Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 36

Al-Ma'idah Ayat 36

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ اَنَّ لَهُمْ مَّا فِى الْاَرْضِ جَمِيْعًا وَّمِثْلَهٗ مَعَهٗ لِيَفْتَدُوْا بِهٖ مِنْ عَذَابِ يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَا تُقُبِّلَ مِنْهُمْ ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Innal-lażīna kafarū lau anna lahum mā fil-arḍi jamī‘aw wa miṡlahū ma‘ahū liyaftadū bihī min ‘ażābi yaumil-qiyāmati mā tuqubbila minhum, wa lahum ‘ażābun alīm(un).

Arti

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu (lagi) untuk menebus diri mereka dari azab pada hari Kiamat, niscaya semua (tebusan) itu tidak akan diterima dari mereka. Mereka (tetap) mendapat azab yang pedih.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yaitu mereka yang tidak mau bertakwa kepada Allah dan tidak mau membersihkan diri dari dosa, serta mengingkari keesaan-Nya pasti akan mendapat balasan. Seandainya mereka memiliki segala apa yang ada di bumi dan ditambah dengan sebanyak itu lagi yang kemudian dipergunakan untuk menebus diri mereka agar terlepas dari azab pada hari Kiamat akibat keingkarannya, niscaya semua itu tidak akan diterima Allah sebagai tebusan dari mereka. Oleh karena itu, di akhirat mereka tetap akan mendapat azab yang pedih.

Tafsir Tahlili

Orang yang tidak mau bertakwa kepada Allah dan tidak mau membersihkan dirinya dari dosa-dosa yang diperbuatnya, serta tetap di dalam kekafiran mengingkari ketuhanan Allah lalu menyembah selain Allah dan sampai mati mereka tidak bertobat, maka di hari Kiamat mereka nanti akan menyesal. Sekiranya semua yang ada di bumi ini adalah miliknya bahkan ditambah lagi sebanyak itu pula, dan ingin melepaskan diri dari azab yang menimpanya, maka semuanya itu tidak akan diterima-Nya.

Di dalam satu hadis Nabi Muhammad bersabda:

يُجَاءُ بِالْكَافِرِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُقَالُ لَهُ: اَرَأَيْتَ لَوْ كَانَ لَكَ مِلْءُ اْلأَرْضِ ذَهَبًا اَكُنْتَ تَفْتَدِيْ بِهِ؟ فَقَالَ: نَعَمْ (رواه البخاري عن انس)

"Didatangkan seorang kafir di hari kiamat dan dikatakan kepadanya 'Sekiranya engkau memiliki emas sepenuh bumi ini, apakah engkau ingin menjadikannya tebusan (atas siksa yang akan kamu terima). Ia menjawab Ya saya ingin.'” (Riwayat al-Bukhārī dari Anas r.a.).

Tetapi apa boleh buat, nasi telah menjadi bubur. Bagaimanapun juga keinginan mereka, tidak akan diterima dan tetap akan menjalani hukuman berupa siksaan yang amat pedih, karena di akhirat tidak mungkin dosa itu dapat ditebus dengan harta benda. Tetapi jika bertobat di masa hidupnya dan membersihkan diri dengan amal saleh, maka Allah akan menerima tobatnya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang-orang yang kafir akan mendapat balasan atas keingkaran mereka.
  • Harta benda sebanyak apapun, bahkan dua kali lipat isi bumi, tidak akan diterima sebagai tebusan untuk melepaskan diri dari azab pada hari Kiamat.
  • Di akhirat, orang kafir akan tetap mendapat azab yang pedih, karena dosa tidak dapat ditebus dengan harta benda.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 36?

Surat Al-Ma'idah ayat 36 menjelaskan tentang nasib orang-orang kafir di hari Kiamat. Mereka adalah orang-orang yang tidak bertakwa kepada Allah, tidak membersihkan diri dari dosa, dan mengingkari keesaan-Nya. Meskipun mereka memiliki kekayaan sebanyak isi bumi bahkan ditambah lagi dua kali lipat untuk menebus diri dari azab, tebusan itu tidak akan diterima. Akibatnya, mereka akan tetap mendapatkan azab yang pedih.

Mengapa tebusan dari orang kafir tidak akan diterima pada hari Kiamat?

Tebusan dari orang kafir tidak akan diterima pada hari Kiamat karena pada hari itu, dosa-dosa tidak mungkin dapat ditebus dengan harta benda, tidak peduli seberapa banyak harta yang dimiliki.

Apakah ada cara bagi seseorang untuk menghindari azab yang pedih ini?

Ya, Tafsir Tahlili menjelaskan bahwa jika seseorang bertobat di masa hidupnya dan membersihkan diri dengan amal saleh, maka Allah akan menerima tobatnya. Ayat ini menggambarkan kondisi bagi mereka yang meninggal dalam kekafiran tanpa bertobat.