Liputan6.com, Jakarta - Upaya membongkar penyebab kematian Sutrimo terus dilakukan kepolisian. Tubuh Sutrimo mulanya ditemukan tergeletak tak sadarkan diri di depan sebuah klinik kecantikan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Kamis 23 Juli 2026 lalu, pukul 09.10 Wib.
Kabar beredar, Sutrimo pernah menjadi Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus, Fabrie Diansyah.
Setelah tubuhnya ditemukan di area pedestrian, satu unit ambulans datang ke lokasi dan membawa Sutrimo ke RS Muhammadiyah Taman Puring. Setibanya di rumah sakit, Sutrimo dinyatakan meninggal dunia.
Advertisement
Kematian Sutrimo menjadi tanda tanya besar. Polisi akhirnya melakukan olah tempat kejadian perkara hingga mengerahkan Puslabfor untuk melihat apakah ada ketidakwajaran yang menyebabkan tewaskan Sutrimo. Termasuk memeriksa dokter yang menangani Sutrimo saat dibawa ke rumah sakit.
Pada video yang beredar, disebut-sebu tsosok orang di atas keranda diduga Sutrimo yang ditemukan dengan kondisi mulut berbusa. Tetapi polisi belum bisa memastikan apakah orang dalam video itu memang Sutrimo atau bukan. Itu sebabnya, CCTV di sekitar lokasi, rekaman video yang beredar turut dianalisa kepolisian.
"Kita mungkin juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar enggak itu merupakan sosok almarhum S atau bukan?" kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.
Â
Keluarga Lapor Polisi
Keluarga menilai kematian Sutrimo tak wajar. Mereka menempuh jalur hukum dengan membuat laporan ke Polresta Banyumas. Laporan tersebut telah diterima Polresta Banyumas dan tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.
Laporan yang dilayangkan setelah pihak keluarga mempertimbangkan sejumlah informasi yang berkembang.
"Prinsipnya keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo. Wajar atau tidak, cuma itu saja," kata Kuasa Hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, Sabtu (8/8/2026) malam.
Semula, pihak keluarga tak merasa curiga saat jenazah tiba di rumah. Bahkan, keluarga sudah ikhlas atas kepergian Sutrimo. Akan tetapi, berbagai informasi yang muncul di tengah masyarakat membuat keluarga ingin mendapatkan kejelasan dari kepolisian terkait kematian Sutrimo. Apalagi, ibu Sutrimo ikut terpukul dengan kematian anaknya
"Karena berita simpang siur ke sana-ke sini, mengganggu lingkungan sekitar, buat keluarga juga lingkungan masyarakat di Desa Wlahar. Jadi keluarga ingin kepastian," ujarnya.
Keluarga juga siap kooperatif apabila penyidik membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap jenazah. Termasuk jika ekshumasi dan autopsi dinilai diperlukan untuk memastikan penyebab kematian.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5158887/original/014385400_1741675894-cek_fakta_pasukan_oranye.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308116/original/010825900_1785129339-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T121435.797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321375/original/053314000_1786440887-cek_fakta_-_cpns_menpan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312818/original/023895500_1785560927-WhatsApp_Image_2026-08-01_at_12.01.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308334/original/005435400_1785137531-64336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308334/original/005435400_1785137531-64336.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312458/original/059177100_1785493658-IMG_1805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308040/original/045771500_1785126728-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_11.27.01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9308043/original/073508400_1785126922-WhatsApp_Image_2026-07-27_at_11.26.57.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318584/original/056702000_1786106661-IMG_3040.jpg)