Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 94

Al-Ma'idah Ayat 94

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَيَبْلُوَنَّكُمُ اللّٰهُ بِشَيْءٍ مِّنَ الصَّيْدِ تَنَالُهٗٓ اَيْدِيْكُمْ وَرِمَاحُكُمْ لِيَعْلَمَ اللّٰهُ مَنْ يَّخَافُهٗ بِالْغَيْبِۚ فَمَنِ اعْتَدٰى بَعْدَ ذٰلِكَ فَلَهٗ عَذَابٌ اَلِيْمٌ

Yā ayyuhal-lażīna āmanū layabluwannakumullāhu bisyai'im minaṣ-ṣaidi tanāluhū aidīkum wa rimāḥukum liya‘lamallāhu may yakhāfuhū bil-gaib(i), fa mani‘tadā ba‘da żālika fa lahū ‘ażābun alīm(un).

Arti

Wahai orang-orang yang beriman! Allah pasti akan menguji kamu dengan hewan buruan yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu agar Allah mengetahui siapa yang takut kepada-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barangsiapa melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Ayat ini menjelaskan tentang ujian yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang sedang berihram untuk haji atau umrah. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya! Allah pasti akan menguji kamu pada waktu kamu sedang berihram untuk haji atau umrah dengan diharamkan membunuh hewan buruan yang hidup di tanah haram yang dengan mudah kamu peroleh dengan tangan dan tombakmu, karena banyak dan jinak. Hal ini bertujuan agar Allah mengetahui di antara kamu yang sedang berhaji dan umrah siapa yang benar-benar takut kepada-Nya dengan konsisten menjauhi larangan berihram, meskipun dia tidak melihat-Nya. Barang siapa melampaui batas kewajaran dalam berburu hewan setelah selesai melaksanakan haji dan umrah dalam berburu hewan di tanah haram, maka dia akan mendapat azab yang pedih di akhirat dengan dimasukkan ke dalam neraka.

Tafsir Tahlili

Ayat ini menjelaskan ujian Allah kepada orang-orang mukmin yang sedang melakukan ihram, bahwa mereka tidak diperbolehkan berburu, padahal ketika itu binatang buruan amat banyak, sehingga dengan mudah mereka dapat menangkapnya, baik dengan tangan maupun dengan menggunakan tombak.

Menurut riwayat, ayat ini turun ketika kaum Muslimin melaksanakan umrah Hudaibiah. Ketika mereka menemukan dalam perjalanan hewan dan burung-burung yang amat banyak, yang belum pernah mereka temukan sebanyak itu. Binatang-binatang kecil dapat ditangkap dengan tangan dan binatang-binatang yang besar dan liar dapat mereka tangkap dengan menggunakan tombak dan sebagainya. Akan tetapi Allah melarang mereka untuk menangkapnya. Larangan ini adalah sebagai ujian bagi mereka untuk membuktikan kekuatan iman dan ketakwaan mereka kepada-Nya. Orang-orang yang betul-betul kuat imannya niscaya tidak akan melanggar larangan Allah, baik secara terang-terangan, maupun dengan sembunyi-sembunyi. Ia senantiasa takut kepada azab Allah, walaupun ia belum pernah menyaksikan azab tersebut.

Akhir ayat ini mengemukakan ancaman Allah kepada orang-orang yang masih melanggar ketentuan-ketentuan-Nya setelah adanya pemberitahuan dan ancaman, bahwa mereka pasti akan mendapat azab yang pedih, akibat pelanggaran itu.

Ujian tersebut sebenarnya hanyalah cobaan yang ringan saja, dibandingkan dengan cobaan dan ujian-ujian lainnya yang meminta pengorbanan harta benda dan jiwa raga. Akan tetapi, bila seseorang tidak lulus dari ujian dan cobaan yang kecil dan ringan ini, bagaimana ia dapat berhasil menjalani cobaan-cobaan yang lebih besar?

Cobaan dan ujian yang diberikan Allah kepada hamba-Nya, adakalanya meminta pengorbanan harta benda dan jiwa raga dalam melakukan sesuatu yang diperintahkan-Nya, atau berupa kehilangan sesuatu yang amat disayangi, atau meminta kesediaan untuk menahan diri dari berbuat yang diingini. Yang terakhir ini sudah terang lebih ringan dilaksanakan, seperti larangan yang dikenakan kepada mereka ini, yaitu larangan berburu pada saat hewan buruan sedang banyak jumlahnya dan mudah ditangkap, sementara mereka sedang membutuhkan makanan untuk bekal dalam perjalanan.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Allah akan menguji orang-orang beriman yang sedang berihram untuk haji atau umrah.
  • Ujian tersebut berupa larangan membunuh hewan buruan yang hidup di tanah haram, padahal hewan tersebut mudah didapat dengan tangan atau tombak.
  • Tujuan ujian ini adalah untuk mengetahui siapa yang benar-benar takut kepada Allah dan konsisten menjauhi larangan-Nya, meskipun dia tidak melihat-Nya.
  • Barang siapa melampaui batas dalam berburu hewan setelah selesai melaksanakan haji dan umrah di tanah haram, maka dia akan mendapat azab yang pedih.
  • Larangan berburu ini merupakan cobaan yang ringan dibandingkan ujian lain, namun penting untuk mengukur kekuatan iman dan ketakwaan seseorang.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 94?

Ayat ini menjelaskan tentang ujian yang akan diberikan Allah kepada orang-orang yang sedang berihram untuk haji atau umrah, yaitu diharamkan membunuh hewan buruan yang mudah diperoleh. Tujuannya agar Allah mengetahui siapa yang benar-benar takut kepada-Nya dengan konsisten menjauhi larangan berihram, meskipun dia tidak melihat-Nya. Bagi siapa yang melampaui batas setelah itu, maka dia akan mendapat azab yang pedih.

Mengapa Allah menguji orang beriman dengan larangan berburu pada saat itu, sebagaimana dijelaskan dalam Surat Al-Ma'idah ayat 94?

Menurut riwayat, ayat ini turun ketika kaum Muslimin melaksanakan umrah Hudaibiah. Pada saat itu, mereka menemukan hewan dan burung-burung buruan yang amat banyak dan mudah ditangkap, baik dengan tangan maupun tombak. Allah melarang mereka untuk menangkapnya sebagai ujian untuk membuktikan kekuatan iman dan ketakwaan mereka kepada-Nya.

Mengapa larangan berburu saat ihram dalam Surat Al-Ma'idah ayat 94 disebut sebagai ujian yang ringan?

Larangan berburu ini dianggap sebagai cobaan yang ringan dibandingkan dengan ujian lain yang meminta pengorbanan harta benda dan jiwa raga. Ujian ini termasuk jenis cobaan menahan diri dari berbuat yang diingini, yaitu larangan berburu pada saat hewan buruan sedang banyak dan mudah ditangkap, padahal mereka sedang membutuhkan makanan untuk bekal perjalanan.