Sukses

Kembali ke Surah
Pilih ayat

Ayat tidak ditemukan

Surah ke-5 · Ayat 118

Al-Ma'idah Ayat 118

Hidangan · Madaniyah · 120 ayat

اِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَاِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۚوَاِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

In tu‘ażżibhum fa innahum ‘ibāduk(a), wa in tagfir lahum fa innaka antal-‘azīzul-ḥakīm(u).

Arti

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.”

Tafsir

Tafsir Wajiz

Nabi Isa lalu mengembalikan nasib umatnya yang menyimpang dari ajarannya di akhirat kepada keputusan Allah. “Wahai Tuhan Yang Maha Bijaksana, jika Engkau menyiksa mereka, karena mereka menjadikan aku dan ibuku dua tuhan selain Allah, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, tidak ada seorang atau suatu apa pun yang menghalangi kehendak-Mu; dan jika Engkau mengampuni mereka, dengan kebesaran dan keagungan-Mu, meskipun mereka menyeleweng; sesungguhnya Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana dalam segala yang hal yang Engkau putuskan.”

Tafsir Tahlili

Ayat ini menerangkan bahwa Isa menyerahkan sepenuhnya keputusan atas orang-orang Nasrani itu kepada Allah, dan beliau berlepas tangan dari tanggung jawab atas perbuatan mereka, karena beliau sudah menyampaikan seruannya sesuai dengan perintah Allah, yaitu mengesakan-Nya serta mengkhususkan ibadah kepada-Nya. Allah akan menjatuhkan hukuman kepada mereka sesuai dengan perbuatan mereka. Dialah yang mengetahui siapa di antara mereka yang tetap dalam tauhid dan siapa yang musyrik, siapa pula yang taat dan siapa yang ingkar, siapa yang saleh dan yang fasik. Jika Allah menjatuhkan azab atas mereka, maka azab itu jatuh kepada orang yang memang patut menerima azab. Mereka itu adalah hamba-hamba Allah, seharusnya mereka itu menyembah Allah, tidak menyembah selain Allah. Jika Allah memberikan pengampunan kepada mereka, maka pengampunan itu diberikan-Nya kepada mereka yang patut diberi-Nya dan yang patut menerimanya. Allah Mahakuasa dan berwenang dalam mengurusi segala perkara, tidak ada orang lain yang turut mengurusinya. Allah Mahabijaksana dalam menentukan keputusan atas perkara itu, dan Dia Maha Mengetahui siapakah di antara orang-orang Nasrani yang telah menjadi musyrik dan siapa pula yang masih dalam agama tauhid.

Mereka yang menjadi musyrik, tidak ada ampunan bagi dosa mereka. Firman Allah:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (an-Nisā′/4: 48)

Sejak permulaan abad masehi, sudah banyak aliran dalam kepercayaan yang tumbuh di kalangan penganut agama Nasrani. Sehingga banyak perselisihan yang timbul di antara mereka, maka semuanya terserah kepada Allah diazab atau diampuni di antara hamba-hamba-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

Sumber tafsir: Kementerian Agama RI.

Poin Penting

  • Nabi Isa menyerahkan sepenuhnya keputusan atas nasib umatnya yang menyimpang dari ajarannya kepada Allah.
  • Jika Allah menyiksa mereka, itu karena mereka adalah hamba-hamba-Nya yang seharusnya menyembah-Nya.
  • Jika Allah mengampuni mereka, itu karena Dia Mahaperkasa dan Mahabijaksana dalam segala keputusan-Nya.
  • Bagi mereka yang musyrik, tidak ada ampunan bagi dosa mereka.

FAQ

Apa kandungan Surat Al-Ma'idah ayat 118?

Ayat ini menjelaskan penyerahan Nabi Isa sepenuhnya atas nasib umatnya yang menyimpang kepada keputusan Allah. Nabi Isa berlepas tangan dari tanggung jawab perbuatan mereka karena telah menyampaikan seruan tauhid. Jika Allah menyiksa mereka, itu karena mereka adalah hamba-hamba-Nya. Dan jika Allah mengampuni mereka, itu karena Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana dalam setiap keputusan-Nya.

Mengapa Nabi Isa menyerahkan keputusan atas umatnya kepada Allah dalam ayat ini?

Nabi Isa menyerahkan sepenuhnya keputusan atas umatnya kepada Allah karena beliau telah berlepas tangan dari tanggung jawab atas perbuatan mereka. Beliau sudah menyampaikan seruannya sesuai dengan perintah Allah, yaitu mengesakan-Nya serta mengkhususkan ibadah kepada-Nya.

Apakah Allah akan mengampuni semua orang yang menyimpang dari ajaran Nabi Isa?

Tidak. Tafsir menjelaskan bahwa mereka yang menjadi musyrik tidak ada ampunan bagi dosa mereka. Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, tetapi mengampuni dosa selain syirik bagi siapa yang Dia kehendaki, sebagaimana firman Allah dalam Surah An-Nisa/4: 48.