Ayat tidak ditemukan
Surah ke-5 · Ayat 42
Al-Ma'idah Ayat 42
سَمّٰعُوْنَ لِلْكَذِبِ اَكّٰلُوْنَ لِلسُّحْتِۗ فَاِنْ جَاۤءُوْكَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ اَوْ اَعْرِضْ عَنْهُمْ ۚوَاِنْ تُعْرِضْ عَنْهُمْ فَلَنْ يَّضُرُّوْكَ شَيْـًٔا ۗ وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ
Sammā‘ūna lil-każibi akkālūna lis-suḥt(i), fa in jā'ūka faḥkum bainahum au a‘riḍ ‘anhum, wa in tu‘riḍ ‘anhum falay yaḍurrūka syai'ā(n), wa in ḥakamta faḥkum bainahum bil-qisṭ(i), innallāha yuḥibbul-muqsiṭīn(a).
Arti
Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
Tafsir
Tafsir Wajiz
Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat buruk orang Yahudi, yaitu bahwa mereka sangat suka mendengar berita bohong, terutama yang berkaitan dengan pribadi Nabi Muhammad, banyak memakan makanan yang haram, seperti menerima suap, makan riba, dan lainnya. Jika mereka, orang Yahudi, datang kepadamu, wahai Nabi Muhammad, untuk meminta putusan, maka berilah putusan di antara mereka sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kitab Taurat atau berpalinglah dari mereka, karena sebenarnya tidak ada manfaat sedikit pun, dan jika engkau berpaling dari mereka dengan tidak melayani permintaan yang tidak akan mereka lakukan, maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah dengan adil sesuai dengan hukum yang terdapat dalam Taurat. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah sangat menyukai orang-orang yang adil dalam memutuskan perkara.
Tafsir Tahlili
Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat-sifat Yahudi yang senang mendengar berita-berita bohong tentang pribadi dan kerasulan Nabi Muhammad saw, untuk menunjukkan bahwa perbuatan orang Yahudi itu selalu didasarkan atas hal-hal yang tidak benar dan bohong; satu sifat yang amat jelek, hina dan merusak.
Di samping itu mereka juga banyak menerima uang suap yaitu suatu pemberian dengan maksud untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. Hal yang demikian telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka, terutama penguasa-penguasa. Hukum dipermainkan, yang memegang peranan dan menentukan pada waktu itu ialah suap. Siapa yang kuat memberi uang suap, dialah yang akan menang dalam perkara, sekalipun nyata-nyata ia bersalah.
Kalau ada di antara orang-orang Yahudi itu seorang yang tidak senang dan tidak setuju pada perbuatan atasannya yang kotor, lalu ia datang kepada Nabi Muhammad dan meminta diputuskan perkaranya; Rasul boleh memilih, menerima permintaan mereka dan memutuskan perkaranya, atau menolaknya. Mereka tidak akan dapat memberi mudarat sedikit pun kepada Rasul apabila Rasul menolaknya.
Apabila Rasul menerima permintaan mereka, maka Rasul harus memutuskan perkara mereka dengan seadil-adilnya sesuai dengan yang telah diperintahkan, sejalan dengan syariat yang dibawa, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Allah senang dan rida kepada orang-orang yang berlaku adil.
Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.
Poin Penting
- Orang Yahudi memiliki sifat buruk, yaitu suka mendengar berita bohong (terutama tentang Nabi Muhammad) dan banyak memakan yang haram, seperti menerima suap.
- Jika orang Yahudi datang kepada Nabi Muhammad untuk meminta putusan, beliau diberi pilihan untuk memutuskan perkara mereka atau berpaling dari mereka.
- Apabila Nabi Muhammad berpaling dari mereka, mereka tidak akan dapat membahayakan beliau sedikit pun.
- Jika Nabi Muhammad memutuskan perkara mereka, putusan harus diberikan dengan adil sesuai dengan hukum yang terdapat dalam Kitab Taurat.
- Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil dalam memutuskan perkara.
FAQ
Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 42?
Ayat ini menjelaskan sifat buruk orang Yahudi yang suka mendengar berita bohong dan banyak memakan makanan yang haram. Ayat ini juga memberikan petunjuk kepada Nabi Muhammad saw. bahwa jika orang Yahudi datang meminta putusan, beliau boleh memutuskan perkara mereka dengan adil sesuai Taurat atau berpaling dari mereka. Jika beliau memutuskan, maka harus dengan adil, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.
Apa yang dimaksud dengan 'banyak memakan (makanan) yang haram' dalam Surat Al-Ma'idah ayat 42 menurut tafsir?
Menurut tafsir, 'banyak memakan (makanan) yang haram' merujuk pada perbuatan menerima uang suap. Uang suap ini diberikan dengan maksud untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar, dan hal ini telah menjadi salah satu mata pencarian mereka, terutama para penguasa. Akibatnya, hukum dipermainkan dan suap menjadi penentu kemenangan dalam perkara, sekalipun nyata-nyata bersalah.
Bagaimana Nabi Muhammad saw. diperintahkan untuk menyikapi orang Yahudi yang datang meminta putusan dalam Surat Al-Ma'idah ayat 42?
Nabi Muhammad saw. diberi pilihan: memutuskan perkara mereka sesuai dengan yang ditetapkan dalam Kitab Taurat atau berpaling dari mereka. Jika beliau memutuskan perkara, maka harus diputuskan dengan adil sesuai dengan hukum yang terdapat dalam Taurat dan sejalan dengan syariat yang dibawa. Apabila beliau berpaling, mereka tidak akan dapat membahayakan beliau sedikit pun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349533/original/006044400_1789532857-HOAX__18_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5341096/original/044527500_1757304695-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__63_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4749999/original/079429500_1708587393-masjid-pogung-raya-owQ3N7FZgIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4637360/original/096830400_1699255001-pexels-timur-weber-9127731.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4694981/original/059163000_1703214208-Ilustrasi_pernikahan__menikah__Islami.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364599/original/046664900_1791011132-Desain_mushola_kecil_dalam_rumah_yang_sejuk_meski_tanpa_kipas_dan_bikin_ibadah_keluarganya_nyaman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5364679/original/008252200_1759123462-Kios_Sembako_Modern.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4766225/original/046556200_1709881475-masjid-pogung-raya-LhNePx4kde0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4613289/original/005132000_1697515634-_fpdl.in__young-muslim-bride-groom-wedding-photos_181624-37735_normal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5489087/original/010300600_1769820944-Doa_Membaca_Yasin_Nisfu_Syaban.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4146859/original/058389500_1662357870-pexels-thirdman-7957068.jpg)