Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 98

Al-Ma'idah Ayat 98

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

اِعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌۗ

I‘lamū annallāha syadīdul-‘iqāb(i), wa annallāha gafūrur raḥīm(un).

Arti

Ketahuilah, bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya dan bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Wahai orang-orang beriman, ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya bagi siapa saja yang melanggar hukum-Nya; dan ketahuilah juga bahwa Allah Maha Pengampun bagi siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang bertobat dari dosa-dosanya dengan tobat nasuha, Maha Penyayang kepada siapa saja yang menyayangi makhluk-Nya.

Tafsir Tahlili

Setelah Allah menjelaskan bahwa semua balasan atas perbuatan-perbuatan yang jelek adalah di tangan-Nya, dan Dia mengetahui segala sesuatu yang diperbuat hamba-Nya, maka Allah menegaskan lagi tugas Rasul-Nya yaitu: menyampaikan risalah, yakni menyampaikan hukum-hukum, peraturan-peraturan dan petunjuk-petunjuk-Nya, serta wa’d (janji) dan wa’īd (ancaman)-Nya. Apabila semua itu telah dilaksanakan oleh Rasul selesailah tugasnya, dan lepaslah ia dari tanggung jawabnya, untuk selanjutnya menjadi tugas dan tanggung jawab orang-orang beriman. Adapun pemberian pahala kepada orang-orang yang taat, dan menimpakan azab kepada orang-orang yang durhaka, adalah hak dan wewenang Allah semata.

Pada akhir ayat ini, kembali Allah menegaskan, bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang diperbuat manusia secara terang-terangan, maupun yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi, termasuk gerak-gerik hati sanubari mereka. Ini merupakan peringatan keras dari Allah kepada orang-orang yang tidak menaati peraturan dan hukum-hukum-Nya. Oleh sebab itu, sepantasnyalah manusia bertakwa kepada-Nya, dan tidak menyalahi perintah-perintah-Nya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah memiliki siksaan yang sangat keras bagi siapa saja yang melanggar hukum-Nya.
  • Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertobat dengan tobat nasuha.
  • Allah Maha Penyayang kepada siapa saja yang menyayangi makhluk-Nya.
  • Pemberian pahala bagi yang taat dan penimpakan azab bagi yang durhaka adalah hak dan wewenang Allah semata.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 98?

Surat Al-Ma'idah ayat 98 menjelaskan bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya bagi siapa saja yang melanggar hukum-Nya. Namun, Allah juga Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang bertobat dengan tobat nasuha, serta Maha Penyayang kepada siapa saja yang menyayangi makhluk-Nya.

Apa tugas Rasulullah SAW yang disebutkan dalam konteks ayat ini?

Dalam konteks ayat ini, tugas Rasulullah SAW adalah menyampaikan risalah, yaitu hukum-hukum, peraturan-peraturan, petunjuk-petunjuk Allah, serta janji (wa’d) dan ancaman (wa’īd) dari-Nya. Setelah tugas ini dilaksanakan, tanggung jawab selanjutnya beralih kepada orang-orang beriman.

Mengapa Allah kembali menegaskan sifat-Nya di akhir Surat Al-Ma'idah ayat 98?

Pada akhir ayat ini, Allah kembali menegaskan bahwa Dia senantiasa mengetahui apa yang diperbuat manusia, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, termasuk gerak-gerik hati sanubari mereka. Penegasan ini merupakan peringatan keras bagi orang-orang yang tidak menaati peraturan dan hukum-hukum-Nya, agar manusia bertakwa kepada-Nya dan tidak menyalahi perintah-Nya.