalam pengembangan produknya, brand Australia itu menggunakan ekstrak biji anggur yang mengandung oligomeric proanthocyanidins (OPC), senyawa antioksidan yang terdapat secara alami dalam biji anggur.

Swisse juga memadukan bahan tersebut dengan vitamin C, yang berperan dalam proses pembentukan kolagen. Kedua kandungan ini mendukung pengembangan suplemen untuk perawatan kulit dari dalam secara lebih optimal.