Liputan6.com, Jakarta - Di era media sosial, olahraga tak lagi sekadar menjadi aktivitas untuk menjaga kesehatan, tapi juga bagian dari gaya hidup yang ditampilkan ke publik. Rutinitas latihan kini kerap hadir sebagai konten yang memperlihatkan kebugaran, pencapaian, hingga keseharian seseorang.
Popularitas influencer kebugaran dan tren olahraga viral turut memengaruhi cara orang memandang aktivitas fisik. Gym dengan sudut estetik, pakaian olahraga yang serasi, serta rekaman latihan untuk media sosial memperlihatkan bagaimana olahraga bersinggungan dengan identitas digital.
Aplikasi seperti Strava juga memungkinkan pengguna membagikan aktivitas dan pencapaian mereka kepada orang lain. Melansir Youth Press Agency, Kamis (22/10/2026), media sosial dapat mendistorsi persepsi seseorang terhadap tubuh dan kebugaran.
Advertisement
Arus konten yang mengutamakan tampilan visual membuat pencapaian fisik mudah dikaitkan dengan pengakuan publik. Perubahan cara pandang tersebut turut memengaruhi motivasi berolahraga.
Aktivitas yang bertujuan menjaga kesehatan berisiko menjadi simbol status, terutama ketika jumlah tanda suka dan respons audiens ikut menentukan penilaian terhadap pencapaian seseorang.
Anak muda yang terbiasa mengonsumsi konten singkat juga dapat terpengaruh budaya transformasi instan, yang menonjolkan perubahan fisik dalam waktu singkat.
Menurut Hybrid Clay, olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat mencakup manfaat yang lebih luas daripada penampilan. Aktivitas fisik dapat membantu mengelola stres dan mendukung kesehatan tubuh. Pemilihan jenis olahraga sesuai kebutuhan serta kemampuan juga penting agar rutinitas latihan dapat dijalankan secara konsisten.
Lewati Tantangan Viral
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4956173/original/091390900_1727649638-martine-jacobsen-qyRqnkqtSP8-unsplash.jpg)
Tantangan kebugaran yang viral di media sosial kerap menarik minat karena menjanjikan perubahan fisik dan mental dalam periode tertentu.
Salah satunya, 75 Hard, program selama 75 hari yang mewajibkan peserta berolahraga dua kali sehari selama 45 menit, mengikuti pola makan tertentu, minum satu galon air, serta membaca minimal 10 halaman buku nonfiksi setiap hari.
Meski terlihat menantang, program tersebut tidak selalu sesuai untuk semua orang. Mengutip The New York Times, Victoria Sekely, terapis fisik asal New Jersey sekaligus pendiri Train Smart Run Strong, menilai 75 Hard bukan pendekatan berkelanjutan untuk membangun kebiasaan sehat.
Menurut Sekely, kewajiban berolahraga dua kali sehari dapat meningkatkan risiko cedera, terutama bagi pemula. Target yang ketat juga berpotensi membentuk ekspektasi tidak realistis terhadap rutinitas kebugaran.
Advertisement
Hindari Konten Media Sosial sebagai Patokan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346637/original/026126200_1789187018-swello-U3aZtpM-Vfg-unsplash.jpg)
Selain rutinitas latihan, konten makanan turut mewarnai tren kebugaran di media sosial. Sejumlah influencer membagikan menu harian, pilihan camilan, perhitungan kalori, hingga asupan protein untuk mendukung aktivitas fisik mereka.
Konten tersebut bisa menjadi sumber inspirasi, tetapi tidak selalu sesuai untuk semua orang. Kebutuhan energi dan nutrisi setiap individu berbeda, bergantung pada usia, ukuran tubuh, tingkat aktivitas, serta kondisi kesehatan.
Meniru menu harian atau jumlah kalori influencer tanpa mempertimbangkan kebutuhan pribadi berisiko membuat pola makan tidak seimbang. Paparan konten semacam ini juga dapat memicu kebiasaan membandingkan bentuk tubuh dan pilihan makanan dengan orang lain.
Bagi mereka yang ingin menyesuaikan asupan nutrisi dengan tujuan olahraga, seperti meningkatkan daya tahan atau membangun massa otot, konsultasi dengan ahli gizi atau ahli gizi olahraga dapat membantu menentukan pola makan sesuai kebutuhan tubuh.
Rancang Aktivitas Fisik Secara Konsisten
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371387/original/072873500_1791787302-windows-ZQ-3NFtNOOc-unsplash.jpg)
Membangun rutinitas olahraga membutuhkan pilihan aktivitas yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Tantangannya bukan hanya memulai latihan, tetapi juga mempertahankannya saat jadwal padat, motivasi menurun, atau hasil belum terlihat.
Memulai dengan durasi dan intensitas yang realistis dapat membantu membentuk kebiasaan secara bertahap. Mereka yang menyukai kegiatan luar ruangan bisa mencoba berjalan kaki, bersepeda, atau berlari sesuai kemampuan.
Bagi orang yang menikmati interaksi sosial, olahraga tim dan kelas kebugaran kelompok bisa menjadi pilihan. Aktivitas yang disukai cenderung terasa lebih menyenangkan sehingga lebih mudah dijalankan secara konsisten.
Variasi latihan juga dapat membantu menjaga semangat berolahraga. Menggabungkan latihan kekuatan dengan olahraga kardio, misalnya, memungkinkan seseorang melatih aspek kebugaran yang berbeda sekaligus mengurangi kejenuhan akibat rutinitas yang monoton.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264387/original/067811000_1782109347-PLN_-_cek_fakta_lip6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380253/original/006195600_1792662795-cek_fakta_-_megawati_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4651071/original/079522700_1700118528-cek_fakta_produk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379757/original/085510100_1792646189-Cek_Fakta__Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__4_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376830/original/043340200_1792394294-vitaly-gariev-Lx3HH5Cuk9k-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376196/original/052994500_1792312230-AP26290571270648.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377260/original/018699900_1792420278-IMG_0037.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3448207/original/022372500_1620176690-kate-torline-VeiqoYAEeis-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1070554/original/075431200_1448853391-ABBA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259893/original/008090100_1781518456-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227927/original/011254000_1747828231-steptodown.com197039.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473451/original/016095800_1768445544-full-shot-woman-reading-book.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368123/original/096087200_1791380345-dr_dhika_lagi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358103/original/007580400_1790323169-viralyft-Pv3M2oPoaAk-unsplash.jpg)