Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 30

Al-Ma'idah Ayat 30

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

فَطَوَّعَتْ لَهٗ نَفْسُهٗ قَتْلَ اَخِيْهِ فَقَتَلَهٗ فَاَصْبَحَ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ

Fa ṭawwa‘at lahū nafsuhū qatla akhīhi fa qatalahū fa aṣbaḥa minal-khāsirīn(a).

Arti

Maka nafsu (Qabil) mendorongnya untuk membunuh saudaranya, kemudian dia pun (benar-benar) membunuhnya, maka jadilah dia termasuk orang yang rugi.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Pernyataan Habil tersebut memberi pengaruh pada Qabil, maka ia agak ragu untuk melakukan pembunuhan, tetapi nafsu Qabil dengan kuat mendorongnya untuk membunuh saudaranya, sehingga muncullah keberaniannya dan kemudian dia pun benar-benar membunuh saudaranya itu, maka jadilah dia termasuk orang yang merugi dunia dan akhirat.

Tafsir Tahlili

Pada mulanya Qabil takut membunuh Habil, tetapi hawa nafsu amarahnya selalu mendorong dan memperdayakannya, sehingga timbullah keberanian untuk membunuh saudaranya dan dilaksanakanlah niatnya tanpa memikirkan akibatnya. Setelah hal itu benar-benar terjadi, maka sebagai akibatnya Qabil menjadi orang yang rugi di dunia dan di akhirat. Di dunia ia rugi karena membunuh saudaranya yang saleh dan takwa. Dan di akhirat ia akan rugi karena tidak akan memperoleh nikmat akhirat yang disediakan bagi orang-orang muttaqin.

Imam as-Suddi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dari Murrah bin Abdillah, dan dari beberapa sahabat Nabi Muhammad saw bahwa Qabil setelah teperdaya oleh hawa nafsunya dan bertekad membunuh saudaranya, ia mencari Habil dan menemukannya di atas gunung sedang menggembala kambing, tapi ia sedang tidur, maka Qabil mengambil batu besar lalu ditimpakan kepadanya di sebuah tempat yang terbuka bernama ‘Arak.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Nafsu Qabil mendorongnya untuk membunuh saudaranya.
  • Qabil akhirnya membunuh saudaranya.
  • Akibat perbuatannya, Qabil menjadi orang yang merugi di dunia dan akhirat.

FAQ

Apa makna Surat Al-Ma'idah ayat 30?

Ayat ini menjelaskan bahwa nafsu Qabil yang kuat mendorongnya untuk membunuh saudaranya, Habil. Setelah ia benar-benar melakukannya, ia pun menjadi termasuk orang yang merugi di dunia dan akhirat.

Mengapa Qabil disebut sebagai orang yang merugi dalam Surat Al-Ma'idah ayat 30?

Qabil disebut merugi karena di dunia ia membunuh saudaranya yang saleh dan takwa. Sementara di akhirat, ia akan rugi karena tidak akan memperoleh nikmat yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Bagaimana Qabil membunuh Habil menurut riwayat yang disebutkan dalam tafsir?

Menurut riwayat, Qabil menemukan Habil sedang tidur di atas gunung saat menggembala kambing. Kemudian, Qabil mengambil batu besar dan menimpakannya kepada Habil di sebuah tempat bernama ‘Arak.