Muhammad Qodari 4 Kali Dilantik di Era Prabowo

Perjalanan kariernya di lingkar Istana terbilang cepat.

Diterbitkan 02 Oktober 2026, 15:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • M. Qodari dilantik sebagai Sekretaris merangkap anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo.
  • Ini adalah pelantikan keempat Qodari di era Presiden Prabowo, menunjukkan karier cepatnya.
  • Sebelumnya, Qodari dikenal sebagai seorang pengamat, konsultan politik sekaligus peneliti.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari atau yang lebih sering disapa M Qodari sebagai sekretaris merangkap anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Qodari tercatat sudah empat kali dilantik di era Presiden Prabowo Subianto. Perjalanan kariernya di lingkar Istana terbilang cepat.

Awalnya, Qodari dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024. Tak lama berselang, ia kembali dilantik untuk mengemban posisi sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2025.

Qodari kemudian mendapat kepercayaan dengan dilantik sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada April 2026.

Kini, ia menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

 

 

Profil

Qodari, lahir pada 15 Oktober 1973 di Palembang, Sumatra Selatan, dikenal sebagai seorang pengamat, konsultan politik sekaligus peneliti.

Karier Qodari dimulai dari ranah akademis. Ia meraih gelar Sarjana Psikologi Sosial dari Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan studi ke University of Essex, Inggris, mempelajari Political Behavior untuk jenjang magister, yang diselesaikan sekitar 2002.

Kemudian, pada 2016, Qodari meraih gelar doktor Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), melalui disertasi berjudul "Split-Ticket Voting dan Faktor-Faktor yang Menjelaskannya pada Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden Indonesia Tahun 2014," dengan predikat sangat memuaskan.

Pekerjaan profesionalnya juga cukup panjang. Qodari memulai karier sebagai peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) antara Mei 1999 hingga September 2001. Ia lanjut menjadi peneliti di Center for Strategic and International Studies (CSIS) hingga Juli 2003, serta menjabat sebagai Chief Editor Majalah Kandidat dan Campaign and Election Magazine pada 2003–2004.

Qodari juga pernah menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2003–2005, kemudian Wakil Direktur Eksekutif LSI hingga Oktober 2006. Peralihan kariernya menuju lembaga independen terjadi saat ia mendirikan Indo Barometer pada November 2006 dan hingga menjadi Direktur Eksekutif lembaga tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6