Ayat tidak ditemukan
Surah ke-2 · Ayat 195
Al-Baqarah Ayat 195
وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ
Wa anfiqū fī sabīlillāhi wa lā tulqū bi'aidīkum ilat-tahlukah(ti), wa aḥsinū, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn(a).
Arti
Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Tafsir
Tafsir Wajiz
Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah dengan menyalurkannya untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, memberi beasiswa, membangun fasilitas umum yang diperlukan umat Islam seperti rumah sakit, masjid, jalan raya, perpustakaan, panti jompo, rumah singgah, dan balai latihan kerja. Dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dengan melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat. Tentu lebih tepat jika harta itu disalurkan untuk ber-buat baik bagi kepentingan orang banyak, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan ikhlas.
Tafsir Tahlili
Orang-orang mukmin diperintahkan membelanjakan harta kekayaannya untuk berjihad fī sabīlillāh dan dilarang menjatuhkan dirinya ke dalam jurang kebinasaan karena kebakhilannya. Jika suatu kaum menghadapi peperangan sedangkan mereka kikir, tidak mau membiayai peperangan itu, maka perbuatannya itu berarti membinasakan diri mereka.
Menghadapi jihad dengan tidak ada persiapan serta persediaan yang lengkap dan berjihad bersama-sama dengan orang-orang yang lemah iman dan kemauannya, niscaya akan membawa kepada kebinasaan. Dalam hal infaq fī sabīlillāh orang harus mempunyai niat yang baik, agar dengan demikian ia akan selalu memperoleh pertolongan Allah.
Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.
Poin Penting
- Perintah untuk berinfak di jalan Allah, termasuk untuk jihad dan berbagai bentuk kebaikan sosial seperti menyantuni fakir miskin, anak yatim, dan membangun fasilitas umum.
- Dilarang menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, seperti bunuh diri, menyalurkan harta untuk maksiat, atau kebakhilan dalam membiayai jihad.
- Perintah untuk senantiasa berbuat baik dengan ikhlas, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.
Asbabun Nuzul
- Larangan meninggalkan infak dan perjuangan di jalan Allah
Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Hudzaifah bin Al-Yaman bahwa ayat ini turun berkaitan dengan masalah infak (nafaqah).
Riwayat lain dari Abu Dawud, At-Tirmidzi yang menilainya sahih, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan lainnya, dari Abu Ayyub Al-Anshari, menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan kaum Ansar. Ketika Islam semakin kuat dan jumlah orang yang menolong agama Allah semakin banyak, sebagian kaum Ansar berkata secara sembunyi-sembunyi bahwa harta mereka telah berkurang.
Mereka berpikir bahwa setelah Allah memuliakan Islam, sebaiknya mereka menyimpan harta untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka. Kemudian Allah SWT menurunkan firman-Nya:
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan...” (QS. Al-Baqarah: 195)
Menurut riwayat tersebut, kebinasaan yang dimaksud adalah menahan harta dan terlalu sibuk memikirkan urusan harta hingga meninggalkan perjuangan di jalan Allah.
- Larangan berhenti bersedekah karena kesulitan ekonomi
Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dengan sanad yang dinilai sahih dari Abu Jabirah bin Adh-Dhahhak, bahwa kaum Ansar dahulu gemar bersedekah dan memberi makan kepada orang lain. Namun, ketika mereka mengalami masa sulit dan kekurangan pangan, mereka tidak lagi ingin mengeluarkan harta untuk bersedekah.
Berkenaan dengan keadaan tersebut, turunlah firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan.”
- Larangan berputus asa dari rahmat Allah
Ath-Thabarani juga meriwayatkan dari Nu‘man bin Basyir bahwa dahulu, ketika seseorang melakukan dosa, ia berkata, “Allah tidak akan mengampuniku.”
Dalam riwayat tersebut, firman Allah SWT, “Dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan,” dikaitkan dengan sikap berputus asa tersebut.
FAQ
Apa yang dimaksud dengan 'janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri' dalam Surat Al-Baqarah ayat 195?
Dalam Surat Al-Baqarah ayat 195, 'janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri' berarti melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat. Kebinasaan juga dapat terjadi karena kebakhilan dalam membiayai jihad, atau menghadapi jihad tanpa persiapan lengkap dan bersama orang-orang yang lemah iman dan kemauannya.
Apa saja contoh infak di jalan Allah menurut Surat Al-Baqarah ayat 195?
Contoh infak di jalan Allah meliputi menyantuni fakir miskin dan anak yatim, memberi beasiswa, serta membangun fasilitas umum yang dibutuhkan umat Islam seperti rumah sakit, masjid, jalan raya, perpustakaan, panti jompo, rumah singgah, dan balai latihan kerja.
Apa syarat infak di jalan Allah agar memperoleh pertolongan-Nya menurut Surat Al-Baqarah ayat 195?
Agar memperoleh pertolongan Allah dalam hal infak fī sabīlillāh, seseorang harus mempunyai niat yang baik.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216813/original/026024800_1667788556-amit-talwar-xQKaIyUhsSE-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382022/original/048339900_1760524874-Sholawat_dan_Berdzikir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377372/original/080560200_1760091737-Sholat_Sunnah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5450229/original/030945800_1766134797-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4875945/original/020090700_1719418280-ghost-dark-forest.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4817827/original/014691700_1714478954-pexels-shvets-production-7176319.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3108176/original/099514400_1587459746-close-up-of-text-on-paper-318451__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5376360/original/049261700_1760001962-Ilustrasi_berdoa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4199341/original/055639700_1666344669-bacaan-doa-untuk-orang-meninggal-latin-dan-artinya.jpg)