Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 57

Al-Ma'idah Ayat 57

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا دِيْنَكُمْ هُزُوًا وَّلَعِبًا مِّنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ اَوْلِيَاۤءَۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tattakhiżul-lażīnattakhażū dīnakum huzuwaw wa la‘ibam minal-lażīna ūtul-kitāba min qablikum wal-kuffāra auliyā'(a), wattaqullāha in kuntum mu'minīn(a).

Arti

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu dan orang-orang kafir (orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu orang-orang beriman.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Pada ayat-ayat yang lalu Allah melarang orang beriman untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman akrab, penolong, atau pelindung, sedang pada ayat-ayat berikut dijelaskan tentang sebab-sebabnya. "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sekali-kali kamu menjadikan pemimpinmu dari orang-orang yang membuat syariat atau ajaran agamamu jadi bahan ejekan dan permainan, sebab hal ini hanya akan menyebabkan terjadinya pelecehan terhadap tuntunan Ilahi. Mereka yang termasuk kelompok demikian adalah sebagian di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, yaitu orang Yahudi dan Nasrani, dan orang-orang kafir yang di antaranya adalah orang musyrik. Karena itu, tetaplah teguh dalam Islam dan bertakwalah hanya kepada Allah jika kamu semua memang benar-benar merupakan orang-orang beriman.

Tafsir Tahlili

Dari ayat ini dan beberapa ayat berikutnya dapat pula diketahui sebab-sebab timbulnya larangan menjadikan orang-orang kafir itu sebagai pelindung dan penolong.

Menurut riwayat Ibnu Ishak dan jamaah dari Ibnu Abbas diceritakan bahwa Rifa’ah bin Zaid bin Attabut dan Suwaid Ibnu Haris, keduanya adalah orang-orang munafik yang menyatakan dirinya beragama Islam, sehingga banyak orang-orang Islam yang berteman akrab dengan mereka, maka turunlah ayat ini.

Ayat ini melarang orang beriman untuk menjadikan orang kafir yang suka mengejek dan mempermainkan agama Islam, untuk menjadi teman setia, pelindung dan penolong. baik orang-orang kafir asli, penyembah api, berhala dsb, maupun yang tidak asli seperti Ahli Kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Sebagian ahli tafsir menerangkan antara lain sebagai berikut: Islam membedakan antara Ahli Kitab dengan orang-orang kafir musyrik Arab, yaitu memperbolehkan makan hewan sembelihan Ahli Kitab dan mengawini wanita-wanita mereka dengan syarat-syarat tertentu seperti tersebut dalam Surah al-Mā’idah/5:5, dan dilarang berdebat dengan mereka yang zalim, sebagaimana diterangkan dalam Surah al-’Ankabūt. Dalam ayat ini istilah “Ahli Kitab” itu, adalah sebutan bagi orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasrani, sekalipun Taurat dan lnjil yang menjadi kitab suci mereka itu telah dicampuri oleh perkataan manusia dan mereka tidak beriman kepada Al-Qur’an.221) Adapun sebutan Musyrik atau Musyrikin itu adalah untuk orang-orang kafir asli, karena mereka dari semula menyekutukan Allah, sedang orang-orang Ahli Kitab, unsur memperserikatkan Allah yang terdapat dalam pokok akidah mereka itu datang kemudian, bukan dari ajaran mereka yang asli.

Selanjutnya Allah memerintahkan orang-orang mukmin untuk bertakwa dan menjauhi larangan-Nya, yaitu berteman akrab dengan orang-orang kafir baik kafir asli maupun kafir dari Ahli Kitab karena tidak ada alasan lagi bagi orang-orang yang benar-benar beriman untuk berteman akrab atau tolong menolong dengan orang-orang kafir yang mengejek dan mempermainkan agama lain.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Orang beriman dilarang menjadikan pemimpin dari kalangan orang-orang yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan dan permainan.
  • Kelompok yang dimaksud adalah sebagian Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) serta orang-orang kafir (termasuk musyrik).
  • Larangan ini bertujuan mencegah terjadinya pelecehan terhadap tuntunan Ilahi.
  • Orang beriman diperintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan tetap teguh dalam Islam.

Asbabun Nuzul

  1. Orang-orang yang menampakkan keimanan

    Diriwayatkan oleh Abu Syaikh dan Ibnu Hibban dari Ibnu Abbas, bahwasanya ia berkata, “Dahulu, Rifa’ah bin Zaid bin Tabut dan Suwaid bin Harits menampakkan diri seolah-olah mereka adalah orang-orang yang beriman, padahal hati mereka dipenuhi kemunafikan. Beberapa orang dari kalangan kaum Muslimin pun mencintai mereka. Maka, Allah menurunkan firman-Nya:
    Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yang menjadikan agamamu sebagai bahan ejekan dan permainan sebagai pemimpinmu …” Hingga firman Allah Swt.:
    … dan Allah telah mengetahui apa yang mereka sembunyikan."
  2. Orang-orang Yahudi yang menolak kenabian Isa a.s.

    Ibnu Abbas juga berkata, “Beberapa orang Yahudi, di antaranya Abu Yasir bin Akhtab, Nafi’ bin Abi Nafi’, dan Gazi bin Amru, mendatangi Nabi Muhammad saw. Mereka bertanya kepada beliau tentang rasul-rasul Allah yang beliau percayai. Rasulullah saw. bersabda: 'Aku beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya, serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.'" (QS. Al-Baqarah: 136)

Ketika Rasulullah saw. menyebut nama Isa a.s., mereka tidak mengakui kenabian beliau dan berkata, ‘Kami tidak beriman kepada Isa dan orang-orang yang beriman kepada Isa.’ Maka, turunlah firman Allah Swt.:

"Katakanlah, ‘Wahai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah hanya lantaran kami beriman kepada Allah …"

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 57?

Surat Al-Ma'idah ayat 57 melarang orang-orang beriman menjadikan pemimpin dari kalangan orang-orang yang menjadikan syariat atau ajaran agama sebagai bahan ejekan dan permainan. Kelompok ini termasuk sebagian dari Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang kafir lainnya (musyrik). Ayat ini juga memerintahkan orang beriman untuk bertakwa kepada Allah jika mereka benar-benar beriman. Larangan ini bertujuan mencegah terjadinya pelecehan terhadap tuntunan Ilahi.

Siapa saja yang dimaksud dengan 'orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan' dalam Surat Al-Ma'idah ayat 57?

Mereka yang dimaksud adalah sebagian dari orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu (Ahli Kitab, yaitu orang Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang kafir (termasuk orang musyrik). Tafsir menjelaskan bahwa Ahli Kitab adalah sebutan bagi Yahudi dan Nasrani, meskipun Taurat dan Injil yang menjadi kitab suci mereka telah dicampuri perkataan manusia dan mereka tidak beriman kepada Al-Qur'an. Sementara itu, Musyrik adalah orang-orang kafir asli yang menyekutukan Allah sejak semula.

Mengapa orang beriman dilarang menjadikan mereka sebagai pemimpin atau pelindung?

Orang beriman dilarang menjadikan mereka sebagai pemimpin atau pelindung karena hal itu akan menyebabkan terjadinya pelecehan terhadap syariat atau ajaran agama. Tidak ada alasan bagi orang-orang yang benar-benar beriman untuk berteman akrab atau tolong-menolong dengan orang-orang kafir yang mengejek dan mempermainkan agama lain.