Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 108

Al-Ma'idah Ayat 108

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

ذٰلِكَ اَدْنٰٓى اَنْ يَّأْتُوْا بِالشَّهَادَةِ عَلٰى وَجْهِهَآ اَوْ يَخَافُوْٓا اَنْ تُرَدَّ اَيْمَانٌۢ بَعْدَ اَيْمَانِهِمْۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاسْمَعُوْا ۗوَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ ࣖ

Żālika adnā ay ya'tū bisy-syahādati ‘alā wajhihā au yakhāfū an turadda aimānum ba‘da aimānihim, wattaqullāha wasma‘ū, wallāhu lā yahdil qaumal-fāsiqīn(a).

Arti

Dengan cara itu mereka lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya (kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan dengarkanlah (perintah-Nya). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Tafsir

Tafsir Wajiz

Dengan cara itu, dua saksi yang termasuk di antara ahli waris yang berhak menjadi saksi dan lebih dekat hubungan nasabnya dengan almarhum, lebih patut memberikan kesaksiannya menurut yang sebenarnya, bahwa kendi emas itu milik Budail sebagaimana tercantum dalam surat wasiat yang disisipkan pada barang-barang yang dititipkan kepada dua teman bisnisnya yang beragama Nasrani; dan mereka, Tamim ad-Dariy dan ‘Adiy bin Badda, merasa takut sumpahnya yang palsu akan dikembalikan kepada ahli waris, yakni dikonfrontir dengan sumpah mereka, setelah mereka bersumpah dengan benar di hadapan Rasulullah. Sumpah saksi-saksi yang berlainan agama itu ditolak dengan bersumpahnya saksi-saksi yang terdiri dari kerabat. Orang-orang yang bersumpah itu akan mendapat balasan di dunia dan akhirat. Bertakwalah kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, dan dengarkanlah dengan saksama perintah-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik, yakni para pelaku dosa besar untuk kembali kepada yang lurus, karena sikap mereka yang terus-menerus berbuat dosa besar sehingga kalbu mereka tertutup.

Tafsir Tahlili

Dalam ayat ini dijelaskan, bahwa cara dan isi sumpah seperti yang disebutkan di atas, adalah merupakan jalan yang lebih dekat kepada kebenaran, yang dapat mendorong orang-orang yang bersumpah itu, (baik penerima wasiat, maupun ahli waris dari yang bersumpah itu) agar mereka memberikan kesaksian yang benar, penuh rasa tanggung jawab, serta mengagungkan Allah (yang nama-Nya disebut dalam sumpah mereka) dan untuk lebih berhati-hati dalam memelihara wasiat dan kesaksian itu agar terhindar dari azab dan kemurkaan Allah, dan agar sumpah itu tidak dialihkan kepada orang lain akibat ketidakjujurannya.

Pada akhir ayat ini, Allah memperingatkan hamba-Nya, agar mereka bertakwa kepada-Nya, memegang amanah dan kesaksian, dan suka mendengarkan serta memperhatikan semua petunjuk dan ketentuan-Nya, untuk kemudian dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Allah memperingatkan pula tentang kebiasaan orang-orang fasik, yaitu orang-orang yang tidak mau memegang teguh kebenaran dan keadilan, mereka tidak akan mendapatkan petunjuk yang benar.

Perlu dijelaskan, bahwa setelah bersumpah kedua orang ahli waris tersebut yang maksudnya untuk menyatakan ketidakjujuran kedua penerima wasiat tadi, maka harta warisan yang ditinggalkan oleh orang yang telah memberikan wasiat itu diserahkan semuanya kepada ahli waris, untuk mereka bagikan menurut bagian masing-masing, di samping melaksanakan wasiat yang sebenarnya dan hutang-hutang serta kewajiban-kewajiban yang lain.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Cara sumpah yang dijelaskan dalam ayat ini mendorong kesaksian yang benar dan penuh tanggung jawab, serta mencegah sumpah palsu dikembalikan kepada ahli waris.
  • Orang yang bersumpah palsu akan mendapat balasan di dunia dan akhirat.
  • Allah memerintahkan orang beriman untuk bertakwa kepada-Nya, memegang amanah dan kesaksian, serta mendengarkan perintah-Nya.
  • Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik, yaitu mereka yang tidak memegang teguh kebenaran dan terus-menerus berbuat dosa besar, karena kalbu mereka tertutup.
  • Setelah sumpah ahli waris, harta warisan diserahkan kepada mereka untuk dibagikan, di samping melaksanakan wasiat dan kewajiban lainnya.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 108?

Ayat ini menjelaskan bahwa cara bersumpah yang disebutkan sebelumnya mendorong para saksi untuk memberikan kesaksian yang sebenarnya, karena mereka merasa takut sumpah palsu mereka akan dikembalikan kepada ahli waris. Ayat ini juga memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan mendengarkan perintah-Nya, serta memperingatkan bahwa Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.

Mengapa cara bersumpah yang dijelaskan dalam Surat Al-Ma'idah ayat 108 mendorong kesaksian yang benar?

Cara bersumpah tersebut merupakan jalan yang lebih dekat kepada kebenaran karena dapat mendorong orang-orang yang bersumpah untuk memberikan kesaksian yang benar, penuh rasa tanggung jawab, mengagungkan Allah, dan lebih berhati-hati dalam memelihara wasiat serta kesaksian agar terhindar dari azab dan kemurkaan Allah, serta agar sumpah tidak dialihkan kepada orang lain akibat ketidakjujuran.

Apa yang dimaksud dengan "orang-orang yang fasik" dan apa akibatnya menurut Surat Al-Ma'idah ayat 108?

Orang-orang yang fasik adalah para pelaku dosa besar yang tidak mau memegang teguh kebenaran dan keadilan. Akibatnya, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka untuk kembali kepada jalan yang lurus, karena sikap mereka yang terus-menerus berbuat dosa besar sehingga kalbu mereka tertutup dan mereka tidak akan mendapatkan petunjuk yang benar.

Bagaimana nasib harta warisan setelah ahli waris bersumpah dalam konteks ayat ini?

Setelah ahli waris bersumpah untuk menyatakan ketidakjujuran penerima wasiat, harta warisan yang ditinggalkan oleh orang yang telah memberikan wasiat itu diserahkan semuanya kepada ahli waris. Mereka kemudian membagikan harta tersebut menurut bagian masing-masing, di samping melaksanakan wasiat yang sebenarnya, membayar hutang-hutang, dan kewajiban-kewajiban lainnya.